
Kalau sedang merencanakan liburan keluarga ke Singapore pada September 2026, ada satu acara malam yang rasanya sayang kalau langsung dilewatkan: Lights by the Lake 2026 Singapore di Jurong Lake Gardens.
Singapore memang punya banyak tempat yang sudah sangat familiar bagi wisatawan Indonesia. Marina Bay, Orchard, Sentosa, sampai Gardens by the Bay biasanya langsung masuk itinerary.
Tapi sesekali, seru juga melihat sisi Singapore yang berbeda.
Bayangkan sore mulai turun, udara perlahan terasa lebih nyaman, lalu satu per satu lantern mulai menyala di antara taman dan danau. Anak-anak punya banyak hal untuk dilihat, sementara orang tua bisa menikmati suasananya tanpa harus terus berpindah dari satu atraksi ke atraksi lain.
Itulah kurang lebih pengalaman yang ditawarkan Lights by the Lake.
Event ini merupakan bagian dari perayaan Mid-Autumn Festival di Singapore. Jadi bukan sekadar tempat berburu foto lampion. Ada cerita, budaya, pertunjukan, aktivitas keluarga, dan suasana malam yang membuat Jurong Lake Gardens terasa berbeda dari biasanya.
Kalau tanggal perjalanan keluarga Anda bertepatan dengan event ini, berikut hal-hal yang sebaiknya diketahui sebelum datang.
Lights by the Lake 2026 berlangsung pada 19–27 September 2026 di Jurong Lake Gardens, Singapore. Lantern displays berlangsung lebih panjang, yaitu hingga 4 Oktober 2026, dan dapat dinikmati pada malam hari pukul 18.30–22.30.
Informasi singkatnya:
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Event | Lights by the Lake 2026 |
| Lokasi | Jurong Lake Gardens, Singapore |
| Event utama | 19–27 September 2026 |
| Lantern displays | 19 September–4 Oktober 2026 |
| Waktu | 18.30–22.30 |
| Tema | Mid-Autumn Festival |
| Cocok untuk | Keluarga, anak, pasangan, wisatawan |
Lights by the Lake merupakan signature annual event di Jurong Lake Gardens. Selama periode festival, kawasan ini menghadirkan lantern displays, pertunjukan cahaya, musik, aktivitas budaya, tur, pameran, dan berbagai kegiatan keluarga.

Ini penting diketahui sebelum datang.
Jurong Lake Gardens cukup luas. Lantern display Lights by the Lake 2026 juga tidak berkumpul di satu titik saja.
Instalasinya tersebar di beberapa kawasan seperti Lakeside Garden, Chinese Garden, dan Japanese Garden, termasuk Lakeside Field, Cloud Pagoda, Cleansing Biotope Ponds, Floral Garden, serta Resthouse Pond.
Artinya, datang ke sini bersama anak-anak sebaiknya tidak menggunakan mindset:
“Pokoknya malam ini semuanya harus selesai.”
Justru cara paling enak menikmati Lights by the Lake adalah memilih beberapa area yang paling menarik, lalu berjalan santai.
Apalagi kalau sejak pagi keluarga sudah keliling Singapore. Mengejar semua instalasi hanya akan membuat malam yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi sesi, “Masih jauh nggak?”
Kalau bepergian bersama anak, orang tua, atau membawa cukup banyak barang, perjalanan ke Jurong Lake Gardens bisa direncanakan sekaligus dengan destinasi lain dalam satu hari.
Travelincheck melayani private charter mobil dan van dengan sopir di Singapore untuk keluarga Indonesia. Itinerary bisa disesuaikan dengan jumlah penumpang, tempat yang ingin dikunjungi, dan waktu yang ingin dihabiskan di Lights by the Lake.
Konsultasi itinerary & transportasi: WhatsApp Travelincheck 0822 8822 2920.
Kalau baru pertama kali mendengar namanya, mungkin Lights by the Lake terdengar seperti pertunjukan lampu biasa.
Ternyata konsepnya lebih luas.
Lights by the Lake adalah festival tahunan di Jurong Lake Gardens untuk merayakan Mid-Autumn Festival melalui lantern displays, pertunjukan cahaya, musik, aktivitas budaya, pameran, tur, dan berbagai program keluarga.
Jadi pengalaman yang didapat tidak berhenti setelah selesai berfoto dengan lantern.
Di tanggal tertentu ada kegiatan seni, pertunjukan, aktivitas interaktif, sampai program khusus yang bisa diikuti bersama anak.
Inilah yang membuat event ini cukup menarik untuk keluarga.
Anak-anak mendapatkan sesuatu yang menyenangkan untuk dilihat dan dilakukan. Orang tua pun tetap bisa menikmati taman dan suasana malam tanpa merasa sedang masuk ke tempat wisata yang terlalu hectic.
Salah satu hal yang membuat Lights by the Lake 2026 terasa lebih menarik adalah cerita di balik instalasinya.
Tahun ini pengunjung akan menemukan beberapa legenda Asia, mulai dari The Legend of the White Snake, Chang’e dan Jade Rabbit, hingga Princess Kaguya dari Jepang.
Untuk anak usia sekolah, bagian ini bisa menjadi kesempatan kecil untuk mengenalkan budaya tanpa terasa seperti sedang belajar.
Mereka melihat lantern terlebih dahulu.
Lalu mungkin bertanya:
“Itu siapa?”
Dari pertanyaan sederhana seperti itulah cerita perjalanan sering kali justru menjadi lebih berkesan.
Kalau waktunya terbatas, jadikan lantern displays sebagai prioritas utama.
Namun kalau tanggal kunjungan cocok dengan jadwal program khusus, tidak ada salahnya menyisihkan waktu lebih panjang.
Lantern displays berlangsung 19 September hingga 4 Oktober 2026, pukul 18.30–22.30 setiap hari.
Area utamanya tersebar di:
Masing-masing punya suasana yang berbeda.
Dan justru di sinilah daya tariknya.
Tidak perlu berjalan cepat dari satu lampion ke lampion berikutnya hanya untuk mencentang daftar. Beri waktu anak untuk melihat, berhenti, bertanya, atau sekadar memilih lantern favorit mereka.
Kadang pengalaman liburan yang paling diingat anak bukan destinasi termahal, tetapi momen sederhana ketika seluruh keluarga benar-benar menikmati satu tempat bersama-sama.
Salah satu highlight terbesar tahun ini ada di Lakeside Field.
Lantern display di area ini membawa pengunjung mengikuti The Legend of the White Snake, salah satu legenda terkenal dari Tiongkok.
Ceritanya mengikuti Bai Suzhen, roh ular putih yang berubah menjadi manusia, dan kisah cintanya dengan Xu Xian.
Pengunjung akan melihat perjalanan cerita tersebut melalui beberapa instalasi, mulai dari pertemuan di Broken Bridge, kehidupan keduanya bersama, terungkapnya identitas Bai Suzhen, konflik dengan Fa Hai, hingga bagian akhir yang membawa pesan rekonsiliasi, pengampunan, dan harmoni.
Buat anak-anak, cara seperti ini jauh lebih mudah dinikmati daripada membaca penjelasan sejarah panjang.
Mereka berjalan, melihat karakter, kemudian perlahan mengikuti ceritanya.
Lanjut ke Chinese Garden, suasananya berubah lagi.
Di Cleansing Biotope Ponds terdapat instalasi yang terinspirasi dari Chang’e, Moon Goddess dalam legenda Tiongkok.
Ada pula Jade Rabbit dan berbagai elemen yang berkaitan dengan kebahagiaan, keberuntungan, serta kebersamaan di bawah bulan yang sama.
Kalau ingin merasakan suasana Mid-Autumn Festival yang lebih kuat, area ini menarik untuk tidak dilewatkan.
Japanese Garden menawarkan nuansa yang sedikit berbeda.
Di Floral Garden terdapat instalasi yang mengambil inspirasi dari Princess Kaguya, sementara Resthouse Pond menghadirkan koi dan floating lantern.
Suasananya cenderung lebih tenang.
Setelah berjalan cukup jauh bersama anak-anak, area seperti ini justru bisa menjadi bagian favorit karena tidak semua momen liburan harus penuh aktivitas.
Kadang berjalan pelan sambil melihat pantulan cahaya di air sudah cukup.
Nah, ini salah satu bagian yang menurut saya membuat Lights by the Lake menarik untuk keluarga Indonesia.
Kalau datang di tanggal yang tepat, anak tidak hanya melihat-lihat.
Ada aktivitas yang bisa mereka ikuti.
Pada 19, 20, 25, 26, dan 27 September, Bonsai Garden di Chinese Garden menjadi lokasi Wan Qing Mid-Autumn Festival.
Aktivitasnya mencakup lantern making, Hanfu dress-up dan photography, heritage games, hingga multi-layered stamp printing.
Tersedia pula activity booklet yang memperkenalkan legenda Chang’e dan tradisi Mid-Autumn Festival.
Untuk anak usia sekolah, aktivitas seperti ini bisa membuat kunjungan terasa jauh lebih personal.
Pulang dari Singapore, yang diceritakan mungkin bukan hanya, “Aku lihat lampion.”
Tetapi, “Aku bikin lantern sendiri.”
Ada juga aktivitas Xiao Qing’s Special Delivery.
Konsepnya berupa stamp rally bertema The Legend of Madame White Snake yang membawa peserta menjelajahi beberapa landmark Chinese Garden.
Anak-anak bisa mengikuti perjalanan Xiao Qing sambil mengumpulkan stamp dari berbagai titik.
Kalau anak Anda tipe yang mudah bosan hanya dengan berjalan dan melihat pemandangan, aktivitas seperti ini bisa menjadi penyelamat.
Ada tujuan kecil yang membuat mereka terus penasaran.
Datang pada 20 atau 27 September 2026?
Coba cek jadwal LED Lion Dance di Grand Arch, Chinese Garden.
Pertunjukannya dijadwalkan pukul 19.45 dan 20.45.
Lampu, musik, dan gerakan lion dance biasanya cukup mudah menarik perhatian anak, sehingga cocok dijadikan selingan setelah berjalan melihat lantern.
Ada satu aktivitas yang menurut saya cukup unik.
Pada 25 dan 26 September 2026, Science Centre Singapore menghadirkan Celestial Nights: Mid-Autumn Edition di Japanese Garden.
Programnya menggabungkan unsur science dan budaya melalui moon viewing, stargazing, serta Celestial Trail.
Kalau anak sedang berada di fase suka bertanya tentang bulan, bintang, dan planet, tanggal ini bisa menjadi pilihan yang menarik.
Bayangkan setelah melihat lantern, malam ditutup dengan melihat langit bersama.
Sederhana, tapi bisa menjadi memori liburan yang menyenangkan.
Pada akhir pekan terakhir event utama, Ficus Lawn juga menghadirkan pemutaran film keluarga.
Migration dijadwalkan pada 26 September pukul 20.00, sedangkan The Wild Robot pada 27 September pukul 19.00.
Dua-duanya berperingkat PG.
Setelah seharian jalan-jalan, duduk santai dan menonton film di ruang terbuka bisa jadi pilihan yang justru disukai anak.
Tidak semua malam di Singapore harus ditutup dengan berpindah ke destinasi berikutnya.

Ya, Lights by the Lake 2026 cocok untuk keluarga dengan anak karena menggabungkan lantern displays, taman terbuka, aktivitas budaya, permainan, kegiatan kreatif, pertunjukan, dan beberapa program khusus keluarga.
Tapi ada satu syarat:
jangan datang dalam kondisi semua orang sudah kelelahan.
Ini terdengar sepele, tetapi sangat menentukan.
Kalau sejak pukul 08.00 anak sudah berjalan keliling Singapore, lalu sore masih shopping, jangan heran kalau baru melihat dua lantern mereka sudah ingin kembali ke hotel.
Untuk hari Lights by the Lake, buat itinerary sedikit lebih ringan.
Tidak perlu melihat semua area.
Pilih satu atau dua yang paling menarik.
Misalnya:
Lakeside Garden → Chinese Garden → kembali ke hotel.
Kalau anak masih semangat, barulah lanjut.
Cari tanggal yang mempunyai aktivitas interaktif.
Lantern making, stamp rally, storytelling, atau stargazing bisa membuat mereka lebih terlibat.
Alih-alih berkata:
“Ayo jalan lagi.”
Anda justru bisa berkata:
“Kita cari stamp berikutnya, yuk.”
Suasananya langsung berbeda.
Prioritaskan kenyamanan.
Jurong Lake Gardens luas, jadi tidak ada kewajiban melihat semua area hanya karena sudah datang jauh-jauh.
Lebih baik menikmati beberapa tempat dengan santai daripada pulang dengan semua orang kelelahan.
Lantern displays berlangsung pukul 18.30–22.30.
Untuk keluarga, saya lebih menyarankan datang menjelang sore daripada terlalu malam.
Kalau tiba ketika hari masih terang, keluarga punya waktu untuk mengenali area taman terlebih dahulu.
Bisa jalan santai, duduk sebentar, memberi anak camilan, lalu menunggu suasana berubah ketika malam mulai datang.
Satu per satu lantern menyala.
Taman yang tadi terlihat biasa mulai berubah.
Transisi seperti ini justru menjadi bagian menarik dari pengalaman Lights by the Lake.
Untuk keluarga, sekitar 2–3 jam bisa dijadikan estimasi awal untuk kunjungan santai.
Bukan durasi resmi, tentu saja.
Kalau hanya ingin melihat beberapa lantern, waktunya bisa lebih singkat.
Kalau mengikuti pertunjukan, workshop, atau ingin menjelajahi beberapa bagian taman, waktunya bisa lebih panjang.
Jangan terlalu terpaku pada jam.
Perhatikan juga kondisi anak.
Kalau ada satu tips yang paling penting untuk hari kunjungan Lights by the Lake, mungkin ini:
sisakan energi untuk malam hari.
Itinerary keluarga sering terlihat bagus ketika masih ada di layar ponsel.
Pagi satu tempat.
Siang dua tempat.
Sore shopping.
Malam festival.
Kelihatannya efisien.
Tapi liburan dengan anak punya ritme sendiri.
Ada yang tiba-tiba lapar. Ada yang ingin duduk. Ada yang mendadak mengantuk padahal baru pukul enam sore.
Karena itu, pilih satu highlight utama pada hari tersebut.
Kalau Lights by the Lake yang ingin dinikmati, tidak masalah membuat agenda siang lebih santai.
Tidak perlu terlalu rumit. Kira-kira alurnya bisa seperti ini:
Pagi
Sarapan santai dan mulai perjalanan tanpa terburu-buru.
10.00–12.00
Kunjungi satu destinasi utama Singapore.
12.00–14.00
Makan siang dan istirahat.
14.00–16.00
Aktivitas ringan atau mulai bergerak ke kawasan Jurong.
16.30–18.00
Menjelajahi Jurong Lake Gardens, Chinese Garden, atau Japanese Garden.
18.00–18.30
Istirahat dan makan ringan.
18.30–21.00
Menikmati Lights by the Lake.
Setelah 21.00
Makan malam atau kembali ke hotel.
Tidak harus mengikuti jam ini persis.
Anggap saja sebagai kerangka.
Kalau anak masih kecil, kurangi aktivitas siang. Kalau bepergian dengan remaja yang masih kuat berjalan, waktunya bisa dibuat lebih fleksibel.
Kalau memungkinkan, beri anak kesempatan tidur atau beristirahat pada siang hari.
Ini terdengar seperti detail kecil.
Tapi anak yang cukup istirahat akan menikmati festival dengan cara yang sangat berbeda dibandingkan anak yang sudah kehabisan energi sejak sore.
Tidak perlu memaksakan terlalu banyak destinasi sebelum ke Jurong.
Pilih aktivitas yang lokasinya masuk akal, makan lebih awal, lalu nikmati Lights by the Lake dengan santai.
Liburan keluarga tidak dinilai dari berapa banyak pin Google Maps yang berhasil dicentang.
Pilihan transportasi tentu tergantung lokasi hotel, jumlah anggota keluarga, usia anak, dan itinerary hari itu.
Pihak penyelenggara mendorong pengunjung menggunakan transportasi publik karena diperkirakan akan ada banyak pejalan kaki selama event.
Transportasi umum bisa menjadi pilihan bagi keluarga yang memang nyaman menggunakannya.
Tapi kebutuhan setiap keluarga berbeda.
Kalau hanya dua orang dewasa dengan barang sedikit, perjalanan tentu relatif sederhana.
Situasinya berubah ketika membawa dua anak, stroller, tas, belanjaan, atau bepergian bersama orang tua.
Apalagi kalau Lights by the Lake hanyalah satu dari beberapa destinasi dalam satu hari.
Private charter biasanya terasa lebih praktis kalau itinerary Anda berbentuk:
Hotel → sightseeing → makan siang → Jurong → Lights by the Lake → makan malam → hotel.
Keluarga tidak perlu memikirkan kendaraan baru setiap kali berpindah tempat.
Untuk grup lebih besar, van dengan sopir juga bisa dipertimbangkan agar semua anggota keluarga tetap bepergian bersama.
Travelincheck melayani private charter mobil dan van dengan sopir di Singapore untuk keluarga Indonesia.
Anda bisa mengirim jumlah penumpang, hotel, dan daftar tempat yang ingin dikunjungi. Kalau Lights by the Lake menjadi salah satu tujuan, itinerary transportasinya bisa disesuaikan sejak awal.
WhatsApp Travelincheck: 0822 8822 2920
Hal-hal sederhana justru sering membuat perjalanan jauh lebih nyaman.
Anda akan berjalan cukup banyak.
Jangan korbankan kenyamanan demi sepatu yang hanya bagus di foto.
Percayalah, kaki yang nyaman membuat mood seluruh keluarga jauh lebih baik.
Malam hari bukan berarti udara Singapore otomatis dingin.
Cuacanya tetap bisa terasa hangat dan lembap, apalagi setelah berjalan cukup jauh.
Pastikan anak cukup minum.
Cuaca tropis sulit ditebak.
Langit yang terlihat aman sore hari belum tentu tetap sama satu jam kemudian.
Payung kecil atau ponco tidak memakan banyak tempat, tetapi bisa sangat membantu.
Ini wajib kalau ada program tertentu yang ingin ditonton.
Lantern displays tersedia setiap hari selama periode 19 September–4 Oktober 2026, tetapi aktivitas seperti LED Lion Dance, stargazing, movie screening, workshop, dan pertunjukan lainnya memiliki jadwal tersendiri.
Jangan sampai anak sudah berharap melihat satu pertunjukan, ternyata acaranya berlangsung besok.
Jurong Lake Gardens merupakan smoke-free garden.
Open flames, termasuk candlelit lantern dan sparklers, tidak diperbolehkan di dalam taman.
Kalau ingin membawa sesuatu untuk anak, pastikan mengikuti ketentuan penyelenggara.
Kalau keluarga Anda berada di Singapore pada periode festival, menurut saya Lights by the Lake layak masuk shortlist.
Terutama kalau Anda:
Tapi tidak perlu memaksakannya.
Kalau hanya punya waktu satu atau dua hari di Singapore dan itinerary sudah sangat padat, pilihlah destinasi yang memang paling ingin dikunjungi keluarga.
Lights by the Lake akan lebih menyenangkan kalau dinikmati tanpa melihat jam setiap lima menit.
Ada alasan mengapa perjalanan keluarga sering dikenang melalui hal-hal kecil.
Bukan selalu atraksi paling mahal.
Kadang justru saat anak tiba-tiba menunjuk lantern favoritnya.
Saat semua berhenti berjalan sebentar karena melihat pantulan cahaya di danau.
Atau ketika perjalanan pulang dipenuhi cerita tentang karakter yang baru mereka kenal malam itu.
Lights by the Lake 2026 punya potensi memberikan momen-momen seperti itu.
Di tengah Singapore yang identik dengan gedung modern, pusat perbelanjaan, dan atraksi besar, Jurong Lake Gardens menawarkan malam dengan ritme yang sedikit lebih pelan.
Kalau tanggal perjalanan Anda cocok, masukkan event ini ke shortlist.
Datang tanpa terburu-buru.
Pilih beberapa hal yang benar-benar ingin dilihat.
Lalu nikmati malamnya bersama keluarga.
Kalau ingin menggabungkan Lights by the Lake 2026 di Jurong Lake Gardens dengan beberapa destinasi Singapore dalam satu hari, Travelincheck dapat membantu kebutuhan transportasi keluarga.
Tersedia rental mobil dan van dengan sopir di Singapore, sehingga itinerary dapat disesuaikan dengan jumlah penumpang, destinasi, dan ritme perjalanan keluarga.
Anda tidak harus sudah punya itinerary sempurna.
Kirim saja rencana awal perjalanan dan kebutuhan keluarga untuk dikonsultasikan.
WhatsApp Travelincheck: 0822 8822 2920

Lights by the Lake 2026 berlangsung pada 19–27 September 2026 di Jurong Lake Gardens. Lantern displays tersedia lebih lama, yaitu 19 September hingga 4 Oktober 2026, pukul 18.30–22.30 setiap hari.
Event berlangsung di Jurong Lake Gardens, Singapore. Lantern displays tersebar di beberapa kawasan, termasuk Lakeside Garden, Chinese Garden, dan Japanese Garden.
Lantern displays berlangsung mulai 18.30 hingga 22.30. Beberapa program dan pertunjukan memiliki jadwal berbeda, jadi sebaiknya cek kembali jadwal sesuai tanggal kunjungan.
Ya. Lights by the Lake cukup menarik untuk keluarga karena selain lantern displays, ada berbagai program pada tanggal tertentu seperti lantern making, heritage games, stamp activities, movie screening, pertunjukan, dan aktivitas astronomi.
Salah satu highlight tahun 2026 adalah The Legend of the White Snake, yang mengikuti perjalanan Bai Suzhen dan Xu Xian. Ada pula instalasi yang terinspirasi dari Chang’e, Jade Rabbit, Princess Kaguya, dan koi.
Untuk keluarga, sekitar 2–3 jam bisa menjadi estimasi awal untuk kunjungan santai. Jika ingin mengikuti pertunjukan atau menjelajahi beberapa area taman, siapkan waktu lebih panjang.
Tidak. Lantern displays tersedia setiap hari selama periode 19 September–4 Oktober 2026, sedangkan workshop, pertunjukan, stargazing, movie screening, dan aktivitas lainnya memiliki jadwal masing-masing.
Ya, terutama kalau Anda berkunjung bersama keluarga pada periode festival dan ingin mencari aktivitas malam yang berbeda dari destinasi mainstream Singapore. Sebaiknya jangan membuat agenda siang terlalu padat agar anak masih punya energi menikmati festival.
Catatan: Jadwal, program, registrasi, dan ketentuan event dapat berubah. Selalu cek kembali informasi resmi Lights by the Lake sebelum hari kunjungan.
Saat ini belum ada komentar