
Kalau ada satu pengalaman yang hampir selalu saya rekomendasikan kepada teman atau keluarga yang baru pertama kali liburan ke Singapore, jawabannya bukan langsung mengunjungi tempat wisata terkenal. Justru saya akan mengajak mereka mampir ke hawker centre terlebih dahulu.
Alasannya sederhana. Di sinilah Anda bisa merasakan sisi Singapore yang lebih “hidup”. Bukan hanya soal makanannya yang enak, tetapi juga suasana khas yang sulit ditemukan di tempat lain. Anda akan melihat pekerja kantoran yang sedang makan siang, keluarga lokal yang berkumpul saat makan malam, hingga wisatawan dari berbagai negara yang rela mengantre demi semangkuk mi atau seporsi chicken rice legendaris.
Bagi wisatawan Indonesia, terutama yang bepergian bersama keluarga, hawker centre juga menjadi pilihan yang sangat praktis. Dalam satu tempat tersedia puluhan pilihan makanan, sehingga setiap anggota keluarga bebas memilih menu sesuai selera. Anak-anak bisa menikmati chicken rice atau roti prata, sementara orang tua mungkin lebih tertarik mencoba laksa hangat atau fishball noodles yang menjadi favorit warga lokal.
Yang menarik lagi, Anda tidak perlu menyiapkan anggaran besar untuk menikmati kuliner autentik Singapore. Sebagian besar makanan di hawker centre dijual dengan harga yang masih cukup ramah untuk wisatawan, sehingga Anda bisa mencicipi beberapa menu sekaligus tanpa khawatir pengeluaran membengkak.
Hawker Centre Singapore adalah pusat kuliner khas yang menawarkan berbagai makanan lokal dengan harga terjangkau, umumnya sekitar SGD 4–10 per porsi. Beberapa hawker centre yang paling sering direkomendasikan, baik oleh warga lokal maupun wisatawan, antara lain Maxwell Food Centre, Lau Pa Sat, Chinatown Complex Food Centre, dan Old Airport Road Food Centre. Tempat-tempat ini cocok dikunjungi keluarga yang ingin menikmati cita rasa autentik Singapore dengan suasana yang lebih santai.
Menariknya, sebagian besar hawker centre juga berada tidak jauh dari berbagai destinasi wisata populer. Jadi, setelah puas berkeliling Marina Bay, Chinatown, Gardens by the Bay, atau Kampong Glam, Anda bisa langsung menikmati makan siang atau makan malam tanpa perlu memutar jauh dari rute perjalanan.
Bagi keluarga yang ingin memanfaatkan waktu liburan seefisien mungkin, menggabungkan wisata dan kuliner dalam satu itinerary tentu menjadi pilihan yang lebih nyaman.
Wisata kuliner di Singapore akan terasa jauh lebih menyenangkan jika Anda tidak perlu repot memikirkan rute perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya. Apalagi bila membawa anak kecil, orang tua, atau ingin mengunjungi beberapa hawker centre sekaligus dalam sehari.
Dengan layanan private charter bersama sopir dari Travelincheck, Anda bisa lebih fokus menikmati liburan tanpa harus berpindah-pindah transportasi. Rute perjalanan pun lebih fleksibel karena dapat disesuaikan dengan destinasi wisata maupun daftar hawker centre yang ingin dikunjungi.
Jika masih bingung menyusun itinerary, Anda juga bisa berkonsultasi terlebih dahulu melalui WhatsApp Travelincheck di 0822 8822 2920. Tim Travelincheck siap membantu memberikan rekomendasi rute yang nyaman sesuai kebutuhan keluarga selama berada di Singapore.
Banyak orang yang baru pertama kali datang ke Singapore mengira hawker centre hanyalah food court biasa. Padahal, setelah mencobanya sendiri, Anda akan merasakan pengalaman yang sangat berbeda.
Hawker centre adalah pusat kuliner yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat Singapore. Tempat ini dikelola dengan baik dan menjadi rumah bagi puluhan bahkan ratusan penjual makanan yang sudah berjualan selama bertahun-tahun. Tidak heran jika beberapa kios di dalamnya memiliki pelanggan setia yang rela mengantre setiap hari.
Yang membuat hawker centre begitu menarik adalah keberagaman makanannya. Dalam satu area, Anda bisa menemukan hidangan khas Tionghoa, Melayu, India, hingga Peranakan. Semua hadir dengan cita rasa autentik yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Tidak hanya itu, budaya hawker centre juga telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. Pengakuan ini menunjukkan bahwa hawker centre bukan sekadar tempat makan, melainkan bagian penting dari identitas budaya Singapore.
Bagi wisatawan Indonesia, berkunjung ke hawker centre juga menjadi cara yang menyenangkan untuk melihat kehidupan masyarakat setempat dari dekat. Duduk di meja yang sama dengan warga lokal, mendengar berbagai bahasa yang terdengar di sekitar, hingga mencicipi makanan yang sudah terkenal puluhan tahun memberikan pengalaman yang terasa lebih autentik dibanding sekadar makan di restoran.
Satu hal yang paling disukai banyak wisatawan adalah harganya yang relatif terjangkau. Dengan anggaran makan yang sama, Anda bahkan bisa mencoba dua atau tiga jenis makanan sekaligus. Cara ini membuat wisata kuliner terasa lebih seru karena bisa mencicipi lebih banyak menu khas Singapore dalam satu kunjungan.
Kalau tujuan Anda ke Singapore bukan hanya untuk berfoto di tempat wisata, tetapi juga ingin merasakan pengalaman yang benar-benar berbeda, maka hawker centre layak masuk daftar kunjungan.
Banyak keluarga Indonesia yang awalnya hanya berniat mampir sekali. Namun setelah menikmati suasananya, mereka justru kembali lagi di hari berikutnya untuk mencoba menu yang belum sempat dicicipi.
Liburan bersama keluarga sering kali berarti harus menyesuaikan selera makan setiap orang. Ada yang ingin nasi, ada yang lebih suka mi, ada pula yang mencari makanan halal atau menu yang cocok untuk anak-anak.
Di hawker centre, semua pilihan itu tersedia dalam satu tempat. Tidak perlu berpindah restoran hanya karena setiap anggota keluarga menginginkan makanan yang berbeda.
Singapore memang terkenal sebagai kota dengan biaya hidup yang cukup tinggi. Namun urusan makan tidak selalu harus mahal.
Sebagian besar menu di hawker centre dijual mulai sekitar SGD 4 hingga SGD 10 per porsi. Dengan budget yang lebih hemat, Anda tetap bisa menikmati makanan khas Singapore yang sering direkomendasikan warga lokal.
Ada kepuasan tersendiri saat menikmati makanan di tempat yang memang menjadi favorit penduduk setempat.
Anda bisa melihat suasana makan siang para pekerja kantoran, keluarga yang berkumpul di akhir pekan, hingga wisatawan yang sibuk berburu kuliner legendaris. Pengalaman sederhana seperti ini sering kali justru menjadi cerita yang paling diingat sepulang liburan.
Hawker centre umumnya memiliki area duduk yang luas dengan pilihan makanan yang sangat beragam.
Anak-anak bisa menikmati menu yang rasanya lebih ringan, sementara orang tua dapat memilih hidangan berkuah atau makanan tradisional yang lebih sesuai dengan selera mereka. Semua bisa makan bersama tanpa harus berpisah tempat.
Keuntungan lain yang sering terlupakan adalah lokasi hawker centre yang strategis.
Misalnya, setelah menikmati sore di Marina Bay, Anda bisa melanjutkan makan malam di Lau Pa Sat. Atau setelah menjelajahi kawasan Chinatown, cukup berjalan sebentar untuk menikmati aneka kuliner di Chinatown Complex Food Centre.
Dengan menyusun rute perjalanan yang tepat, Anda tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga bisa menikmati lebih banyak destinasi dalam satu hari tanpa merasa terburu-buru.
Pada bagian berikutnya, kita akan membahas 10 Hawker Centre Singapore favorit warga lokal yang paling layak Anda kunjungi, lengkap dengan menu andalan, kisaran harga, suasana, serta alasan mengapa tempat-tempat tersebut selalu ramai dikunjungi, baik oleh warga Singapore maupun wisatawan dari berbagai negara.
Salah satu hal yang saya sukai saat liburan ke Singapore adalah mencari tempat makan yang benar-benar ramai oleh warga lokal. Biasanya, kalau antreannya panjang dan mayoritas pengunjungnya orang Singapore, kemungkinan besar makanannya memang enak.
Menariknya, hampir setiap kawasan di Singapore punya hawker centre andalan. Masing-masing memiliki menu khas, suasana yang berbeda, dan pelanggan setianya sendiri. Ada yang cocok untuk sarapan, ada yang paling seru dikunjungi saat malam hari, dan ada juga yang terkenal sebagai surga kuliner legendaris.
Kalau waktu liburan Anda terbatas, tidak perlu mengunjungi semuanya. Pilih saja beberapa yang lokasinya searah dengan itinerary agar perjalanan tetap nyaman, terutama jika membawa anak-anak atau orang tua.
Berikut beberapa hawker centre yang menurut saya paling layak masuk daftar kunjungan.

Kalau ditanya hawker centre mana yang paling sering saya rekomendasikan kepada teman yang baru pertama kali ke Singapore, jawabannya hampir selalu Maxwell Food Centre.
Lokasinya sangat strategis, hanya beberapa menit berjalan kaki dari kawasan Chinatown. Karena itu, banyak wisatawan yang mampir ke sini setelah menikmati bangunan-bangunan tua, berburu oleh-oleh, atau berfoto di jalanan Chinatown yang penuh warna.
Begitu masuk ke area hawker centre, suasananya langsung terasa hidup. Aroma makanan datang dari berbagai arah, suara pengunjung yang sedang mengobrol bercampur dengan aktivitas para penjual yang sibuk menyiapkan pesanan.
Menu yang paling terkenal tentu saja Hainanese Chicken Rice. Daging ayamnya lembut, nasi gurihnya harum, ditambah saus cabai dan jahe yang membuat rasanya semakin nikmat.
Kalau masih ingin mencoba menu lain, Anda juga bisa menemukan popiah, fish soup, congee, hingga berbagai minuman segar yang cocok dinikmati saat cuaca Singapore sedang panas.
Kisaran harga
Cocok untuk
Kalau Maxwell cocok untuk makan siang, maka Lau Pa Sat adalah tempat yang menurut saya paling seru dikunjungi saat malam hari.
Bangunannya sendiri sudah menjadi daya tarik. Arsitektur bergaya kolonial yang berdiri di tengah kawasan gedung pencakar langit menciptakan pemandangan yang unik. Siang hari terlihat elegan, sementara malam harinya berubah menjadi salah satu pusat kuliner paling ramai di Singapore.
Yang paling ditunggu tentu saja ketika Satay Street mulai buka. Jalan di samping hawker centre ditutup untuk kendaraan, lalu berubah menjadi deretan meja makan outdoor dengan aroma sate yang dibakar di mana-mana.
Makan malam di sini terasa berbeda. Sambil menikmati sate, Anda bisa melihat suasana kota Singapore yang masih ramai, lampu gedung-gedung tinggi yang mulai menyala, dan wisatawan dari berbagai negara menikmati malam dengan cara yang sama.
Selain satay, pilihan makanannya juga sangat beragam, mulai dari seafood, laksa, nasi lemak, chicken rice hingga berbagai hidangan Asia lainnya.
Kisaran harga
Waktu terbaik berkunjung
Datanglah sekitar pukul 18.30 ke atas agar bisa menikmati suasana Satay Street yang mulai ramai.
Kalau Anda termasuk tipe yang sulit menentukan mau makan apa, Chinatown Complex Food Centre mungkin akan menjadi tempat favorit.
Hawker centre ini dikenal sebagai salah satu yang terbesar di Singapore. Pilihan makanannya benar-benar banyak, sehingga hampir semua orang bisa menemukan menu sesuai selera.
Anda bisa memulai dengan seporsi Char Kway Teow, lalu lanjut mencicipi roast duck, wanton mee, claypot rice, hingga berbagai dessert tradisional.
Karena kiosnya sangat banyak, saya biasanya menyarankan datang dengan santai. Luangkan waktu berkeliling terlebih dahulu sebelum memutuskan ingin makan di mana. Kadang justru kios yang antreannya panjang adalah tempat yang menyimpan kejutan paling enak.
Sebagian besar makanan di sini juga masih cukup ramah di kantong, berkisar SGD 4–8 per porsi.
Berbeda dengan beberapa hawker centre yang ramai wisatawan, Old Airport Road Food Centre justru lebih sering dipenuhi warga lokal.
Tempat ini mungkin tidak sepopuler Lau Pa Sat di media sosial, tetapi bagi pencinta kuliner Singapore, namanya sudah sangat legendaris.
Banyak kios di sini sudah berjualan puluhan tahun dengan resep yang hampir tidak berubah. Tidak heran jika Anda melihat antrean panjang di beberapa stan, terutama saat jam makan siang.
Kalau berkunjung ke sini, jangan lewatkan Hokkien Mee, Fishball Noodles, Lor Mee, atau Oyster Omelette yang menjadi favorit banyak warga Singapore.
Suasananya memang sederhana, tetapi justru itulah daya tariknya. Anda benar-benar bisa merasakan bagaimana warga lokal menikmati makan siang mereka setiap hari.
Nama Newton Food Centre mungkin sudah tidak asing lagi bagi banyak wisatawan Indonesia.
Tempat ini terkenal sebagai salah satu destinasi makan malam yang menawarkan banyak pilihan seafood segar. Kalau Anda ingin mencoba chili crab, black pepper crab, atau sambal stingray, Newton bisa menjadi pilihan yang tepat.
Meski harga seafood di sini sedikit lebih tinggi dibanding menu biasa di hawker centre lain, suasananya sangat cocok untuk makan bersama keluarga.
Kalau membawa anak-anak, Anda juga tetap bisa menemukan pilihan menu yang lebih sederhana seperti chicken rice, satay, atau mi.
Tidak semua orang menyukai tempat yang terlalu ramai. Kalau Anda lebih suka suasana yang tenang, cobalah mampir ke Tiong Bahru Market.
Kawasan ini dikenal sebagai salah satu lingkungan tertua di Singapore dengan suasana yang lebih santai.
Banyak warga lokal datang ke sini untuk sarapan atau makan siang, sehingga Anda bisa menikmati kuliner sambil melihat aktivitas masyarakat sehari-hari.
Menu seperti Chwee Kueh, Fish Soup, Wanton Mee, dan Lor Mee menjadi beberapa pilihan yang paling sering dicari.
Berjalan masuk ke Tekka Centre seperti membawa Anda ke suasana Little India.
Aroma kari yang harum langsung terasa sejak langkah pertama. Di sepanjang area hawker centre, Anda akan menemukan berbagai makanan khas India dan Melayu yang kaya rempah.
Kalau ingin mencoba sesuatu yang berbeda dari chicken rice atau laksa, pesanlah biryani, roti prata, murtabak, atau segelas teh tarik hangat.
Tempat ini cocok bagi keluarga yang ingin merasakan sisi lain kuliner Singapore yang sangat beragam.
Kalau ingin makan sambil menikmati angin laut, saya lebih memilih East Coast Lagoon Food Village.
Lokasinya berada di kawasan East Coast Park sehingga suasananya jauh lebih santai dibanding hawker centre di pusat kota.
Menjelang sore, banyak keluarga Singapore datang ke sini setelah bersepeda atau berjalan-jalan di taman.
Menikmati chicken wings, satay, seafood, atau oyster omelette sambil melihat matahari mulai terbenam menjadi pengalaman yang terasa berbeda dibanding makan di pusat kota.
Siang hari adalah waktu tersibuk di Amoy Street Food Centre.
Sebagian besar pengunjungnya adalah pekerja kantoran yang datang untuk makan siang. Karena persaingan antar kios cukup tinggi, kualitas makanannya pun terkenal konsisten.
Fish soup, curry noodles, ban mian, chicken rice, hingga wanton mee menjadi beberapa menu yang paling banyak diburu.
Kalau ingin datang ke sini, usahakan sebelum pukul 12 siang agar tidak perlu mengantre terlalu lama.
Bagi wisatawan yang ingin mencoba suasana yang lebih lokal, Golden Mile Food Centre bisa menjadi pilihan menarik.
Tempat ini memang tidak seramai Maxwell atau Lau Pa Sat, tetapi justru di situlah letak daya tariknya.
Anda bisa menikmati berbagai makanan khas Singapore dengan suasana yang lebih santai dan tidak terlalu dipenuhi wisatawan. Cocok bagi yang ingin menikmati makan tanpa terburu-buru sambil melihat keseharian masyarakat setempat.
Kalau waktu Anda di Singapore hanya dua atau tiga hari, tidak perlu memaksakan diri mengunjungi semua hawker centre.
Sebagai gambaran sederhana:
Dengan memilih hawker centre yang sesuai rute perjalanan, Anda bisa menghemat banyak waktu. Misalnya, setelah mengunjungi Chinatown, lanjut makan di Maxwell atau Chinatown Complex. Sementara jika sore hingga malam berada di kawasan Marina Bay, Lau Pa Sat menjadi pilihan yang sangat praktis.
Cara sederhana seperti ini membuat itinerary terasa lebih santai, anak-anak tidak cepat lelah, dan Anda pun punya lebih banyak waktu menikmati suasana Singapore, bukan hanya berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan wisatawan saat pertama kali datang ke hawker centre adalah langsung memesan menu yang terlihat paling ramai. Padahal, setiap hawker centre biasanya punya makanan andalan yang berbeda-beda.
Kalau masih punya waktu beberapa hari di Singapore, saya justru menyarankan untuk mencoba menu yang berbeda setiap kali berkunjung ke hawker centre. Selain lebih seru, Anda juga bisa mengenal kekayaan kuliner Singapore yang merupakan perpaduan budaya Tionghoa, Melayu, India, hingga Peranakan.
Kalau tujuan liburan Anda memang ingin mengeksplorasi makanan lokal, jangan lewatkan juga panduan lengkap wisata kuliner Singapore yang berisi rekomendasi makanan khas, kawasan kuliner, hingga tips berburu kuliner hemat.
Berikut beberapa makanan yang menurut saya sayang untuk dilewatkan.
Rasanya hampir mustahil membahas kuliner Singapore tanpa menyebut Hainanese Chicken Rice.
Meskipun tampilannya sederhana, hidangan ini selalu berhasil membuat banyak orang ingin kembali lagi. Potongan ayam yang lembut dipadukan dengan nasi gurih yang dimasak menggunakan kaldu ayam menghasilkan rasa yang sederhana, tetapi sangat nikmat.
Biasanya chicken rice disajikan bersama saus cabai, jahe, dan kecap asin. Kombinasi inilah yang membuat rasanya semakin lengkap.
Kalau baru pertama kali mencoba kuliner Singapore, menu ini bisa menjadi pilihan yang paling aman untuk seluruh anggota keluarga.
Estimasi harga: sekitar SGD 5–8.
Kalau Anda menyukai makanan berkuah dengan cita rasa yang kaya, jangan lewatkan laksa.
Kuah santannya terasa gurih dengan sedikit sentuhan pedas yang masih cukup bersahabat untuk kebanyakan lidah orang Indonesia. Isiannya pun cukup lengkap, mulai dari mi, udang, fish cake, hingga tauge.
Laksa paling nikmat disantap saat cuaca sedang mendung atau setelah seharian berjalan kaki menjelajahi berbagai tempat wisata.
Estimasi harga: sekitar SGD 5–8.
Berkunjung ke Lau Pa Sat saat malam hari rasanya belum lengkap tanpa memesan satay.
Begitu melewati kawasan Satay Street, aroma daging yang sedang dibakar langsung mengundang rasa lapar. Suasana makan di area terbuka dengan latar gedung-gedung tinggi Singapore memberikan pengalaman yang berbeda dibanding makan di restoran biasa.
Satay biasanya disajikan bersama saus kacang, lontong, irisan bawang, dan mentimun. Cocok dinikmati sambil bersantai bersama keluarga setelah seharian berkeliling kota.
Estimasi harga: sekitar SGD 8–15 per porsi.
Bagi pecinta mi goreng, Char Kway Teow hampir selalu menjadi menu favorit.
Mi pipih dimasak menggunakan api besar sehingga menghasilkan aroma khas yang sering disebut wok hei. Isiannya biasanya berupa udang, kerang, telur, tauge, dan fish cake.
Rasanya gurih, sedikit manis, dan cukup mengenyangkan.
Estimasi harga: sekitar SGD 5–7.
Menu ini menjadi salah satu makanan yang paling sering dipesan warga lokal.
Mi kuning dan bihun dimasak bersama kaldu seafood hingga bumbunya meresap. Biasanya disajikan dengan udang, cumi, sambal, dan perasan jeruk nipis agar rasanya semakin segar.
Kalau Anda suka hidangan laut, Hokkien Mee layak masuk daftar menu yang wajib dicoba.
Estimasi harga: sekitar SGD 5–8.
Tidak semua orang ingin makan makanan yang berbumbu kuat.
Kalau Anda membawa anak kecil atau orang tua, fishball noodles bisa menjadi pilihan yang lebih ringan. Kuahnya bening, bakso ikannya kenyal, dan rasanya cenderung gurih tanpa terlalu banyak rempah.
Menu ini juga cukup mudah diterima oleh lidah orang Indonesia.
Estimasi harga: sekitar SGD 4–7.
Kalau bepergian bersama anak-anak, roti prata sering menjadi penyelamat.
Teksturnya renyah di luar, lembut di dalam, dan bisa dinikmati dengan berbagai pilihan saus, mulai dari kari hingga gula.
Sederhana, tetapi hampir selalu disukai anak-anak.
Estimasi harga: sekitar SGD 3–6.

Banyak orang mengira biaya makan di Singapore pasti mahal. Kenyataannya, kalau Anda memilih makan di hawker centre, anggaran liburan bisa jauh lebih hemat.
Sebagai gambaran, berikut estimasi biaya makan yang cukup realistis.
| Kebutuhan | Estimasi |
|---|---|
| Sarapan | SGD 5–7 |
| Makan siang | SGD 6–8 |
| Makan malam | SGD 8–12 |
| Minuman | SGD 2–4 |
Untuk keluarga berisi empat orang, budget sekitar SGD 80–120 per hari umumnya sudah cukup untuk menikmati berbagai menu khas Singapore dengan nyaman.
Kalau sesekali ingin mencoba seafood seperti chili crab atau kepiting lada hitam, tentu siapkan anggaran tambahan karena harganya memang lebih tinggi dibanding menu biasa.
Liburan keluarga akan terasa lebih menyenangkan kalau waktu makan juga nyaman.
Beberapa hal sederhana berikut bisa membuat pengalaman makan di hawker centre menjadi jauh lebih santai.
Kalau memungkinkan, datanglah sekitar pukul 11.00 untuk makan siang atau sebelum pukul 18.00 saat makan malam.
Selain lebih mudah mendapatkan tempat duduk, Anda juga tidak perlu mengantre terlalu lama.
Anak-anak biasanya lebih mudah menikmati chicken rice, fishball noodles, atau roti prata dibanding makanan yang terlalu pedas atau berbumbu kuat.
Kalau masih ragu, pesan satu porsi terlebih dahulu untuk dicoba bersama.
Karena pilihannya banyak, godaan untuk membeli banyak makanan memang besar.
Namun lebih baik mencicipi sedikit demi sedikit. Selain lebih hemat, Anda juga masih punya kesempatan mencoba menu lain di hawker centre berikutnya.
Sebagian kios menerima pembayaran digital, sementara beberapa lainnya masih menggunakan uang tunai.
Membawa uang tunai secukupnya serta kartu pembayaran internasional akan membuat transaksi menjadi lebih mudah.
Kalau membawa stroller atau bepergian bersama lansia, pilihlah area duduk yang lebih lega agar semua anggota keluarga bisa menikmati makan dengan nyaman.
Kalau ingin menggabungkan wisata dan kuliner dalam satu hari, itinerary berikut bisa menjadi inspirasi.
Mulailah hari dengan sarapan di Tiong Bahru Market sambil menikmati suasana pagi warga Singapore yang masih tenang.
Lanjutkan perjalanan ke kawasan Chinatown.
Setelah berjalan-jalan menikmati bangunan bersejarah atau membeli oleh-oleh, mampirlah ke Maxwell Food Centre atau Chinatown Complex Food Centre untuk makan siang.
Habiskan waktu di kawasan Marina Bay atau Gardens by the Bay.
Nikmati pemandangan kota, berfoto bersama keluarga, lalu bersantai sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
Tutup hari dengan makan malam di Lau Pa Sat.
Suasana Satay Street yang mulai ramai, aroma sate yang dibakar, serta gemerlap lampu gedung-gedung tinggi membuat pengalaman makan malam terasa semakin berkesan.
Banyak keluarga Indonesia biasanya tidak hanya ingin mencoba satu hawker centre. Mereka juga ingin mengunjungi Marina Bay, Merlion Park, Gardens by the Bay, Chinatown, atau Little India dalam hari yang sama.
Kalau rutenya tidak direncanakan dengan baik, sebagian besar waktu justru habis di perjalanan.
Supaya lebih nyaman, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.
Dengan itinerary yang sederhana, perjalanan terasa lebih santai dan anak-anak pun tidak cepat lelah.
Mengunjungi satu hawker centre memang tidak sulit. Namun kalau ingin menikmati beberapa tempat makan sekaligus sambil singgah ke berbagai destinasi wisata populer, perjalanan bisa terasa cukup melelahkan.
Apalagi jika Anda membawa balita, orang tua, atau masih membawa koper setelah check-out hotel.
Karena itulah banyak keluarga Indonesia memilih menggunakan layanan private charter dengan sopir. Perjalanan menjadi lebih fleksibel karena Anda bisa berpindah dari satu hawker centre ke hawker centre lainnya tanpa perlu memikirkan rute atau mencari transportasi di setiap lokasi.
Jika masih bingung menyusun itinerary wisata kuliner, tim Travelincheck siap membantu memberikan rekomendasi rute yang paling efisien sesuai durasi liburan dan kebutuhan keluarga Anda.
Mulai dari airport transfer, city tour, hingga wisata kuliner ke berbagai hawker centre favorit, semuanya dapat disesuaikan agar liburan terasa lebih nyaman dan menyenangkan.
Untuk konsultasi atau informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi WhatsApp Travelincheck di 0822 8822 2920.

Hawker centre adalah pusat kuliner khas Singapore yang berisi puluhan hingga ratusan kios makanan lokal dengan harga yang relatif terjangkau. Tempat ini menjadi salah satu lokasi favorit warga lokal sekaligus destinasi yang banyak dicari wisatawan.
Sebagian besar makanan dijual mulai sekitar SGD 4 hingga SGD 10 per porsi, tergantung jenis makanan dan lokasi hawker centre.
Maxwell Food Centre, Lau Pa Sat, Chinatown Complex Food Centre, dan Tiong Bahru Market menjadi beberapa pilihan yang nyaman karena memiliki banyak variasi menu dan area makan yang luas.
Ya. Banyak hawker centre memiliki kios yang menjual makanan halal. Namun karena tidak semua kios bersertifikat halal, sebaiknya periksa terlebih dahulu sebelum memesan.
Datang sebelum jam makan siang atau sebelum makan malam agar lebih mudah mendapatkan tempat duduk dan menghindari antrean panjang.
Tentu bisa. Dengan menyusun rute berdasarkan lokasi wisata yang akan dikunjungi, Anda dapat menikmati dua hingga tiga hawker centre sekaligus tanpa membuat perjalanan terasa terburu-buru.
Saat ini belum ada komentar