
Kalau Anda pernah datang ke Singapore, kemungkinan besar Chinatown sudah masuk dalam daftar destinasi yang wajib dikunjungi. Kawasan ini memang selalu menarik, mulai dari bangunan bersejarah, deretan kuliner legendaris, hingga suasana khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
Namun, ada satu momen yang membuat Chinatown terasa jauh lebih istimewa, yaitu saat Hungry Ghost Festival berlangsung.
Pada periode ini, suasana kawasan berubah menjadi lebih hidup. Di beberapa sudut jalan, Anda akan melihat meja-meja persembahan yang disusun dengan rapi, aroma dupa yang menguar di udara, lampion yang menghiasi jalanan, hingga panggung hiburan tradisional yang mulai ramai menjelang malam. Bagi wisatawan, terutama yang baru pertama kali datang ke Singapore, pengalaman ini terasa unik karena memperlihatkan sisi budaya yang masih dijaga dengan baik oleh masyarakat setempat.
Meski namanya terdengar cukup menyeramkan, Hungry Ghost Festival bukanlah festival horor. Justru sebaliknya, festival ini menjadi kesempatan yang menarik untuk mengenal tradisi masyarakat Tionghoa sekaligus melihat bagaimana budaya dan kehidupan modern di Singapore dapat berjalan berdampingan.
Bagi keluarga Indonesia yang sedang merencanakan liburan ke Singapore pada tahun 2026, festival ini bisa menjadi pengalaman yang berbeda dari biasanya. Anak-anak dapat belajar mengenal budaya baru, sementara orang tua bisa menikmati suasana Chinatown yang lebih semarak dibandingkan hari-hari biasa.
Agar perjalanan semakin nyaman, ada baiknya Anda menyusun itinerary sejak awal. Terlebih jika bepergian bersama anak kecil atau orang tua, perjalanan yang terencana akan membuat waktu liburan terasa lebih santai. Travelincheck menyediakan layanan private charter dengan sopir untuk membantu keluarga Indonesia menjelajahi Chinatown dan berbagai destinasi populer lainnya di Singapore tanpa perlu repot mengatur perpindahan transportasi.

Hungry Ghost Festival adalah salah satu festival budaya Tionghoa yang telah dirayakan selama ratusan tahun. Festival ini dipercaya sebagai momen ketika arwah leluhur dan roh-roh kembali ke dunia selama bulan ketujuh kalender lunar. Karena itu, masyarakat Tionghoa melakukan berbagai bentuk penghormatan melalui doa, persembahan makanan, pembakaran kertas sembahyang, hingga pertunjukan budaya.
Bagi wisatawan, festival ini bukan sekadar acara tahunan yang menarik untuk difoto. Di balik setiap tradisi yang terlihat, ada nilai penghormatan kepada leluhur dan kebersamaan yang masih dijaga hingga sekarang. Inilah yang membuat Hungry Ghost Festival menjadi salah satu pengalaman budaya paling autentik yang bisa dinikmati saat berada di Singapore.
Festival ini juga dikenal dengan beberapa nama lain, seperti:
Meskipun istilah “Hungry Ghost” terdengar cukup menyeramkan, suasana yang akan Anda temui di Chinatown justru penuh kehidupan. Jalanan dipenuhi warga yang datang beribadah, keluarga yang berkumpul, wisatawan yang menikmati suasana, hingga berbagai pertunjukan budaya yang berlangsung hampir setiap malam.
Bagi masyarakat Tionghoa, Hungry Ghost Festival bukan sekadar tradisi yang diwariskan turun-temurun. Festival ini menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus pengingat akan pentingnya rasa syukur, kepedulian, dan penghormatan terhadap keluarga.
Selama festival berlangsung, Anda akan menemukan berbagai tradisi yang masih dilakukan hingga sekarang, seperti:
Sebagai wisatawan, kita tidak harus memahami seluruh makna spiritual di balik setiap prosesi. Namun, dengan menghargai tradisi yang sedang berlangsung, pengalaman berkunjung akan terasa jauh lebih bermakna.
Berbeda dengan perayaan yang menggunakan kalender Masehi, Hungry Ghost Festival mengikuti kalender lunar, sehingga tanggal pelaksanaannya berubah setiap tahun.
Pada tahun 2026, rangkaian festival diperkirakan berlangsung selama sekitar satu bulan pada bulan ketujuh kalender lunar. Selama periode tersebut, berbagai kawasan di Singapore akan mengadakan kegiatan budaya, meskipun setiap lingkungan memiliki jadwal acara yang berbeda-beda.
Artinya, Anda tidak harus datang tepat pada hari pertama festival. Hampir setiap minggu akan ada aktivitas menarik yang bisa dinikmati, mulai dari persembahan tradisional hingga pertunjukan malam.
Jika ingin mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap, sebaiknya periksa jadwal kegiatan di kawasan Chinatown beberapa hari sebelum keberangkatan. Dengan begitu, Anda bisa menyesuaikan itinerary agar tidak melewatkan acara yang ingin disaksikan.
Menurut pengalaman banyak wisatawan, suasana Chinatown mulai terasa lebih hidup menjelang sore.
Sekitar pukul 17.00 hingga 18.30, cahaya matahari mulai meredup dan aktivitas masyarakat perlahan meningkat. Waktu ini cocok untuk berjalan santai, menikmati suasana jalanan, berburu foto, atau mampir ke toko-toko suvenir tanpa harus berdesakan.
Memasuki pukul 19.00 hingga 21.00, suasana berubah semakin meriah. Lampion mulai menyala, panggung hiburan dipenuhi penonton, dan aroma kuliner dari berbagai penjaja makanan memenuhi udara. Inilah waktu favorit banyak wisatawan untuk menikmati atmosfer Hungry Ghost Festival.
Apabila Anda membawa anak-anak atau orang tua, datang sedikit lebih awal biasanya akan terasa lebih nyaman. Selain udara belum terlalu ramai, Anda juga memiliki lebih banyak waktu untuk menikmati kawasan tanpa terburu-buru.
Meskipun perayaan Hungry Ghost Festival dapat ditemukan di berbagai wilayah Singapore, Chinatown tetap menjadi kawasan yang paling sering direkomendasikan kepada wisatawan.
Alasannya sederhana. Dalam satu area yang relatif mudah dijelajahi dengan berjalan kaki, Anda bisa menikmati perpaduan antara sejarah, budaya, kuliner, dan suasana festival sekaligus.
Tidak heran jika banyak wisatawan sengaja menyisihkan satu sore hingga malam hanya untuk menikmati kawasan ini.
Saat memasuki Chinatown pada masa festival, Anda akan langsung merasakan perbedaannya.
Lampion menghiasi jalan, aroma dupa tercium dari beberapa titik, sementara masyarakat setempat mulai menyiapkan berbagai persembahan. Semua itu menciptakan suasana yang hangat sekaligus membuat wisatawan lebih memahami bagaimana tradisi ini masih dijaga hingga sekarang.
Pengalaman seperti ini sulit ditemukan ketika berkunjung di luar musim festival.
Salah satu daya tarik yang paling ditunggu adalah Getai Show, yaitu pertunjukan hiburan terbuka yang menjadi bagian dari tradisi Hungry Ghost Festival.
Di atas panggung, pengunjung dapat menyaksikan penampilan penyanyi, musik, tari, hingga hiburan yang dipandu dengan suasana penuh semangat.
Walaupun sebagian besar menggunakan bahasa Mandarin atau dialek Tionghoa, suasana meriah yang tercipta tetap bisa dinikmati oleh siapa saja, termasuk wisatawan Indonesia yang baru pertama kali melihat pertunjukan ini.
Keunggulan lain dari Chinatown adalah hampir semua tempat menarik berada dalam jarak berjalan kaki.
Dalam satu kunjungan, Anda dapat mampir ke:
Bagi keluarga yang memiliki waktu liburan terbatas, kondisi ini tentu sangat menguntungkan karena tidak perlu berpindah kendaraan berkali-kali.
Setelah puas menikmati suasana festival, saatnya mengisi tenaga dengan berbagai kuliner khas Singapore.
Pilihan makanannya sangat beragam, mulai dari hidangan lokal, makanan khas Tionghoa, hingga jajanan yang mudah ditemukan di sepanjang kawasan Chinatown.
Banyak wisatawan sengaja mengakhiri perjalanan mereka dengan makan malam di sekitar Chinatown sebelum kembali ke hotel. Cara sederhana ini membuat pengalaman menikmati Hungry Ghost Festival terasa semakin lengkap.
Setelah mengenal lebih dekat apa itu Hungry Ghost Festival, kapan waktu terbaik berkunjung, dan mengapa Chinatown menjadi pusat perayaan yang paling menarik, Anda sudah memiliki gambaran awal untuk menyusun rencana perjalanan.
Pada bagian berikutnya, kita akan membahas aktivitas yang paling menarik untuk dilakukan selama festival, etika yang perlu diperhatikan sebagai wisatawan, tips berkunjung bersama anak, hingga contoh itinerary agar pengalaman menjelajahi Chinatown terasa lebih nyaman dan berkesan.
Begitu matahari mulai terbenam, suasana Chinatown perlahan berubah. Jalanan yang siang tadi dipenuhi wisatawan mulai semakin ramai. Lampu-lampu menyala, aroma makanan dari berbagai penjaja kuliner bercampur dengan wangi dupa yang khas, sementara di beberapa sudut terdengar suara musik dari panggung hiburan.
Inilah momen yang paling ditunggu banyak orang.
Kalau Anda baru pertama kali datang ke Hungry Ghost Festival, jangan buru-buru mengejar semua tempat dalam satu malam. Justru nikmati setiap sudutnya dengan santai. Duduk sejenak, mengamati aktivitas warga, atau sekadar berjalan tanpa tujuan sering kali menjadi pengalaman yang paling berkesan.
Salah satu pemandangan yang paling mudah ditemui selama festival adalah meja-meja persembahan yang diletakkan di depan toko, rumah, maupun area terbuka.
Di atasnya terdapat buah-buahan, makanan, minuman, bunga, lilin, hingga dupa yang disusun dengan sangat rapi.
Bagi masyarakat Tionghoa, semua persembahan tersebut bukan sekadar simbol. Ada makna penghormatan kepada leluhur dan tradisi yang sudah dijaga turun-temurun.
Sebagai wisatawan, Anda cukup mengamatinya dari jarak yang sopan. Tidak perlu menyentuh atau memindahkan apa pun.
Kalau datang bersama anak-anak, momen ini justru bisa menjadi kesempatan yang menarik untuk mengenalkan bahwa setiap negara memiliki budaya dan tradisi yang berbeda, dan semuanya patut dihargai.
Kalau ada satu aktivitas yang paling identik dengan Hungry Ghost Festival, jawabannya adalah Getai Show.
Saat malam tiba, beberapa panggung hiburan mulai dipenuhi penonton. Lampu warna-warni menyala, musik terdengar dari kejauhan, lalu satu per satu penyanyi dan pengisi acara mulai tampil.
Walaupun sebagian besar menggunakan bahasa Mandarin atau dialek Tionghoa, suasananya tetap seru untuk dinikmati. Bahkan banyak wisatawan yang memilih duduk beberapa saat hanya untuk merasakan atmosfernya.
Tidak sedikit juga keluarga lokal yang datang bersama anak-anak mereka. Jadi, suasananya terasa hangat dan penuh kebersamaan.
Anda tidak harus memahami setiap lagu yang dinyanyikan. Cukup duduk, menikmati pertunjukan, dan merasakan bagaimana tradisi ini masih hidup di tengah kota modern seperti Singapore.
Setelah menikmati pertunjukan, sempatkan berjalan santai di Pagoda Street.
Menurut saya, inilah salah satu bagian paling menyenangkan dari berkunjung ke Chinatown.
Di kanan kiri jalan berjajar toko oleh-oleh, kerajinan tangan, camilan khas, hingga berbagai suvenir yang bisa dibawa pulang.
Saat festival berlangsung, suasananya terasa jauh lebih hidup dibanding hari biasa. Banyak wisatawan berhenti untuk mengambil foto, sementara yang lain sibuk memilih oleh-oleh atau sekadar menikmati keramaian.
Kalau ingin berbelanja dengan lebih nyaman, datanglah sebelum malam terlalu larut karena jumlah pengunjung biasanya terus bertambah seiring berjalannya waktu.
Setelah cukup lama berjalan kaki, biasanya perut mulai ikut “protes”.
Untungnya, Chinatown adalah salah satu surga kuliner di Singapore.
Pilihan makanannya sangat beragam. Mulai dari makanan khas Singapore, hidangan Tionghoa, hingga berbagai jajanan yang mudah ditemukan di sepanjang jalan.
Banyak wisatawan sengaja mengakhiri perjalanan mereka dengan makan malam di kawasan ini.
Rasanya memang menyenangkan. Setelah menikmati festival budaya, Anda bisa duduk santai bersama keluarga sambil mencicipi makanan lokal dan berbagi cerita tentang pengalaman yang baru saja dilewati.
Kalau membawa anak-anak, Anda juga tidak perlu khawatir karena tersedia banyak pilihan menu yang ramah untuk keluarga.

Di tengah ramainya Chinatown berdiri Buddha Tooth Relic Temple, salah satu bangunan yang paling mudah dikenali di kawasan ini.
Begitu melangkah masuk, suasananya langsung berubah.
Jika di luar terdengar musik dan keramaian festival, di dalam kuil justru terasa tenang dan damai.
Banyak wisatawan memilih berhenti sejenak di sini untuk beristirahat, menikmati arsitektur bangunan, atau sekadar merasakan suasana yang berbeda.
Kalau ingin masuk, gunakan pakaian yang sopan dan usahakan berbicara dengan suara pelan agar tidak mengganggu orang yang sedang beribadah.
Hungry Ghost Festival memang terbuka untuk wisatawan. Namun, penting diingat bahwa bagi masyarakat setempat, festival ini adalah bagian dari tradisi dan kepercayaan yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
Karena itu, sedikit perhatian terhadap etika akan membuat kunjungan terasa lebih nyaman, baik untuk kita maupun masyarakat lokal.
Kadang rasa penasaran membuat wisatawan ingin melihat lebih dekat isi meja persembahan.
Tidak masalah untuk mengamati atau memotretnya dari jarak yang wajar. Namun, sebaiknya jangan menyentuh makanan, dupa, lilin, ataupun benda-benda yang telah dipersiapkan untuk upacara.
Sesekali Anda mungkin melihat warga sedang berdoa atau melakukan ritual.
Kalau itu terjadi, cukup berhenti sebentar dan beri mereka ruang.
Beberapa menit menunggu tidak akan mengurangi waktu liburan Anda, tetapi justru menunjukkan rasa hormat terhadap budaya yang sedang berlangsung.
Sulit rasanya menahan keinginan mengambil foto di tengah suasana festival yang begitu menarik.
Namun, usahakan untuk tidak memotret wajah orang yang sedang berdoa dari jarak sangat dekat atau menggunakan flash ketika prosesi berlangsung.
Foto suasana jalan, dekorasi, atau panggung hiburan biasanya sudah cukup untuk mengabadikan pengalaman tanpa mengganggu siapa pun.
Kalau membawa anak-anak, jangan hanya mengajak mereka melihat festival.
Ceritakan juga mengapa masyarakat melakukan tradisi tersebut.
Pengalaman sederhana seperti ini sering kali jauh lebih berkesan daripada sekadar berfoto.
Siapa tahu, ketika pulang ke Indonesia nanti, justru cerita tentang Hungry Ghost Festival yang paling mereka ingat dari seluruh perjalanan di Singapore.
Menurut saya, jawabannya ya.
Festival ini memang bukan taman hiburan atau acara khusus anak-anak. Namun justru di sinilah letak nilai menariknya.
Anak-anak bisa melihat secara langsung bagaimana masyarakat di negara lain menjaga tradisi mereka. Sementara orang tua mendapatkan kesempatan untuk mengenalkan pentingnya menghargai perbedaan budaya.
Agar perjalanan tetap nyaman, beberapa hal sederhana berikut bisa membantu:
Liburan bersama keluarga bukan soal berapa banyak tempat yang berhasil dikunjungi, tetapi tentang menikmati setiap momen tanpa terburu-buru.
Ada beberapa hal kecil yang sering dianggap sepele, tetapi cukup berpengaruh saat menikmati Hungry Ghost Festival.
Selain udara lebih nyaman, Anda juga punya waktu menikmati Chinatown sebelum keramaian mencapai puncaknya.
Percayalah, Anda akan lebih banyak berjalan daripada yang dibayangkan.
Sepatu yang nyaman akan membuat perjalanan terasa jauh lebih menyenangkan.
Cuaca Singapore terkenal hangat dan lembap. Jangan sampai terlalu asyik berjalan hingga lupa minum.
Cuaca di Singapore cukup sulit ditebak. Payung kecil di dalam tas sering kali menjadi penyelamat ketika hujan turun tiba-tiba.
Banyak wisatawan ingin mengunjungi lima atau enam tempat dalam satu malam.
Padahal, pesona Hungry Ghost Festival justru terasa ketika Anda berjalan santai, berhenti sesekali, menikmati kuliner, lalu kembali melanjutkan perjalanan tanpa terburu-buru.
Kalau hanya memiliki waktu sekitar setengah hari, itinerary sederhana berikut sudah cukup untuk menikmati suasana Hungry Ghost Festival tanpa merasa kelelahan.
16.00 – Tiba di Chinatown dan mulai berjalan santai menikmati kawasan heritage.
17.00 – Mampir ke Buddha Tooth Relic Temple.
18.00 – Menikmati makan malam di sekitar Chinatown.
19.00 – Berjalan menyusuri jalan-jalan utama sambil melihat suasana festival.
20.00 – Berhenti sejenak menikmati Getai Show.
21.00 – Membeli oleh-oleh sebelum kembali ke hotel.
Kalau masih ingin melanjutkan perjalanan ke Marina Bay, Gardens by the Bay, atau Clarke Quay, sebaiknya gunakan kendaraan yang lebih fleksibel agar tidak perlu berpindah-pindah transportasi saat kawasan sedang ramai. Dengan begitu, seluruh anggota keluarga bisa menikmati malam di Singapore dengan lebih santai hingga perjalanan selesai.
Kalau ini adalah pertama kalinya Anda datang ke Chinatown saat Hungry Ghost Festival, ada satu hal yang mungkin langsung terasa begitu tiba di sana: suasananya jauh lebih hidup dibanding hari-hari biasa.
Semakin sore, jalanan mulai dipenuhi wisatawan, warga lokal, keluarga yang datang untuk mengikuti tradisi, hingga orang-orang yang sekadar menikmati suasana malam. Ada yang berjalan santai sambil membawa kamera, ada yang sibuk mencari tempat makan, dan ada juga yang duduk menikmati pertunjukan di depan panggung Getai.
Justru karena suasananya cukup ramai, sedikit perencanaan akan membuat perjalanan terasa jauh lebih nyaman. Apalagi kalau Anda bepergian bersama anak-anak, orang tua, atau membawa stroller dan koper kecil.
Liburan seharusnya dinikmati tanpa terburu-buru.
Kalau boleh memberi satu saran, jangan datang terlalu malam.
Sekitar pukul 16.30 hingga 17.00 biasanya menjadi waktu yang pas untuk mulai menjelajahi Chinatown.
Saat itu suasana masih relatif santai. Anda bisa berjalan menikmati bangunan-bangunan tua, mampir ke toko suvenir, atau mencari tempat makan favorit sebelum kawasan mulai dipenuhi pengunjung.
Menjelang malam, suasana berubah perlahan.
Lampion mulai menyala, suara musik terdengar dari kejauhan, dan panggung-panggung hiburan mulai dipenuhi penonton. Rasanya menyenangkan bisa melihat perubahan suasana itu secara perlahan, bukan datang ketika semuanya sudah sangat ramai.
Salah satu keuntungan mengunjungi Chinatown adalah lokasinya yang dekat dengan banyak tempat wisata populer.
Daripada bolak-balik berpindah arah, lebih baik susun itinerary yang searah sehingga waktu di perjalanan bisa digunakan untuk menikmati liburan.
Misalnya, setelah puas menikmati Hungry Ghost Festival, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke:
Dengan rute yang lebih rapi, Anda tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga menghemat tenaga. Apalagi jika seluruh anggota keluarga ikut dalam perjalanan.
Kesalahan yang paling sering saya lihat justru bukan soal salah memilih tempat wisata.
Melainkan terlalu banyak memasukkan destinasi ke dalam itinerary.
Pagi sudah keliling Singapore, siang pindah ke tempat lain, malam masih ingin menikmati Hungry Ghost Festival.
Akhirnya bukan liburan yang didapat, tetapi rasa lelah.
Padahal, pesona Chinatown saat festival bukan hanya soal tempat yang dikunjungi.
Kadang momen terbaik justru datang ketika Anda berhenti sejenak di pinggir jalan, menikmati secangkir kopi, melihat orang lalu-lalang, atau duduk bersama keluarga sambil mendengarkan musik dari panggung Getai.
Momen sederhana seperti itu sering kali jauh lebih membekas dibanding sekadar mengejar daftar destinasi.
Kalau sudah sampai di Chinatown, rasanya sayang kalau langsung kembali ke hotel.
Masih ada beberapa tempat menarik yang lokasinya berdekatan dan bisa dikunjungi dalam perjalanan yang sama.
Bangunan ini hampir selalu menjadi pemberhentian pertama wisatawan yang datang ke Chinatown.
Selain arsitekturnya yang megah, suasananya juga sangat tenang.
Masuk ke dalam kuil setelah berjalan di tengah keramaian festival memberikan pengalaman yang kontras, tetapi justru itulah yang membuat kunjungan terasa lebih berkesan.
Kalau mulai lapar, arahkan langkah ke Maxwell Food Centre.
Tempat ini terkenal sebagai salah satu pusat kuliner favorit di Singapore.
Pilihan makanannya banyak, suasananya ramai, dan harganya relatif bersahabat.
Tidak sedikit wisatawan Indonesia yang memasukkan Maxwell Food Centre ke dalam itinerary setiap kali berkunjung ke Singapore.
Tidak jauh dari Chinatown berdiri Sri Mariamman Temple, kuil Hindu tertua di Singapore.
Bangunannya penuh warna dengan detail arsitektur yang sangat menarik.
Keberadaan kuil ini juga menunjukkan bagaimana berbagai budaya dapat hidup berdampingan di Singapore.
Kalau ingin suasana yang lebih tenang, berjalanlah beberapa menit menuju Ann Siang Hill.
Kawasan ini dipenuhi bangunan bergaya heritage, kafe kecil yang nyaman, dan jalanan yang terasa lebih santai.
Cocok untuk beristirahat sejenak setelah menikmati keramaian festival.
Kalau malam masih panjang dan tenaga masih cukup, perjalanan bisa dilanjutkan ke Clarke Quay.
Begitu sampai di sana, suasananya langsung berbeda.
Lampu-lampu kota memantul di permukaan sungai, restoran mulai ramai, dan udara malam terasa lebih santai.
Menutup hari di Clarke Quay setelah menikmati Hungry Ghost Festival menjadi kombinasi yang disukai banyak wisatawan.
Ada beberapa hal sederhana yang sering membuat pengalaman berkunjung menjadi kurang nyaman.
Untungnya, semuanya bisa dihindari dengan sedikit persiapan.
Semakin malam, jumlah pengunjung biasanya semakin banyak.
Kalau ingin berjalan lebih santai dan mengambil foto dengan leluasa, datang lebih awal akan jauh lebih nyaman.
Hungry Ghost Festival adalah tradisi budaya, bukan sekadar acara hiburan.
Menghormati prosesi yang sedang berlangsung, tidak menyentuh persembahan, dan menjaga sikap merupakan bentuk penghargaan kepada masyarakat setempat.
Memang hampir setiap sudut Chinatown terlihat menarik saat festival berlangsung.
Namun, jangan sampai seluruh waktu habis hanya untuk mencari foto terbaik.
Sesekali simpan kamera, nikmati suasananya, dengarkan musik yang terdengar dari kejauhan, atau cukup berjalan santai bersama keluarga.
Percayalah, pengalaman seperti itu biasanya jauh lebih lama diingat daripada isi galeri ponsel.
Singapore memang mudah dijelajahi.
Namun bukan berarti semua tempat harus dikunjungi dalam satu hari.
Liburan yang menyenangkan bukan tentang berapa banyak destinasi yang berhasil dicentang, tetapi tentang seberapa banyak momen yang benar-benar bisa dinikmati.
Hungry Ghost Festival adalah festival budaya masyarakat Tionghoa yang diisi dengan doa, persembahan, dan berbagai tradisi sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
Festival diperkirakan berlangsung selama bulan ketujuh kalender lunar pada tahun 2026. Selama periode tersebut, Chinatown menjadi salah satu kawasan yang paling ramai dikunjungi wisatawan.
Ya. Wisatawan dipersilakan menikmati suasana festival selama tetap menghormati adat, prosesi, dan tradisi yang sedang berlangsung.
Sangat cocok jika didampingi orang tua.
Selain menikmati suasana festival, anak-anak juga bisa belajar mengenal budaya dan tradisi masyarakat Tionghoa secara langsung.
Getai Show adalah pertunjukan hiburan terbuka yang menjadi salah satu ciri khas Hungry Ghost Festival. Biasanya berisi musik, tari, komedi, dan berbagai penampilan panggung yang meriah.
Sekitar 3–5 jam sudah cukup untuk menikmati suasana festival, berburu kuliner, berbelanja oleh-oleh, hingga menyaksikan Getai Show tanpa terburu-buru.
Hungry Ghost Festival memperlihatkan sisi lain dari Singapore yang mungkin belum banyak diketahui wisatawan Indonesia.
Di balik gemerlap gedung pencakar langit dan pusat perbelanjaan modern, masih ada tradisi yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi. Mengunjungi Chinatown pada momen ini bukan sekadar melihat festival, tetapi juga memahami bagaimana budaya tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat.
Kalau Anda datang bersama keluarga, pengalaman ini akan terasa lebih bermakna. Anak-anak bisa belajar mengenal budaya baru, sementara orang tua dapat menikmati suasana malam Chinatown yang penuh warna tanpa harus terburu-buru mengejar banyak destinasi.
Agar perjalanan semakin nyaman, susun itinerary dengan santai dan beri ruang untuk menikmati setiap momen. Setelah puas menjelajahi Chinatown, Anda masih bisa melanjutkan perjalanan ke Marina Bay, Gardens by the Bay, atau Clarke Quay dalam satu hari.
Bila ingin bepergian tanpa repot memikirkan rute, parkir, atau berpindah-pindah kendaraan di tengah ramainya festival, Travelincheck siap membantu melalui layanan private charter dengan sopir. Anda cukup menikmati perjalanan bersama keluarga, sementara urusan transportasi ditangani oleh tim yang berpengalaman.
Semoga panduan ini membantu Anda merencanakan kunjungan ke Chinatown saat Hungry Ghost Festival 2026 dan membuat liburan di Singapore menjadi pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga penuh cerita untuk dikenang.

Saat ini belum ada komentar