
Kalau sudah pernah liburan ke Singapore bersama keluarga, Sentosa mungkin bukan nama yang asing lagi. Pulau ini memang punya banyak pilihan aktivitas, terutama kalau bepergian bersama anak.
Tapi di 2026, ada alasan baru untuk melirik Sentosa lagi.
Namanya Skyslides by Klook, atraksi baru di Skypark Sentosa yang mulai dibuka pada Juni 2026. Di sini ada dua dry slide setinggi 44 meter: Skydrop dan The Big Klook Slide.
Dari foto atau video saja, keduanya memang terlihat seru. Apalagi untuk anak yang sudah mulai suka mencoba aktivitas yang sedikit menantang.
Tapi sebagai orang tua, biasanya ada pertanyaan lain yang muncul.
Anak saya bisa naik atau tidak? Terlalu ekstrem tidak? Berapa harga tiketnya? Dan yang paling penting, apakah Skyslides benar-benar layak mengambil waktu dari itinerary Sentosa yang sudah cukup padat?
Jawaban singkatnya: layak dipertimbangkan, tetapi tidak harus masuk itinerary setiap keluarga.
Skyslides akan terasa lebih menarik kalau anak sudah memenuhi persyaratan wahana, cukup percaya diri dengan ketinggian, dan keluarga memang berencana menghabiskan beberapa jam atau satu hari di Sentosa.
Kalau sudah pernah liburan ke Singapore bersama keluarga, Sentosa mungkin bukan nama yang asing lagi. Menariknya, kawasan ini terus menghadirkan pengalaman baru. Jika Anda sedang mencari wisata baru di Singapore, Skyslides Sentosa menjadi salah satu yang menarik untuk dilirik pada 2026.

Skyslides Sentosa adalah atraksi dual-slide di Skypark Sentosa yang terdiri dari Skydrop dan The Big Klook Slide. Keduanya berada pada ketinggian sekitar 44 meter, tetapi menawarkan sensasi yang cukup berbeda.
Atraksi ini hadir sebagai bagian dari pembaruan Skypark Sentosa pada Juni 2026 dan berada di kawasan Siloso Beach.
Yang menarik, konsepnya bukan sekadar membuat dua perosotan tinggi dengan pengalaman yang sama.
Anda bisa memilih sensasi yang lebih menantang atau pengalaman yang sedikit lebih santai.
Kalau anak termasuk tipe yang setiap melihat wahana ekstrem langsung berkata, “Aku mau coba!”, Skydrop mungkin akan menarik perhatiannya.
Wahana ini dimulai dengan sensasi drop sebelum pengunjung meluncur mengikuti jalurnya dari ketinggian sekitar 44 meter.
Terdengar seru?
Untuk sebagian orang, iya.
Untuk sebagian lainnya, melihatnya dari bawah saja mungkin sudah cukup.
Dan itu tidak masalah.
Saat liburan bersama anak, kita kadang terlalu fokus pada pertanyaan, “Boleh naik atau tidak?” Padahal ada pertanyaan lain yang tidak kalah penting:
“Anaknya sendiri benar-benar mau naik atau tidak?”
Anak mungkin sudah memenuhi persyaratan tinggi badan, tetapi ketika berdiri di lokasi dan melihat sendiri ketinggiannya, keberaniannya bisa berubah.
Lebih baik beri waktu untuk melihat dulu. Jangan sampai sesuatu yang seharusnya menjadi pengalaman menyenangkan malah berubah menjadi momen penuh tekanan.
Kalau Skydrop terdengar sedikit terlalu menegangkan, ada The Big Klook Slide.
Wahana ini berangkat dari ketinggian yang sama, tetapi karakternya lebih santai dan scenic. Ada pula elemen visual dan pencahayaan yang membuat perjalanan turun terasa lebih seperti sebuah pengalaman, bukan sekadar mengejar adrenalin.
Untuk keluarga, pilihan ini mungkin terasa lebih approachable.
Secara sederhana:
| Wahana | Sensasi | Cocok Dipertimbangkan untuk |
|---|---|---|
| Skydrop | Lebih cepat dan intens | Anak lebih besar atau pengunjung pencari sensasi |
| The Big Klook Slide | Lebih santai dan scenic | Keluarga dan pengunjung yang ingin pengalaman lebih ringan |
Kalau datang bersama anak dan belum yakin seberapa berani mereka menghadapi ketinggian, The Big Klook Slide bisa menjadi pilihan pertama yang lebih masuk akal.
Ini mungkin pertanyaan paling penting bagi keluarga Indonesia.
Skyslides Sentosa bisa cocok untuk anak yang sudah memenuhi persyaratan wahana dan nyaman dengan aktivitas dari ketinggian. Namun, memenuhi batas tinggi badan belum tentu berarti anak secara emosional sudah siap mencobanya.
Saat artikel ini ditulis, persyaratan tinggi badan yang tercantum adalah:
Ada juga ketentuan kesehatan dan keselamatan yang perlu diperhatikan.
Karena aturan bisa berubah, sebaiknya cek kembali ketentuan terbaru sebelum membeli tiket, terutama kalau tiket sudah direncanakan dari Indonesia.
Ada anak usia sekolah yang sangat berani mencoba roller coaster.
Ada juga yang biasanya terlihat pemberani, tetapi tiba-tiba mundur setelah melihat wahana dari dekat.
Pengalaman seperti ini sangat wajar saat traveling bersama anak.
Karena itu, kalau memungkinkan, jangan membangun ekspektasi terlalu tinggi sebelum tiba.
Biarkan anak melihat suasananya terlebih dahulu.
Kalau ternyata ia tidak mau naik, tidak perlu dipaksa hanya karena tiket sudah dibeli atau karena “sudah jauh-jauh datang”.
Sentosa punya cukup banyak aktivitas lain.
Liburan keluarga bukan perlombaan mengumpulkan sebanyak mungkin wahana.
Saat artikel ini ditulis, harga Skyslides di Skypark Sentosa ditampilkan mulai dari sekitar S$28 per orang.
Sebagai gambaran:
| Paket | Harga Referensi |
|---|---|
| 2 Slides | sekitar S$28 |
| 3 Slides | sekitar S$33 |
Harga tersebut sebaiknya dipakai sebagai referensi awal untuk menghitung budget, bukan harga pasti untuk tanggal perjalanan Anda.
Harga atraksi di Singapore bisa berubah karena periode kunjungan, promosi, jenis paket, atau kebijakan operator.
Kalau pergi bersama empat anggota keluarga, perbedaan beberapa dolar per orang pun akhirnya cukup terasa.
Jadi sebelum membeli tiket, cek kembali harga terbaru dan pikirkan juga satu hal sederhana:
Apakah semua anggota keluarga memang ingin mencoba?
Tidak harus membeli paket yang sama untuk semua orang kalau kebutuhannya berbeda.
Skyslides berada di Skypark Sentosa, kawasan Siloso Beach, dengan alamat:
30 Siloso Beach Walk, Sentosa Island, Singapore.
Lokasinya justru menjadi salah satu nilai plus atraksi ini.
Kalau sudah berada di Sentosa, Skyslides bisa digabungkan dengan aktivitas lain tanpa harus menjadikannya satu-satunya tujuan hari itu.
Menurut saya, pendekatan seperti ini jauh lebih masuk akal untuk keluarga.
Datang ke Sentosa bukan sekadar untuk naik satu wahana, tetapi membuat satu rangkaian hari yang menyenangkan.
Saat artikel ini ditulis, Skypark Sentosa mencantumkan jam operasional setiap hari sekitar:
11.30–19.30
dengan registrasi terakhir pukul 19.00.
Tetap cek jam terbaru menjelang kunjungan karena operasional bisa berubah.
Untuk keluarga, saya juga tidak menyarankan memilih waktu kunjungan hanya berdasarkan jam buka.
Lihat kebiasaan anak.
Kalau anak biasanya sudah lelah setelah makan siang, mungkin jangan menempatkan aktivitas yang membutuhkan keberanian tepat pada jam tersebut.
Sebaliknya, kalau keluarga memang ingin menikmati Sentosa sampai sore, Skyslides bisa ditempatkan setelah makan dan istirahat.
Itinerary yang bagus mengikuti ritme keluarga, bukan sebaliknya.
Kalau melihat wahananya, mungkin kita berpikir:
“Kan cuma meluncur. Tidak akan lama.”
Dalam perjalanan nyata, biasanya tidak sesederhana itu.
Ada waktu untuk registrasi, antre, memahami instruksi, persiapan, berpindah area, mengambil foto, sampai menunggu anggota keluarga lain selesai.
Belum lagi kalau datang saat weekend atau musim liburan.
Karena itu, jangan membuat itinerary terlalu rapat.
Sisakan buffer.
Lebih enak punya waktu kosong 30 menit untuk duduk, membeli minuman, atau sekadar ngobrol dengan anak daripada setiap selesai satu aktivitas langsung berkata:
“Ayo cepat, kita terlambat ke tempat berikutnya.”
Kalimat seperti itu kalau terlalu sering keluar biasanya menjadi tanda itinerary sudah terlalu padat.
Ini bagian yang membuat Skyslides cukup menarik untuk itinerary Sentosa.
Setelah aktivitas yang memacu adrenalin, keluarga bisa mengubah tempo perjalanan.
Tidak harus langsung mengejar wahana berikutnya.
Karena Skypark berada di kawasan Siloso, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan suasana yang lebih santai.
Anak bisa beristirahat.
Orang tua juga punya waktu untuk duduk sebentar.
Dan kadang, justru bagian seperti inilah yang paling diingat setelah pulang.
Bukan selalu atraksi yang mahal atau wahana paling terkenal.
Bisa saja anak malah paling senang ketika bermain santai, makan es krim, atau ngobrol sambil melihat suasana pantai.
Kesalahan yang cukup mudah dilakukan saat merencanakan Sentosa adalah melihat peta dan berpikir:
“Dekat semua. Sehari pasti bisa banyak.”
Di atas peta memang terlihat begitu.
Dalam praktiknya ada waktu berjalan, antre, mencari tempat makan, ke toilet, anak mulai lelah, berhenti membeli minuman, atau tiba-tiba ada sesuatu yang menarik perhatian mereka.
Kalau bepergian bersama keluarga, saya lebih suka memilih dua atau tiga atraksi yang benar-benar menjadi prioritas.
Sisanya bonus.
Kalau sempat, bagus.
Kalau tidak, perjalanan tetap terasa berhasil.

Tidak ada itinerary yang sempurna untuk semua keluarga.
Tapi pola sederhana seperti ini cukup nyaman sebagai titik awal.
Saat anak masih segar, gunakan waktu pagi untuk aktivitas yang paling ingin dikunjungi keluarga.
Jangan langsung mengejar banyak tempat.
Satu pengalaman yang benar-benar dinikmati sering lebih berharga daripada tiga tempat yang hanya sempat difoto.
Ini penting.
Jangan menganggap makan siang sebagai “waktu kosong” yang harus dibuat sesingkat mungkin.
Duduk.
Makan pelan-pelan.
Biarkan anak istirahat.
Kalau perlu, ubah sedikit itinerary setelah melihat kondisi mereka.
Setelah energi kembali, lanjutkan menuju Skypark Sentosa.
Anak yang memenuhi persyaratan dan memang ingin mencoba bisa memilih Skyslides sesuai tingkat kenyamanannya.
Setelah itu, tidak perlu terburu-buru meninggalkan area.
Nikmati Sentosa sedikit lebih santai.
Kalau anak masih bersemangat, perjalanan bisa dilanjutkan.
Kalau wajahnya sudah mulai lelah, mungkin waktunya kembali ke hotel.
Tidak perlu merasa rugi.
Itinerary keluarga yang bagus bukan itinerary dengan checklist paling panjang.
Yang penting, ketika sampai hotel, anak masih punya energi untuk berkata:
“Besok kita jalan lagi, ya.”
Karena masih baru, ada godaan untuk berpikir Skyslides harus dicoba.
Padahal tidak.
Anda bisa melewatkannya kalau:
Tidak semua atraksi populer harus masuk perjalanan kita.
Dan tidak masuk ke satu tempat bukan berarti liburannya kurang lengkap.
Kadang keputusan terbaik saat traveling bersama keluarga justru berani menghapus satu destinasi dari itinerary.
Menurut saya, Skyslides Sentosa layak dipertimbangkan, terutama kalau anak sudah cukup besar, suka aktivitas adventure, memenuhi persyaratan, dan keluarga memang akan menghabiskan waktu di Sentosa.
Adanya dua karakter slide juga membuat pilihan lebih fleksibel.
Skydrop untuk yang mencari sensasi lebih intens.
The Big Klook Slide untuk pengalaman yang lebih santai dan scenic.
Tetapi kalau ini perjalanan pertama keluarga ke Singapore dan waktu hanya beberapa hari, tidak perlu memaksakan Skyslides masuk itinerary hanya karena sedang baru.
Lihat kembali prioritas keluarga.
Kalau anak lebih senang aktivitas lain, pilih yang memang membuat mereka antusias.
Pada akhirnya, kata worth it dalam liburan keluarga sangat personal.
Supaya perjalanan lebih nyaman:
Tips terakhir menjadi semakin penting kalau setelah Sentosa keluarga masih ingin pergi ke kawasan Singapore lainnya.
Transportasi biasanya terlihat sederhana ketika itinerary masih ada di layar laptop.
Begitu perjalanan dimulai, situasinya bisa berbeda.
Ada anak.
Ada tas.
Mungkin ada stroller.
Ada yang ingin ke toilet.
Ada yang lapar.
Lalu setelah Sentosa ternyata masih ada rencana makan malam di tempat lain.
Kalau itinerary hanya berpusat di Sentosa, Anda punya beberapa pilihan transportasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Tetapi kalau dalam satu hari rutenya seperti:
hotel → destinasi pertama → Sentosa → makan malam → hotel
kenyamanan berpindah tempat mulai menjadi pertimbangan yang cukup penting.
Private transport dengan sopir biasanya lebih layak dipertimbangkan ketika:
Transportasi umum tentu tetap tersedia sebagai alternatif.
Namun kalau membawa keluarga, jangan membandingkan pilihan transportasi dari harga saja.
Pertimbangkan juga waktu, tenaga anak, jumlah orang, barang bawaan, dan berapa kali harus berpindah lokasi.
Kadang pilihan yang sedikit lebih nyaman bisa membuat satu hari perjalanan terasa jauh berbeda.
Setiap keluarga punya gaya liburan sendiri.
Ada yang senang keluar hotel pagi dan baru kembali malam.
Ada yang lebih nyaman punya satu aktivitas utama, makan enak, lalu berjalan santai.
Keduanya sama-sama benar.
Kalau Anda ingin mengunjungi Sentosa sekaligus beberapa destinasi Singapore lainnya dan membutuhkan perjalanan yang lebih fleksibel, Travelincheck menyediakan layanan rental mobil dan private charter dengan sopir di Singapore untuk keluarga Indonesia.
Anda bisa konsultasikan dulu itinerary dan kebutuhan transportasinya.
Tidak harus langsung booking.
Kadang dengan melihat rute perjalanan secara keseluruhan, baru terlihat apakah private charter memang diperlukan atau tidak.
WhatsApp Travelincheck: 0822 8822 2920
Tujuannya sederhana: membuat waktu liburan lebih banyak dipakai untuk menikmati perjalanan, bukan sibuk memikirkan perpindahan dari satu tempat ke tempat berikutnya.

Skyslides by Klook adalah atraksi dual-slide di Skypark Sentosa yang hadir pada 2026. Ada dua pilihan utama, yaitu Skydrop dan The Big Klook Slide. Keduanya berada pada ketinggian sekitar 44 meter tetapi menawarkan karakter pengalaman yang berbeda.
Skyslides mulai dibuka pada 7 Juni 2026 sebagai bagian dari pembaruan Skypark Sentosa.
Skydrop dan The Big Klook Slide sama-sama memiliki ketinggian sekitar 44 meter.
Bisa, selama anak memenuhi persyaratan wahana dan nyaman dengan aktivitas dari ketinggian. Saat artikel ini ditulis, The Big Klook Slide memiliki persyaratan tinggi 1,2–2,0 meter, sedangkan Skydrop 1,4–2,0 meter. Tetap cek ketentuan terbaru sebelum membeli tiket.
Skydrop memberikan pengalaman yang lebih intens dengan sensasi drop di awal. The Big Klook Slide memiliki karakter lebih santai dan scenic sehingga bisa menjadi pilihan yang lebih approachable untuk keluarga.
Saat artikel ini ditulis, harga Skyslides ditampilkan mulai sekitar S$28 per orang. Harga dan paket dapat berubah, jadi cek kembali sebelum tanggal kunjungan.
Saat artikel ini ditulis, Skypark Sentosa mencantumkan jam operasional sekitar 11.30–19.30 setiap hari, dengan registrasi terakhir pukul 19.00. Jam operasional dapat berubah.
Menurut saya, cukup worth it kalau anak memang menyukai aktivitas adventure, memenuhi persyaratan, dan keluarga sudah merencanakan waktu di Sentosa. Kalau anak kurang nyaman dengan ketinggian atau itinerary Singapore sudah padat, Skyslides tidak perlu dipaksakan masuk jadwal.
Kalau mencari pengalaman baru di Sentosa pada 2026, Skyslides jelas menarik untuk dilirik.
Terutama untuk keluarga dengan anak yang sudah cukup besar dan mulai menyukai aktivitas yang sedikit lebih menantang.
Tapi saya tidak akan mengatakan wahana ini wajib.
Kalau anak tertarik, waktunya cukup, dan lokasinya cocok dengan itinerary Sentosa Anda, silakan masukkan.
Kalau tidak, lewati saja tanpa merasa kehilangan sesuatu.
Singapore punya begitu banyak pilihan aktivitas keluarga sehingga tidak mungkin semuanya harus dikunjungi dalam satu perjalanan.
Justru salah satu rahasia liburan keluarga yang lebih nyaman adalah tahu kapan harus menambah destinasi dan kapan harus berhenti menambah itinerary.
Karena beberapa tahun setelah perjalanan selesai, anak mungkin tidak ingat berapa banyak tempat yang berhasil dikunjungi.
Tapi mereka biasanya masih ingat apakah hari itu terasa menyenangkan.
Dan itu yang lebih penting.
Jika Anda sedang menyusun perjalanan keluarga ke Singapore dan membutuhkan rental mobil atau private charter dengan sopir, Travelincheck bisa membantu menyesuaikan transportasi dengan itinerary keluarga Anda.
WhatsApp Travelincheck: 0822 8822 2920.
Saat ini belum ada komentar