
Buat keluarga Indonesia, Singapore sering jadi salah satu pilihan pertama liburan. Dekat, penerbangannya tidak terlalu lama, pilihan tempat wisatanya banyak, dan untuk liburan beberapa hari bersama anak pun rasanya pas.
Tapi begitu mulai melihat kalender November atau Desember, biasanya muncul kekhawatiran lain.
“Katanya akhir tahun Singapore sering hujan. Jadi masih enak nggak buat liburan?”
Jawabannya: masih.
Singapore tetap cocok untuk liburan keluarga menjelang akhir tahun. Hanya saja, November dan Desember memang termasuk periode yang lebih basah. Jadi kalau datang pada periode ini, jangan membuat itinerary yang terlalu kaku.
Siapkan beberapa tempat indoor, manfaatkan cuaca cerah untuk jalan-jalan outdoor, dan anggap perubahan rencana sebagai bagian dari perjalanan.
Karena kalau liburan bersama anak, itinerary yang sedikit berubah sebenarnya bukan masalah besar.
Yang biasanya bikin capek justru ketika kita memaksakan semuanya harus berjalan persis sesuai jadwal.
Sedang menyiapkan liburan keluarga ke Singapore akhir tahun?
Kalau membawa anak dan ingin perjalanan lebih fleksibel, Anda juga bisa merencanakan airport transfer atau private charter dengan sopir sebelum berangkat. Travelincheck bisa membantu menyesuaikan transportasi dengan itinerary keluarga Anda.

Hal pertama yang perlu dipahami: Singapore tetap negara tropis.
Jadi jangan membayangkan Desember seperti musim dingin di Jepang atau Korea. Tidak ada kebutuhan membawa coat tebal atau memenuhi koper dengan sweater.
Udara tetap hangat dan lembap.
Yang berubah menjelang akhir tahun adalah pola hujannya.
Menurut Meteorological Service Singapore, periode November hingga Januari cenderung memiliki curah hujan lebih tinggi. November berada dalam periode inter-monsoon, sementara Northeast Monsoon mulai berlangsung pada Desember hingga awal Maret.
Artinya, kalau Anda datang pada November atau Desember, kemungkinan bertemu hujan memang perlu diperhitungkan sejak membuat itinerary.
November sudah termasuk bulan yang cukup basah.
Berdasarkan data klimatologi 1991–2020, kondisi rata-rata November di Singapore adalah:
November merupakan periode inter-monsoon. Pada periode ini, thunderstorm atau badai petir dapat muncul, terutama pada sore hingga awal malam.
Tapi angka 19 hari hujan jangan langsung diterjemahkan menjadi:
“Waduh, berarti hampir setiap hari liburan bakal gagal.”
Tidak seperti itu.
Yang perlu dilakukan justru membuat jadwal dengan sedikit ruang untuk berubah.
Misalnya pagi terlihat cerah dan cuaca cukup mendukung, manfaatkan untuk jalan-jalan outdoor. Kalau sore mulai hujan, aktivitas bisa dipindahkan ke museum, mall, atau atraksi indoor yang sebelumnya sudah masuk daftar cadangan.
Lebih santai seperti itu.
Nah, Desember memang perlu sedikit lebih diperhatikan.
Memasuki bulan ini, Singapore berada dalam periode Northeast Monsoon.
Berdasarkan data klimatologi 1991–2020:
Pada fase awal Northeast Monsoon, kondisi tertentu seperti monsoon surge juga dapat membawa hujan sedang hingga lebat yang lebih luas dan terkadang berlangsung cukup lama.
Jadi, Desember memang relatif basah, tetapi bukan berarti Singapore berhenti menjadi destinasi liburan.
| Kondisi | November | Desember |
|---|---|---|
| Suhu maksimum rata-rata | 31,2°C | 30,5°C |
| Suhu minimum rata-rata | 24,6°C | 24,3°C |
| Curah hujan rata-rata | 252,3 mm | 331,9 mm |
| Rata-rata hari hujan | 19 hari | 19 hari |
| Periode cuaca | Inter-monsoon | Northeast Monsoon |
| Untuk keluarga | Buat itinerary fleksibel | Sebaiknya selalu punya Plan B |
Justru kalau sudah tahu karakter cuacanya sejak awal, kita bisa datang dengan ekspektasi yang lebih realistis.
Ya, masih sangat memungkinkan.
Terutama kalau akhir tahun memang satu-satunya waktu ketika anak libur dan orang tua bisa mengambil cuti bersama.
Hujan memang lebih sering, tetapi bukan berarti seluruh perjalanan akan habis di dalam hotel.
Yang perlu diubah bukan rencana liburannya.
Cara kita menyusun rencananya yang perlu dibuat lebih fleksibel.
Salah satu alasan paling sederhana tentu karena libur sekolah.
Untuk keluarga dengan anak usia sekolah, mencari waktu ketika semua anggota keluarga sama-sama kosong kadang justru lebih sulit daripada menentukan destinasi.
Singapore juga cukup menyenangkan untuk kondisi cuaca yang berubah-ubah karena pilihan aktivitas indoor-nya banyak.
Kalau satu aktivitas outdoor harus ditunda, masih ada pilihan lain.
Jadi tidak perlu merasa satu hari langsung “hilang” hanya karena turun hujan.
Ada sisi lain yang perlu dipertimbangkan.
Akhir tahun biasanya menjadi periode liburan banyak keluarga. Beberapa destinasi populer bisa lebih ramai dan harga tiket pesawat maupun hotel dapat meningkat pada tanggal-tanggal tertentu.
Lalu ada satu kebiasaan yang sebaiknya dihindari saat liburan bersama anak: terlalu ambisius membuat itinerary.
Kadang sebelum berangkat kita semangat sekali.
Pagi Merlion.
Lanjut Gardens by the Bay.
Makan siang.
Sentosa.
Sore pindah lagi.
Malam masih ingin jalan-jalan.
Di Excel terlihat sempurna.
Begitu dijalankan?
Anak mulai lapar lebih cepat dari jadwal. Ada antrean. Salah satu ingin ke toilet. Hujan turun. Lalu jam tiga sore semua sudah mulai kehilangan tenaga.
Akhirnya orang tua sibuk mengejar itinerary, anak sibuk bertanya kapan kembali ke hotel.
Padahal liburan seharusnya tidak terasa seperti itu.
Lebih baik mengunjungi lebih sedikit tempat, tetapi semuanya menikmati perjalanan.
Kadang iya.
Tapi mengganggu sedikit berbeda dengan merusak seluruh liburan.
Singapore memang memiliki curah hujan yang cukup tinggi. Secara klimatologis, November hingga Januari juga termasuk periode yang lebih basah.
Jadi daripada berharap tidak bertemu hujan sama sekali, lebih realistis kalau sejak awal kita berpikir:
“Kalau nanti hujan, kita mau ke mana?”
Satu pertanyaan sederhana itu bisa membuat perjalanan jauh lebih tenang.
Tidak selalu.
Hujan bisa muncul dalam bentuk shower atau thunderstorm. Namun pada kondisi tertentu selama Northeast Monsoon, hujan juga bisa lebih luas dan bertahan lebih lama.
Karena itu, jangan terlalu percaya dua anggapan yang sering terdengar:
“Desember pasti hujan seharian.”
Belum tentu.
Tapi jangan juga terlalu yakin dengan:
“Tenang, hujan Singapore paling sebentar.”
Belum tentu juga.
Cuaca tetap cuaca.
Yang paling masuk akal adalah mengecek prakiraan terbaru menjelang perjalanan, kemudian cek lagi setiap pagi sebelum keluarga keluar dari hotel.
Tidak perlu buru-buru menghapus seluruh itinerary.
Coba lakukan ini:
Karena itu, untuk liburan keluarga kami lebih suka konsep sederhana:
punya Plan A, tapi selalu simpan Plan B.

Untungnya, Singapore bukan destinasi yang seluruh aktivitas wisatanya bergantung pada cuaca cerah.
Ada cukup banyak pilihan indoor atau kombinasi indoor-outdoor yang bisa menjadi penyelamat itinerary.
Jewel termasuk salah satu tempat yang praktis untuk keluarga.
Bisa dimasukkan pada hari kedatangan, sebelum penerbangan pulang, atau dijadikan alternatif ketika Anda membutuhkan aktivitas indoor.
Apalagi kalau baru mendarat bersama anak.
Kadang jauh lebih nyaman menikmati perjalanan secara perlahan daripada langsung keluar dari bandara dan mengejar tiga destinasi sekaligus.
Gardens by the Bay memang bukan sepenuhnya destinasi indoor.
Namun adanya conservatories membuat area ini cukup menarik untuk itinerary yang fleksibel.
Saat cuaca bagus, nikmati area outdoor.
Kalau kondisi berubah, Anda masih punya pilihan aktivitas yang lebih terlindungi.
Kami juga suka memasukkan area seperti Marina Bay ke itinerary yang tidak terlalu kaku.
Ada kombinasi area outdoor, tempat makan, mall, dan berbagai lokasi indoor di sekitarnya.
Jadi ketika hujan datang, keluarga masih punya beberapa pilihan.
Setelah cuaca membaik, baru kembali jalan-jalan di luar.
Sebelum berangkat, coba simpan minimal dua atau tiga tempat wisata indoor Singapore yang cocok dengan usia anak.
Tidak harus langsung dimasukkan ke jadwal.
Anggap saja sebagai kartu cadangan.
Catat lokasi dan jam operasionalnya.
Kalau suatu sore tiba-tiba hujan, Anda tidak perlu berdiri sambil memegang payung dan sibuk mencari:
“Sekarang kita mau ke mana?”
Tinggal buka daftar yang sudah disiapkan.
Tetap bisa masuk itinerary.
Hanya saja, jangan memperlakukan seluruh Sentosa sebagai aktivitas yang bebas dari pengaruh cuaca.
Sebelum berangkat, buat dua skenario:
Plan A: cuaca bagus.
Plan B: hujan atau aktivitas outdoor kurang nyaman.
Tidak perlu rumit.
Yang penting keluarga tahu pilihannya.
Tidak ada itinerary yang bisa menjamin Anda tidak akan bertemu hujan.
Jadi daripada berusaha membuat jadwal “anti hujan”, lebih baik membuat jadwal yang mudah diubah ketika hujan datang.
Bangun pagi, buka prakiraan cuaca.
Kalau kondisi terlihat cukup baik, pertimbangkan mendahulukan aktivitas outdoor.
Misalnya jalan-jalan di area Marina Bay atau menikmati bagian outdoor Gardens by the Bay.
Intinya bukan bahwa semua aktivitas outdoor wajib dilakukan pagi hari.
Prinsipnya sederhana:
kalau cuaca sedang bagus, manfaatkan.
Setelah makan siang, Anda bisa mengarah ke museum, mall, conservatory, atau atraksi indoor lainnya.
Selain lebih aman ketika cuaca berubah, ini juga bisa menjadi kesempatan anak untuk sedikit mengurangi aktivitas berjalan di udara yang lembap.
Misalnya sore seharusnya ada aktivitas outdoor.
Kalau cerah, lanjut.
Kalau hujan, pindahkan salah satu aktivitas indoor dari hari berikutnya.
Besok, kalau cuaca membaik, masukkan kembali aktivitas yang tertunda.
Tidak perlu merasa itinerary “gagal” hanya karena urutannya berubah.
Untuk perjalanan bersama anak, itinerary yang bagus bukan itinerary yang berhasil mencentang paling banyak destinasi.
Yang bagus adalah itinerary yang membuat semua orang masih punya energi untuk tersenyum saat kembali ke hotel.
Ada beberapa hal kecil yang sering terasa sepele sebelum berangkat, tetapi cukup membantu setelah perjalanan dimulai.
Ini mungkin salah satu kesalahan paling umum.
Kita sudah keluar uang untuk tiket pesawat dan hotel, jadi rasanya sayang kalau tidak mengunjungi semuanya.
Padahal anak tidak menghitung keberhasilan liburan berdasarkan jumlah tempat yang berhasil didatangi.
Kadang yang mereka ingat justru hal sederhana.
Es krim setelah jalan-jalan.
Duduk melihat lampu kota.
Atau makan malam sambil cerita tentang tempat yang baru dikunjungi.
Berikan ruang untuk momen seperti itu.
Tidak perlu lima.
Satu atau dua opsi setiap hari sudah cukup.
Misalnya:
Plan A: aktivitas outdoor.
Plan B: museum atau atraksi indoor di area yang tidak terlalu jauh.
Ketika hujan datang, keputusan jadi lebih cepat.
Udara Singapore yang lembap ditambah banyak berjalan bisa membuat anak lebih cepat lelah.
Kalau mereka mulai kehilangan mood, istirahat sebentar.
Tidak ada yang salah dengan kembali ke hotel di tengah hari kalau memang dibutuhkan.
Destinasi bisa dikunjungi lagi.
Mood seluruh keluarga kadang lebih sulit diperbaiki.
Jangan hanya melihat prakiraan seminggu sebelum berangkat lalu menganggap kondisinya pasti sama.
Cek lagi mendekati keberangkatan.
Setelah sampai Singapore, biasakan melihat prakiraan setiap pagi.
Lima menit melihat kondisi cuaca bisa membantu Anda menentukan apakah aktivitas outdoor sebaiknya didahulukan atau ditunda.
Saat merencanakan liburan, kita sering fokus pada tempat yang ingin dikunjungi.
Padahal ada bagian lain yang cukup menguras energi:
perjalanan dari satu tempat ke tempat berikutnya.
Ketika cuaca cerah mungkin terasa biasa saja.
Tapi ketika hujan turun, ada anak yang mulai mengantuk, stroller, tas kecil, barang belanjaan, dan mungkin kakek-nenek ikut perjalanan, ceritanya bisa berbeda.
Untuk kondisi seperti ini, private charter Singapore dengan sopir bisa menjadi salah satu pilihan jika keluarga ingin perpindahan antardestinasi terasa lebih praktis dan itinerary lebih fleksibel.
Bukan berarti semua keluarga harus menggunakannya.
Sesuaikan saja dengan jumlah orang, usia anak, destinasi yang ingin dikunjungi, dan gaya perjalanan keluarga Anda.
Kalau ini pertama kalinya bepergian bersama anak, panduan liburan Singapore bersama anak juga bisa membantu menentukan ritme perjalanan yang lebih nyaman.
Tenang, tidak perlu packing berlebihan.
Singapore tetap hangat.
Yang lebih penting justru barang-barang sederhana yang membantu saat hujan:
Kalau bepergian bersama anak kecil, kami menyarankan satu set pakaian cadangan dimasukkan ke day bag.
Jangan semuanya tinggal di koper hotel.
Pakaian ekstra sering justru dibutuhkan ketika koper sedang jauh.
Boleh.
Tapi bukan karena Desember di Singapore sedang musim dingin.
Rata-rata suhu Desember masih sekitar 26,8°C, dengan rata-rata maksimum harian 30,5°C dan minimum 24,3°C.
Jaket tipis lebih berguna ketika anak atau anggota keluarga merasa dingin di ruangan ber-AC.
Tidak perlu membawa jaket musim dingin yang akhirnya hanya memenuhi koper.
Ada satu bagian dari perjalanan yang sering baru dipikirkan setelah sampai di Singapore:
bagaimana cara berpindah dari satu destinasi ke destinasi berikutnya.
Bayangkan itinerary hari ini:
hotel → Gardens by the Bay → makan siang → Sentosa → makan malam → kembali ke hotel.
Kelihatannya sederhana.
Sekarang tambahkan hujan.
Satu anak sudah mengantuk.
Yang satu lapar.
Ada stroller.
Ada tas.
Mungkin ada kakek atau nenek yang ikut.
Tiba-tiba jarak yang tadinya terasa dekat menjadi sedikit lebih melelahkan.
Private charter dengan sopir biasanya lebih menarik untuk dipertimbangkan ketika:
Tidak harus digunakan setiap hari.
Untuk hari kedatangan dan kepulangan, mungkin Anda hanya membutuhkan airport transfer Changi.
Untuk hari ketika keluarga ingin mengunjungi beberapa destinasi, private charter full day bisa menjadi pilihan.
Intinya sederhana:
pilih transportasi berdasarkan kebutuhan keluarga dan itinerary Anda.
Jangan membuat itinerary justru menjadi lebih rumit karena ingin memaksakan satu cara perjalanan.
Kalau pertanyaannya:
“Apakah kami harus membatalkan rencana ke Singapore hanya karena pergi bulan November atau Desember?”
Menurut kami, tidak.
Singapore tetap worth it untuk liburan keluarga menjelang akhir tahun.
Memang ada kemungkinan hujan yang lebih tinggi. Desember juga sudah masuk periode Northeast Monsoon sehingga cuaca perlu benar-benar diperhitungkan.
Tapi hujan bukan berarti liburan otomatis gagal.
Yang paling penting adalah datang dengan ekspektasi yang tepat.
Siapkan payung.
Jangan terlalu memenuhi itinerary.
Punya beberapa tempat indoor cadangan.
Cek cuaca setiap pagi.
Dan ketika rencana harus berubah, ya sudah, ubah saja.
Tidak perlu merasa perjalanan menjadi kurang sempurna.
Karena setelah beberapa tahun, anak-anak mungkin tidak akan ingat apakah hari kedua seharusnya pergi ke tempat A tetapi akhirnya pindah ke tempat B.
Yang mereka ingat bisa jadi justru momen ketika seluruh keluarga berteduh bersama, mencari tempat makan, bercanda karena sepatu sedikit basah, lalu melanjutkan perjalanan ketika hujan reda.
Dan sering kali, justru momen-momen kecil seperti itulah yang membuat liburan keluarga terasa benar-benar menjadi liburan.
Kalau Anda sedang menyiapkan liburan bersama anak dan ingin perjalanan dari hotel ke beberapa destinasi lebih praktis, Travelincheck menyediakan rental mobil dan van dengan sopir, private charter full day Singapore, serta airport transfer Changi.
Anda bisa kirimkan rencana perjalanan, jumlah penumpang, jumlah bagasi, dan kebutuhan keluarga terlebih dahulu.
Kami bantu melihat pilihan transportasi yang lebih sesuai dengan itinerary Anda.
Konsultasi perjalanan Singapore bersama Travelincheck
WhatsApp: 0822 8822 2920
Tidak harus langsung booking.
Kalau masih menyusun itinerary, Anda bisa mulai dengan konsultasi kebutuhan perjalanan terlebih dahulu.

Ya. Desember tetap cocok untuk liburan Singapore, termasuk bersama anak. Namun, bulan ini termasuk periode dengan curah hujan relatif tinggi. Sebaiknya jangan membuat itinerary terlalu kaku dan selalu siapkan beberapa aktivitas indoor sebagai alternatif ketika cuaca berubah.
Ya, secara klimatologis Desember termasuk bulan yang cukup basah. Berdasarkan data 1991–2020, rata-rata curah hujan Desember sekitar 331,9 mm dengan rata-rata 19 hari hujan.
Tidak selalu. Hujan dapat muncul dalam bentuk shower atau thunderstorm. Namun, pada kondisi tertentu selama Northeast Monsoon, hujan yang lebih luas dan berlangsung lebih lama juga dapat terjadi. Karena itu, cek prakiraan cuaca terbaru selama perjalanan.
Berdasarkan data klimatologi 1991–2020, suhu rata-rata Desember sekitar 26,8°C, dengan rata-rata maksimum harian 30,5°C dan minimum 24,3°C.
Tidak. Singapore tetap beriklim tropis dengan udara hangat dan lembap. Jaket tipis boleh dibawa, terutama untuk anak atau anggota keluarga yang mudah merasa dingin ketika berada di ruangan ber-AC.
Bawa payung lipat, jas hujan ringan, pakaian yang nyaman dan cepat kering, alas kaki yang sesuai, pakaian cadangan anak, serta pelindung stroller jika diperlukan. Simpan barang elektronik dan dokumen penting di bagian tas yang terlindungi dari air.
Cocok. Buat itinerary yang tidak terlalu padat, sisakan waktu istirahat, siapkan destinasi indoor, dan jangan ragu mengubah jadwal jika kondisi cuaca kurang mendukung.
Keluarga bisa mempertimbangkan atraksi indoor di Jewel Changi Airport, conservatories di Gardens by the Bay, museum, mall, dan berbagai atraksi keluarga dalam ruangan. Sebaiknya simpan dua atau tiga pilihan sebelum berangkat sehingga Anda tidak perlu mencari alternatif dari nol ketika hujan turun.
Saat ini belum ada komentar