
Kalau menyebut liburan keluarga ke Johor Bahru, biasanya ada satu nama yang langsung muncul di kepala: LEGOLAND Malaysia.
Apalagi kalau membawa anak. Rasanya LEGOLAND sudah seperti destinasi wajib—bahkan kadang menjadi alasan utama keluarga memilih mampir ke Johor Bahru setelah liburan di Singapore.
Tapi setelah LEGOLAND, lalu ke mana?
Pertanyaan ini cukup menarik karena Johor Bahru sebenarnya punya sisi lain yang sayang kalau dilewatkan. Ada kawasan kota lama yang enak untuk jalan santai, waterfront untuk menikmati sore, tempat shopping, kuliner, sampai beberapa sudut kota yang justru terasa menyenangkan karena tidak perlu dinikmati dengan terburu-buru.
Jadi kalau Anda sedang mencari tempat wisata Johor Bahru selain LEGOLAND, pilihannya sebenarnya cukup banyak.
Hanya saja, untuk perjalanan bersama keluarga, kami tidak menyarankan memasukkan semuanya sekaligus.
Liburan bersama anak punya ritmenya sendiri. Kadang anak masih semangat, kadang baru dua tempat sudah minta makan. Belum lagi kalau membawa stroller, bepergian bersama orang tua, atau harus mengatur beberapa koper.
Karena itu, daripada mengejar banyak tempat, lebih baik pilih destinasi yang memang cocok dengan keluarga Anda.
Liburan ke Johor Bahru dari Singapore bersama keluarga?
Kalau membawa anak, orang tua, stroller, atau beberapa koper, perjalanan akan terasa lebih nyaman jika kendaraan dan rute sudah dipikirkan sejak awal. Travelincheck melayani Singapore–Johor Bahru transfer dengan mobil atau van + sopir sesuai kebutuhan keluarga.
WhatsApp Travelincheck: 0822 8822 2920
Johor Bahru punya banyak pilihan wisata selain LEGOLAND, mulai dari kawasan heritage dan pusat kota, waterfront, kuliner, hingga shopping. Untuk keluarga, pilihan terbaik bukan selalu tempat yang paling populer, tetapi destinasi yang sesuai dengan usia anak, waktu perjalanan, dan lokasi agar itinerary tidak terlalu melelahkan.
Ini yang kadang terlewat ketika merencanakan perjalanan ke JB.
Karena dekat dengan Singapore, Johor Bahru sering diperlakukan sebagai destinasi singkat: menyeberang, ke LEGOLAND, shopping sebentar, lalu kembali.
Padahal kalau punya waktu satu atau dua malam, suasananya bisa terasa berbeda.
Anda tidak harus terus berpindah dari satu atraksi ke atraksi berikutnya. Ada waktu untuk menikmati kota, makan lebih santai, atau membiarkan anak beristirahat setelah seharian bermain.
Buat kami, justru perjalanan seperti inilah yang biasanya lebih nyaman untuk keluarga.
Sebelum masuk ke daftarnya, ada satu hal penting: Anda tidak perlu mengunjungi ketujuh tempat ini dalam satu perjalanan.
Pilih beberapa yang paling cocok.
Kalau hanya punya satu hari, tiga atau empat tempat yang lokasinya searah sudah cukup. Kalau menginap, barulah itinerary bisa dibuat lebih santai.

Setelah melihat Johor Bahru yang modern, menyenangkan juga sesekali masuk ke bagian kota yang suasananya berbeda.
Salah satunya Tan Hiok Nee Heritage Street.
Kawasan ini cocok untuk jalan santai, melihat bangunan lama, mengambil foto, lalu mampir makan atau minum di sekitar area tersebut.
Tidak perlu datang dengan target harus menghabiskan setengah hari di sini.
Justru kami lebih suka memasukkannya sebagai bagian dari city tour. Datang pagi, berjalan sebentar, menikmati suasana, lalu lanjut ke tempat lain yang masih berada di sekitar pusat kota.
Kalau anak sudah cukup besar dan senang berjalan kaki, area seperti ini juga bisa menjadi selingan setelah sebelumnya seharian bermain di theme park.
Bukan atraksi besar, tetapi ada suasana Johor Bahru yang berbeda di sini.
Ada keluarga yang liburannya senang berpindah dari satu atraksi besar ke atraksi berikutnya.
Ada juga yang justru menikmati bagian sederhana dari perjalanan: sarapan santai, berjalan melihat kota, menemukan sudut foto yang menarik, kemudian mencari makan.
Kalau keluarga Anda tipe kedua, kawasan Johor Bahru Old Town layak dimasukkan.
Daya tariknya bukan satu landmark besar.
Yang menarik justru atmosfernya.
Kawasan kota lama juga bisa digabung dengan Tan Hiok Nee sehingga rutenya lebih masuk akal. Anda tidak perlu bolak-balik hanya untuk mengejar daftar tempat wisata.
Untuk repeat traveler yang sudah beberapa kali ke Singapore atau Malaysia, pengalaman seperti ini biasanya terasa lebih segar.
Kita tidak selalu membutuhkan theme park untuk menikmati sebuah kota.
Kalau keluarga menyukai bangunan berarsitektur menarik dan city sightseeing, kawasan Sultan Abu Bakar State Mosque bisa menjadi salah satu stop.
Bangunannya memiliki karakter yang kuat dan sudah lama menjadi salah satu landmark Johor Bahru.
Untuk perjalanan keluarga, kami lebih melihat tempat ini sebagai sightseeing stop daripada destinasi yang membutuhkan waktu berjam-jam.
Datang, menikmati kawasan, mengambil beberapa foto, lalu lanjutkan perjalanan.
Kalau berencana memasuki area tertentu, cek kembali aturan kunjungan dan ketentuan berpakaian yang berlaku pada waktu Anda datang.
Terutama jika membawa anak kecil, tidak perlu memaksakan kunjungan terlalu lama.
Kadang 30 menit yang nyaman jauh lebih menyenangkan daripada satu jam ketika anak sudah mulai bosan.
Ada satu hal yang sering tidak masuk itinerary keluarga: waktu untuk tidak melakukan apa-apa.
Padahal ini penting.
Setelah dari pagi berjalan, masuk-keluar kendaraan, menemani anak, mencari makan, lalu pindah lagi ke tempat berikutnya, biasanya menjelang sore energi mulai turun.
Di titik seperti ini, area waterfront seperti Danga Bay bisa menjadi pilihan.
Tidak perlu datang dengan checklist panjang.
Nikmati saja suasananya.
Berjalan sebentar, duduk, ngobrol, menikmati sore, atau membiarkan anak mengambil jeda sebelum makan malam.
Liburan keluarga tidak harus penuh aktivitas dari pagi sampai malam.
Bahkan sering kali momen paling menyenangkan justru muncul ketika tidak ada yang sedang dikejar.
Kalau agenda utama Anda memang LEGOLAND, perhatikan juga area Iskandar Puteri dan Puteri Harbour.
Secara perencanaan rute, ini menarik karena Anda bisa mengelompokkan aktivitas di area yang sama sebelum bergerak ke pusat Johor Bahru.
Setelah seharian di LEGOLAND, misalnya, tidak selalu bijak langsung mengejar tiga tempat lain di pusat kota.
Anak kemungkinan sudah capek.
Orang tua juga.
Kalau kondisi masih memungkinkan, aktivitas ringan di area sekitar bisa terasa jauh lebih nyaman.
Puteri Harbour menawarkan suasana waterfront dan marina yang bisa dinikmati tanpa harus mengejar banyak hal.
Jalan sebentar, foto bersama, makan, lalu kembali ke hotel.
Sederhana, tetapi sering kali justru pas.
Kalau ada agenda shopping, Johor Premium Outlets bisa menjadi salah satu pilihan.
Tapi ada satu pengalaman yang cukup universal dalam perjalanan keluarga:
“Kita mampir sebentar saja.”
Lalu dua jam kemudian masih belum selesai.
Shopping memang sering memakan waktu lebih lama daripada yang kita bayangkan.
Apalagi kalau bepergian bersama keluarga besar. Ada yang ingin melihat sepatu, ada yang mencari pakaian, anak mulai lapar, lalu seseorang ingin kembali ke toko yang tadi sudah dilewati.
Karena itu, kalau memasukkan shopping ke itinerary, beri waktu yang realistis.
Jangan menaruh terlalu banyak destinasi setelahnya.
Lebih baik menganggap Johor Premium Outlets sebagai salah satu agenda utama pada hari tersebut daripada sekadar “selipan 30 menit”.
Ini bagian yang sering kami rasa penting dalam perjalanan keluarga.
Makan jangan hanya diperlakukan sebagai jeda sebelum pindah ke destinasi berikutnya.
Johor Bahru punya banyak pilihan kuliner dan kawasan makan yang bisa menjadi bagian dari pengalaman liburan itu sendiri.
Bayangkan pagi dimulai dengan sarapan santai di sekitar kawasan kota lama.
Setelah itu baru sightseeing.
Siang berhenti makan tanpa melihat jam setiap lima menit.
Sore lanjut ke satu tempat lagi sebelum akhirnya kembali ke hotel.
Ritmenya jauh lebih nyaman.
Terutama kalau membawa anak atau orang tua.
Tidak ada yang menyenangkan dari punya itinerary hebat kalau semua orang sudah lapar dan lelah.
Jawabannya tergantung siapa yang ikut perjalanan.
Itinerary untuk pasangan dengan dua anak remaja tentu berbeda dengan keluarga yang membawa toddler dan stroller.
Begitu juga perjalanan empat orang tidak bisa disamakan dengan dua keluarga yang bepergian bersama.
Kurangi jumlah destinasi.
Ini mungkin terdengar sederhana, tetapi efeknya besar.
Di peta, jarak antar-tempat bisa terlihat dekat. Lalu muncul pikiran, “Sekalian saja ke sini, habis itu ke sana.”
Masalahnya, anak kecil tidak mengikuti Google Maps.
Mereka punya jam tidur, waktu makan, toilet break, mood, dan kadang tiba-tiba tidak mau turun dari kendaraan.
Kalau biasanya orang dewasa sanggup empat atau lima stop, bersama toddler mungkin tiga stop sudah cukup.
Dan itu tidak masalah.
Anda punya ruang lebih besar untuk mengombinasikan aktivitas.
Misalnya:
LEGOLAND → aktivitas ringan di sekitar Iskandar Puteri → hotel
Kemudian hari berikutnya:
heritage area → city sightseeing → makan siang → shopping atau waterfront
Ada bagian yang menyenangkan untuk anak, tetapi orang tua juga tetap bisa menikmati kota.
Kami akan lebih mengutamakan kenyamanan daripada jumlah tempat.
Perhatikan jarak berjalan kaki.
Perhatikan seberapa sering harus naik-turun kendaraan.
Dan jangan terlalu sering berganti lokasi.
Kalau tiga destinasi bisa disusun dalam satu area, jauh lebih baik daripada mengejar lima destinasi yang tersebar.
Perjalanan terasa lebih tenang dan semua orang masih punya energi saat makan malam.
Nah, di sini kendaraan mulai menjadi bagian penting dari perencanaan.
Misalnya ada delapan orang, beberapa anak, stroller, cabin bag, dan koper besar.
Jangan hanya menghitung:
“Mobil ini muat delapan orang atau tidak?”
Pertanyaan berikutnya justru:
Kopernya mau ditaruh di mana?
Jumlah kursi dan kapasitas bagasi harus dihitung bersamaan.
Karena itu, saat memilih MPV atau van untuk perjalanan Singapore–Johor Bahru, informasikan jumlah penumpang, anak, stroller, dan perkiraan koper sejak awal.
Ya. Untuk keluarga yang ingin menggabungkan LEGOLAND dengan beberapa tempat wisata Johor Bahru lainnya, 2 hari 1 malam bisa menjadi pilihan yang nyaman. Jika membawa toddler, orang tua, atau ingin perjalanan lebih santai, 3 hari 2 malam memberi ruang yang lebih fleksibel.
Bukan karena Johor Bahru harus dijelajahi berhari-hari.
Tetapi karena satu hari di LEGOLAND sendiri sudah cukup menguras energi.
Kalau setelah itu masih memaksakan city tour panjang, biasanya yang tersisa bukan semangat liburan, melainkan pertanyaan:
“Hotel masih jauh?”
Bisa.
Tetapi pilih tujuan utama.
Kalau ingin city tour, fokuslah pada beberapa tempat yang searah.
Kalau tujuan utamanya LEGOLAND, biarkan LEGOLAND menjadi agenda utama.
Terutama jika perjalanan dimulai dari Singapore, Anda tetap perlu memperhitungkan proses perjalanan lintas perbatasan.
Jangan membuat jadwal terlalu presisi.
Sisakan buffer.
Untuk banyak keluarga, ini terasa lebih seimbang.
Hari pertama bisa dipakai untuk LEGOLAND dan area Iskandar Puteri.
Setelah itu makan malam dan istirahat.
Besok paginya baru menjelajahi sisi lain Johor Bahru.
Tidak terburu-buru, tetapi tetap mendapatkan cukup banyak pengalaman.
Kalau ingin melihat contoh rute lebih lengkap, Anda juga bisa membaca Johor Bahru Short Escape: Bagaimana Mengunjungi 7 Destinasi dalam 2 Hari?
Ini cocok untuk keluarga yang memang tidak suka perjalanan terburu-buru.
Anda bisa memisahkan hari bermain, hari city sightseeing, dan waktu shopping atau kuliner.
Buat keluarga dengan toddler atau orang tua, satu hari ekstra seperti ini bisa membuat suasana perjalanan berubah total.
Tidak ada lagi perasaan harus “mengejar waktu”.

Kalau perjalanan dimulai dari Singapore, flow sederhana seperti ini bisa dijadikan gambaran.
Bukan jadwal mati, ya.
Sesuaikan lagi dengan kondisi keluarga dan situasi perjalanan pada hari tersebut.
Singapore → Johor Bahru → LEGOLAND → Iskandar Puteri/Puteri Harbour → hotel → makan malam
Jadikan LEGOLAND sebagai bintang utama hari pertama.
Setelah selesai, lihat kondisi anak.
Kalau masih semangat, lanjutkan dengan aktivitas ringan.
Kalau sudah mulai diam di kendaraan dan matanya berat, tidak perlu memaksakan.
Langsung hotel juga keputusan yang bagus.
Besok masih ada waktu.
Hotel → kawasan heritage → city sightseeing → makan siang → shopping atau waterfront → lanjut perjalanan
Hari kedua bisa dibuat lebih fleksibel.
Kalau keluarga suka foto dan suasana kota lama, berikan waktu lebih panjang di kawasan heritage.
Kalau lebih suka shopping, kurangi sightseeing.
Kalau anak mulai lelah setelah makan siang, hilangkan satu destinasi.
Tidak ada hadiah untuk keluarga yang berhasil mengunjungi tempat terbanyak.
Itinerary yang bagus adalah itinerary yang masih bisa dinikmati sampai perjalanan selesai.
Ini salah satu pertanyaan yang paling sering muncul ketika Johor Bahru digabung dengan liburan Singapore.
Jawabannya: tergantung tujuan.
Anda hanya mempunyai beberapa tujuan utama dan tidak ingin berganti hotel.
Misalnya sudah menginap di Singapore dan ingin ke Johor Bahru untuk satu agenda tertentu.
Bisa dilakukan.
Tetapi jangan membuat day trip seperti itinerary tiga hari yang dipaksa selesai dalam satu hari.
Pilih prioritas.
LEGOLAND menjadi agenda utama dan Anda masih ingin melihat Johor Bahru.
Pilihan ini juga terasa lebih nyaman kalau membawa anak kecil.
Setelah bermain seharian, keluarga bisa langsung makan dan beristirahat.
Besok baru jalan lagi.
Tidak perlu memaksakan semuanya selesai sebelum malam.
Kalau masih memilih area hotel, panduan hotel Johor Bahru untuk keluarga Indonesia bisa membantu menentukan kawasan yang lebih sesuai dengan rencana perjalanan.
Di peta, Singapore dan Johor Bahru terlihat sangat dekat.
Dan memang secara geografis berdekatan.
Tapi perjalanan lintas perbatasan tetap berbeda dengan berpindah dari satu kawasan ke kawasan lain dalam kota yang sama.
Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhitungkan.
Jangan membuat jadwal seperti:
tiba Johor Bahru → 10 menit kemudian harus sudah berada di tempat berikutnya → satu jam kemudian pindah lagi.
Kondisi perbatasan bisa berbeda tergantung hari, jam, periode liburan, dan situasi saat perjalanan.
Karena itu, sisakan waktu.
Kalau ternyata perjalanan lebih lancar, anggap saja Anda mendapat bonus waktu.
Jauh lebih menyenangkan daripada seluruh keluarga panik karena itinerary sudah terlambat sejak pagi.
Setelah perjalanan dari Singapore dan proses perbatasan, anak mungkin ingin makan.
Atau ke toilet.
Atau sekadar duduk sebentar.
Ini hal kecil, tetapi sangat nyata dalam perjalanan keluarga.
Jadi jangan langsung menumpuk banyak destinasi begitu tiba di Johor Bahru.
Mulai dari tujuan utama.
Sisanya fleksibel.
Ini penting kalau menggunakan kendaraan private.
Empat penumpang dengan dua cabin bag tentu berbeda dengan tujuh penumpang, lima koper besar, dan stroller.
Jadi saat merencanakan transportasi Singapore ke Johor Bahru, jangan hanya menyebut jumlah orang.
Sampaikan juga barang bawaan.
Dengan begitu, pilihan kendaraan bisa lebih realistis.
Ini salah satu trik paling sederhana, tetapi efeknya terasa.
Kalau sedang berada di Iskandar Puteri, selesaikan aktivitas di area tersebut sebelum bergerak ke pusat kota.
Kalau sudah masuk kawasan heritage, gabungkan beberapa stop yang berdekatan.
Hindari itinerary yang membuat perjalanan:
barat → pusat kota → barat lagi → pusat kota lagi.
Di layar ponsel mungkin terlihat dekat.
Tapi setelah seharian duduk di kendaraan, anak biasanya punya pendapat berbeda.
Kalau ini pertama kalinya membawa anak ke Johor Bahru, tentu saja LEGOLAND masih sangat layak menjadi highlight.
Tidak perlu sengaja menghindarinya hanya karena ingin mencari sesuatu yang berbeda.
Yang perlu diubah mungkin hanya cara melihat Johor Bahru.
Jangan anggap kota ini sebagai:
Singapore → LEGOLAND → pulang.
Berikan sedikit ruang.
Mungkin pagi berikutnya Anda berjalan di kawasan kota lama.
Makan siang tanpa buru-buru.
Sore duduk bersama anak sambil melihat suasana waterfront.
Tidak ada atraksi besar.
Tidak ada jadwal setiap 30 menit.
Tapi justru dari situ perjalanan terasa seperti liburan.

Kalau perjalanan dimulai dari Singapore dan Anda membawa anak, orang tua, stroller, atau beberapa koper, sebaiknya transportasi direncanakan bersamaan dengan itinerary.
Travelincheck menyediakan layanan Singapore–Johor Bahru transfer dengan mobil atau van + sopir.
Pemilihan kendaraan bisa disesuaikan dengan jumlah penumpang dan barang bawaan sehingga bukan hanya “muat orangnya”, tetapi perjalanan juga tetap nyaman.
Saat berkonsultasi, Anda cukup informasikan:
WhatsApp Travelincheck: 0822 8822 2920
Tidak perlu punya itinerary yang sudah sempurna.
Mulai saja dari rute utama dan kebutuhan keluarga. Destinasi lainnya bisa disesuaikan setelah itu.
Selain LEGOLAND, keluarga bisa menjelajahi kawasan heritage dan Old Town Johor Bahru, melihat landmark kota, menikmati waterfront seperti Danga Bay dan Puteri Harbour, mencoba kuliner, atau menyediakan waktu untuk shopping. Pilih destinasi berdasarkan lokasi agar perjalanan tidak terlalu padat.
Cocok. Johor Bahru memiliki kombinasi theme park, sightseeing, kuliner, waterfront, dan shopping. Untuk keluarga dengan anak kecil, kuncinya adalah membatasi jumlah destinasi dan menyediakan cukup waktu untuk makan, tidur, serta istirahat.
Untuk menggabungkan LEGOLAND dengan beberapa destinasi lain, 2 hari 1 malam sudah cukup menarik. Jika membawa toddler, orang tua, atau ingin tempo yang lebih santai, 3 hari 2 malam bisa terasa lebih nyaman.
Bisa, terutama jika hanya mempunyai beberapa tujuan utama. Namun waktu perjalanan lintas perbatasan perlu diperhitungkan. Hindari memasukkan terlalu banyak destinasi dan selalu sisakan buffer dalam itinerary.
Ada kawasan heritage, Old Town, landmark kota, waterfront, kuliner, serta area Iskandar Puteri. Jadi Johor Bahru tidak harus selalu identik dengan mall, shopping, dan LEGOLAND.
Bisa saja, tetapi belum tentu nyaman untuk semua keluarga. Jika ingin menikmati LEGOLAND dengan maksimal, city tour lebih enak dilakukan pada hari berbeda sehingga anak dan orang tua tidak harus mengejar terlalu banyak tempat.
Day trip cocok jika tujuan Anda hanya satu atau beberapa tempat. Menginap lebih nyaman jika ingin menggabungkan LEGOLAND dengan city sightseeing, terutama untuk keluarga yang membawa anak kecil.
Hari pertama bisa difokuskan pada LEGOLAND dan Iskandar Puteri. Hari kedua dilanjutkan ke kawasan heritage, city sightseeing, makan siang, lalu memilih antara shopping atau waterfront sebelum melanjutkan perjalanan.
Berikan buffer untuk perjalanan lintas perbatasan, jangan membuat jadwal terlalu padat, dan pilih kendaraan berdasarkan jumlah penumpang sekaligus barang bawaan. Jika membawa stroller dan beberapa koper besar, ruang bagasi perlu diperhitungkan sejak awal.
Pada akhirnya, LEGOLAND mungkin tetap menjadi alasan pertama anak-anak ingin datang ke Johor Bahru.
Dan itu tidak masalah.
Tapi perjalanan keluarga biasanya punya cerita yang lebih panjang dari sekadar atraksi yang dikunjungi.
Kadang yang paling diingat justru sarapan bersama sebelum jalan.
Anak tertidur di kendaraan setelah seharian bermain.
Makan malam ketika semua orang sudah capek tapi masih sibuk cerita tentang kejadian hari itu.
Atau sore sederhana ketika tidak ada lagi destinasi yang harus dikejar.
Jadi saat menyusun itinerary Johor Bahru, mungkin pertanyaannya bukan lagi:
“Berapa banyak tempat yang bisa kita kunjungi?”
Tapi:
“Tempat mana yang benar-benar ingin kita nikmati bersama?”
Karena pada akhirnya, liburan keluarga bukan soal siapa yang paling banyak mencentang daftar destinasi.
Yang penting, ketika pulang nanti, semua masih punya cerita menyenangkan untuk dibawa pulang.
Dan kalau perjalanan Johor Bahru Anda dimulai dari Singapore, Travelincheck dapat membantu kebutuhan mobil atau van dengan sopir untuk Singapore–Johor Bahru, disesuaikan dengan jumlah keluarga, koper, dan rencana perjalanan.
WhatsApp Travelincheck: 0822 8822 2920
Saat ini belum ada komentar