
Kalau liburan ke Kuala Lumpur Malaysia biasanya identik dengan foto di depan Petronas Twin Towers, jalan-jalan di Bukit Bintang, lalu berburu makanan enak, kali ini ada satu agenda yang bisa membuat perjalanan keluarga terasa sedikit berbeda.
Namanya Malaysia International Craft Fair (MICF) 2026.
Event kerajinan internasional ini berlangsung di Kuala Lumpur mulai akhir September 2026. Buat keluarga Indonesia yang kebetulan berada di sana pada periode tersebut, MICF bisa menjadi selingan menarik di tengah itinerary yang biasanya dipenuhi mall, landmark, dan wisata kuliner.
Yang menarik, Anda tidak harus menjadi pencinta kerajinan untuk menikmatinya.
Datang bersama anak justru bisa memberikan pengalaman yang berbeda. Anak-anak bisa melihat beragam karya, memperhatikan bagaimana sebuah kerajinan dibuat, mengenal budaya dari negara lain, atau sekadar memilih benda unik yang menarik perhatian mereka.
Malaysia International Craft Fair (MICF) 2026 merupakan event kerajinan internasional di Kuala Lumpur yang menghadirkan artisan, karya kerajinan, demonstrasi, aktivitas budaya, hingga berbagai program untuk pengunjung. MICF 2026 dimulai pada 24 September 2026 di Kuala Lumpur Craft Complex.
Pertanyaannya, apakah event ini cukup menarik untuk dimasukkan ke itinerary keluarga?
Menurut kami, jawabannya sangat tergantung gaya liburan Anda. Mari kita lihat seperti apa acaranya.
Liburan ke Kuala Lumpur bertepatan dengan MICF 2026?
Kalau ingin mampir ke event ini sekaligus mengunjungi beberapa tempat lain, itinerary bisa dibuat lebih fleksibel menggunakan mobil atau van dengan sopir. Travelincheck dapat membantu kebutuhan private charter dan perjalanan keluarga selama berada di Kuala Lumpur.Kalau tanggal perjalanan Anda berada di bulan yang sama, cek juga event Kuala Lumpur September 2026 lainnya agar itinerary bisa disesuaikan dengan acara yang memang sedang berlangsung.

Malaysia International Craft Fair atau MICF 2026 merupakan event kerajinan internasional yang diselenggarakan oleh Kraftangan Malaysia, lembaga di bawah Ministry of Tourism, Arts and Culture (MOTAC).
Tapi jangan langsung membayangkan sebuah bazar yang isinya hanya deretan penjual souvenir.
MICF skalanya lebih luas dari itu.
Di sini, kerajinan tradisional bertemu dengan kreativitas modern. Ada artisan, pelaku industri, karya dari Malaysia dan berbagai negara, demonstrasi pembuatan kerajinan, hingga program fashion dan aktivitas untuk pengunjung.
Program resminya mencakup craft exhibitions, craft demonstrations, domestic and international craft sales, International Fashion Show, Craft Exploration, International Sourcing Programme, serta berbagai visitor engagement activities.
Penyelenggara juga memproyeksikan kehadiran lebih dari 400 exhibitor, dengan partisipasi internasional dari lebih dari 20 negara.
Bagi wisatawan seperti kita, tentu tidak perlu terlalu memikirkan sisi bisnis dari event ini.
Justru yang menarik adalah kesempatan untuk berjalan santai, melihat karya satu per satu, mengobrol dengan keluarga tentang benda-benda yang menarik perhatian, dan mungkin menemukan sesuatu yang tidak akan kita temukan di pusat perbelanjaan biasa.
Kalau baru pertama kali ke Kuala Lumpur, wajar kalau Petronas Twin Towers, KLCC, dan Bukit Bintang masih menjadi prioritas.
Tapi setelah beberapa hari melihat gedung tinggi dan keluar-masuk mall, suasana yang berbeda biasanya terasa menyegarkan.
MICF menawarkan sisi Kuala Lumpur yang lebih dekat dengan seni, tradisi, dan kreativitas.
Buat keluarga Indonesia, ada hal menarik lainnya.
Beberapa jenis kerajinan Malaysia mungkin terasa cukup familiar. Kita sama-sama hidup di kawasan yang kaya akan batik, tenun, ukiran, dan berbagai tradisi kerajinan tangan.
Tapi justru karena terasa dekat, kita bisa melihat perbedaannya.
Motifnya berbeda. Tekniknya bisa berbeda. Cerita di balik sebuah karya pun belum tentu sama.
Dan kalau membawa anak, pengalaman seperti ini kadang jauh lebih berkesan daripada yang kita bayangkan.
Menurut kami, iya, terutama kalau anak sudah mulai tertarik dengan seni, warna, budaya, atau aktivitas kreatif.
Tapi ada satu hal yang perlu diingat.
Jangan datang dengan target harus melihat semuanya.
Orang dewasa mungkin masih betah melihat booth demi booth. Anak belum tentu.
Ada anak yang bisa terpaku cukup lama melihat seorang artisan bekerja. Ada juga yang 30 menit kemudian sudah bertanya, “Setelah ini kita ke mana?”
Dua-duanya normal.
Jadi daripada memaksakan seluruh keluarga mengelilingi setiap sudut pameran, lebih nyaman kalau MICF diperlakukan sebagai salah satu pengalaman dalam perjalanan.
Datang. Lihat bagian yang menarik. Nikmati suasananya. Kalau anak mulai lelah, lanjut ke agenda berikutnya.
Liburan jadi jauh lebih ringan.
Kalau MICF ingin dimasukkan ke itinerary, simpan informasi dasarnya terlebih dahulu.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Event | Malaysia International Craft Fair (MICF) 2026 |
| International Edition | 24–28 September 2026 |
| Domestic Edition | 24 September–5 Oktober 2026 |
| Lokasi | Kuala Lumpur Craft Complex |
| Alamat | Section 63, Jalan Conlay, 50450 Kuala Lumpur |
| Jam buka | 10.00–22.00 setiap hari |
| Penyelenggara | Kraftangan Malaysia |
| Cocok untuk | Keluarga, pencinta budaya, penggemar kerajinan, dan wisatawan |
Ada satu detail yang cukup penting.
Kalau ingin merasakan sisi internasional MICF secara lebih lengkap, perhatikan periode 24–28 September 2026, karena pada tanggal tersebut International Edition dijadwalkan berlangsung.
Sementara Domestic Edition berlangsung lebih panjang hingga 5 Oktober 2026.
Jadi, kalau liburan keluarga jatuh pada awal Oktober, masih ada kesempatan untuk datang.
Tetap cek kembali informasi resmi mendekati hari kunjungan. Untuk event besar, jadwal program, aktivitas, atau ketentuan pengunjung bisa saja mengalami penyesuaian.
Ini bagian yang menurut kami paling menarik.
MICF bukan tempat yang harus dikunjungi dengan checklist panjang.
Lebih enak datang dengan rasa penasaran.
Lihat apa yang menarik perhatian, berhenti kalau ada demonstrasi yang seru, lalu lanjut ketika sudah cukup.
Malaysia punya tradisi kerajinan yang panjang.
Batik, songket, tenun, dan ukiran kayu adalah beberapa contoh yang erat dengan warisan kerajinan di negara ini.
Buat orang Indonesia, beberapa di antaranya tentu bukan sesuatu yang benar-benar asing.
Namun jangan buru-buru merasa, “Oh, di Indonesia juga ada.”
Coba perhatikan lebih dekat.
Cara penggunaan warna, motif, material, sampai filosofi sebuah karya bisa berbeda.
Di situlah perjalanan menjadi menarik.
Kita bukan hanya melihat benda, tetapi juga melihat bagaimana budaya yang secara geografis dekat dengan Indonesia berkembang dengan identitasnya sendiri.
Karena membawa konsep internasional, MICF tidak hanya menampilkan kerajinan dari Malaysia.
Penyelenggara menargetkan partisipasi dari lebih dari 20 negara.
Bayangkan membawa anak berjalan dari satu area ke area lain sambil melihat karya dari budaya yang berbeda-beda.
Tidak harus menjelaskan semuanya.
Kadang cukup bertanya:
“Menurut kamu yang paling bagus yang mana?”
Percakapan sederhana seperti itu justru sering menjadi bagian perjalanan yang paling diingat.
Kalau datang bersama anak, coba cari jadwal craft demonstrations.
Melihat benda yang sudah jadi memang menarik.
Tapi melihat tangan seseorang perlahan mengubah bahan sederhana menjadi sebuah karya biasanya memberikan pengalaman yang berbeda.
Anak bisa melihat bahwa sebuah benda cantik tidak muncul begitu saja.
Ada keterampilan, kesabaran, ketelitian, dan waktu di baliknya.
Tanpa perlu menjadikan liburan seperti kegiatan sekolah, mereka sudah mendapatkan pengalaman belajar secara alami.
Program resmi MICF juga mencantumkan Craft Exploration dan berbagai aktivitas untuk pengunjung.
Untuk keluarga, bagian seperti ini layak diprioritaskan.
Daripada berusaha mengelilingi seluruh pameran, pilih aktivitas yang membuat anak benar-benar terlibat dan penasaran.
Karena detail program bisa berubah, cek jadwal terbaru sebelum datang.
Ada pula International Fashion Show dalam rangkaian MICF 2026.
Ini menarik karena memperlihatkan bahwa dunia kerajinan tidak berhenti pada souvenir atau benda dekoratif.
Kerajinan juga bisa bertemu dengan fashion dan desain modern.
Kalau jadwal pertunjukannya kebetulan cocok dengan waktu kunjungan, tidak ada salahnya memasukkannya ke agenda.
Nah, ini bagian yang biasanya sulit dilewatkan.
MICF memiliki program penjualan kerajinan domestik dan internasional.
Kalau selama ini oleh-oleh dari Kuala Lumpur selalu berakhir dengan makanan, cokelat, atau souvenir yang itu-itu saja, mungkin di sini Anda bisa menemukan sesuatu yang lebih personal.
Tapi satu tips kecil: jangan langsung kalap di booth pertama.
Keliling dulu.
Lihat pilihan yang ada.
Dan kalau membawa anak, pikirkan juga satu hal yang sering baru terasa belakangan: siapa yang akan membawa semua barang belanjaan itu sampai hotel?

Ini pertanyaan yang menurut kami lebih penting daripada sekadar “Apakah event ini bagus?”
Karena event yang bagus belum tentu menyenangkan untuk anak.
MICF lebih tepat dianggap sebagai aktivitas budaya yang santai, bukan tempat bermain seharian.
Salah satu hal yang menyenangkan saat traveling bersama anak adalah melihat rasa penasaran mereka muncul sendiri.
“Ini dibuat dari apa?”
“Kenapa bentuknya seperti itu?”
“Bikin satu ini berapa lama?”
Kadang pertanyaan seperti itu muncul tanpa kita rencanakan.
Tidak perlu memberi penjelasan panjang seperti guru di kelas.
Cukup ikut melihat, bertanya, dan menikmati momennya bersama.
Justru pengalaman seperti ini sering membuat perjalanan keluarga terasa lebih bermakna.
Tidak perlu melihat semuanya.
Cari demonstrasi kerajinan.
Lihat karya dengan bentuk dan warna yang menarik.
Periksa apakah ada Craft Exploration atau aktivitas pengunjung yang sesuai pada hari kedatangan.
Kalau anak sudah mulai bosan, jangan dipaksakan.
Masih ada banyak hal lain yang bisa dilakukan di Kuala Lumpur.
Ini mungkin terdengar sederhana, tapi sering terlupakan ketika menyusun itinerary.
Kita melihat peta dan berpikir:
“Dekat kok. Sekalian saja.”
Lalu satu destinasi ditambah.
Kemudian satu lagi.
Tiba-tiba satu hari penuh dengan tujuh tempat.
Padahal perjalanan bersama anak punya ritmenya sendiri.
Ada waktu makan. Toilet. Anak ingin duduk. Orang tua ingin minum kopi. Ada yang mulai mengantuk. Ada pula yang tiba-tiba ingin melihat sesuatu lebih lama.
Itinerary yang sedikit longgar hampir selalu terasa lebih menyenangkan.
Tidak ada angka yang benar-benar berlaku untuk semua orang.
Tapi untuk menyusun itinerary keluarga, sekitar 2–3 jam bisa dijadikan titik awal jika hanya ingin menikmati beberapa highlight secara santai.
Kalau keluarga memang suka seni dan kerajinan, tentu bisa lebih lama.
Pilih beberapa bagian yang paling menarik.
Lihat demonstrasi, keliling beberapa area, cari oleh-oleh kalau ada yang cocok, kemudian lanjut.
Tidak perlu merasa rugi karena tidak melihat semuanya.
Berikan waktu lebih longgar.
Dengan jadwal yang tidak terlalu ketat, Anda bisa berhenti lebih lama ketika menemukan sesuatu yang menarik tanpa terus-menerus melihat jam.
Salah satu kelebihan lokasi MICF adalah posisinya di pusat Kuala Lumpur.
Jadi kunjungannya relatif mudah dikombinasikan dengan aktivitas lain.
Anda tetap bisa menikmati event tanpa harus mengorbankan satu hari penuh.
Kalau datang bersama keluarga, kami lebih menyukai itinerary berdasarkan alur perjalanan, bukan berdasarkan jumlah tempat.
Tidak perlu mengejar semuanya.
Kalau baru pertama kali ke Kuala Lumpur, area KLCC hampir pasti masuk daftar.
Dan memang sebaiknya begitu.
Melihat Petronas Twin Towers secara langsung tetap menjadi salah satu pengalaman klasik Kuala Lumpur, terutama kalau anak belum pernah datang sebelumnya.
MICF dan KLCC bisa dipertimbangkan dalam hari yang sama selama jadwalnya tidak dibuat terlalu padat.
Setelah dari MICF, Bukit Bintang bisa menjadi pilihan untuk makan atau sekadar menikmati suasana malam Kuala Lumpur.
Karena Kuala Lumpur Craft Complex berada di Jalan Conlay dan relatif dekat dengan kawasan ini, kombinasi tersebut cukup masuk akal untuk itinerary keluarga.
Kalau anak masih punya energi, tambahkan satu destinasi lagi.
Kalau sudah mulai lelah, tidak perlu.
Ada satu prinsip sederhana yang sering kami gunakan ketika merencanakan perjalanan keluarga:
lebih baik pulang membawa tiga pengalaman yang benar-benar dinikmati daripada sepuluh foto dari tempat yang dikunjungi terburu-buru.
Tidak ada itinerary yang cocok untuk semua keluarga.
Tapi gambaran berikut bisa menjadi titik awal.
Pagi
Sarapan santai di hotel, lalu kunjungi satu destinasi utama Kuala Lumpur.
Siang
Makan siang tanpa terburu-buru.
Sore
Menuju Kuala Lumpur Craft Complex dan menikmati MICF 2026.
Malam
Makan malam di sekitar Bukit Bintang atau langsung kembali ke hotel kalau anak sudah lelah.
Sederhana, tapi justru enak dijalani.
Pagi
Berangkat dari hotel menuju area KLCC.
Menjelang siang
Jalan santai dan makan siang.
Siang–sore
Mengunjungi Malaysia International Craft Fair 2026.
Sore
Istirahat atau kembali ke hotel jika diperlukan.
Malam
Bukit Bintang dan makan malam.
Jadwal ini tidak perlu diikuti persis.
Sesuaikan dengan usia anak, lokasi hotel, kondisi keluarga hari itu, dan program MICF yang memang ingin dilihat.
Dan satu hal lagi: jangan menyusun itinerary hanya berdasarkan perkiraan jarak di peta.
Kuala Lumpur punya kondisi lalu lintas yang bisa berubah, terutama pada jam-jam sibuk.
MICF 2026 berlangsung di Kuala Lumpur Craft Complex, Section 63, Jalan Conlay, 50450 Kuala Lumpur.
Karena berada di pusat kota, ada beberapa pilihan untuk mencapai lokasinya.
Untuk solo traveler atau pasangan dengan itinerary sederhana, transportasi umum dan layanan transportasi lainnya tentu bisa menjadi alternatif.
Tapi situasinya biasanya berbeda kalau bepergian bersama keluarga.
Sebelum memilih transportasi, jangan hanya melihat jarak.
Pertimbangkan juga:
Hal-hal seperti ini terlihat sepele saat masih menyusun itinerary di rumah.
Begitu perjalanan dimulai, justru inilah yang paling terasa.
Kalau dalam sehari ingin mengunjungi beberapa tempat, sewa mobil Kuala Lumpur dengan sopir bisa membuat perjalanan lebih fleksibel.
Misalnya:
hotel → KLCC → makan siang → MICF → Bukit Bintang → hotel.
Untuk keluarga atau rombongan yang lebih besar, van dengan sopir juga bisa dipertimbangkan.
Yang paling terasa bukan sekadar punya kendaraan.
Tapi kebebasan untuk mengubah ritme perjalanan.
Anak lelah? Bisa kembali ke hotel lebih awal.
Ternyata betah di MICF? Tinggal sesuaikan agenda berikutnya.
Belanja lebih banyak dari rencana? Tidak perlu membawa barang berpindah-pindah sepanjang hari.
Buat family trip, fleksibilitas seperti ini sering kali jauh lebih berharga daripada itinerary yang terlihat sempurna di atas kertas.
Supaya kunjungan terasa lebih nyaman, ada beberapa hal sederhana yang sebaiknya diperhatikan.
Menurut kami, layak dipertimbangkan.
Terutama kalau tanggal perjalanan keluarga memang bertepatan dengan penyelenggaraan Malaysia International Craft Fair 2026.
MICF cocok untuk keluarga yang ingin:
Tapi tidak perlu memaksakan.
Kalau hanya punya waktu satu atau dua hari di Kuala Lumpur dan ini adalah kunjungan pertama, destinasi ikonik mungkin tetap lebih penting.
Setiap keluarga punya prioritas berbeda.
Dan pada akhirnya, itinerary terbaik bukan itinerary yang paling penuh.
Itinerary terbaik adalah yang masih membuat semua orang tersenyum ketika kembali ke hotel.

Kalau MICF 2026 masuk dalam rencana perjalanan, Anda bisa mengombinasikannya dengan KLCC, Bukit Bintang, wisata kuliner, atau destinasi keluarga lainnya.
Yang sering menjadi tantangan justru bukan menentukan tempat yang ingin dikunjungi.
Melainkan mengatur perpindahan dari satu tempat ke tempat berikutnya tanpa membuat anak dan orang tua kelelahan.
Travelincheck menyediakan layanan mobil dan van dengan sopir di Kuala Lumpur untuk perjalanan keluarga, private charter, city tour, maupun airport transfer KLIA.
Tidak perlu langsung punya itinerary yang sempurna.
Anda bisa konsultasikan jumlah penumpang, lokasi hotel, tempat yang ingin dikunjungi, dan kebutuhan kendaraan terlebih dahulu.
Dari sana, perjalanan bisa dibuat lebih realistis dan nyaman.
Konsultasi transportasi Kuala Lumpur melalui WhatsApp Travelincheck: 0822 8822 2920.
MICF 2026 dimulai pada 24 September 2026. International Edition dijadwalkan berlangsung pada 24–28 September 2026, sementara Domestic Edition berlangsung hingga 5 Oktober 2026. Informasi resmi saat ini menyebut event dibuka pukul 10.00–22.00 setiap hari.
Event berlangsung di Kuala Lumpur Craft Complex, Section 63, Jalan Conlay, 50450 Kuala Lumpur, Malaysia. Lokasinya berada di pusat kota sehingga cukup mudah dikombinasikan dengan agenda di KLCC maupun Bukit Bintang.
Program MICF 2026 mencakup pameran dan penjualan kerajinan domestik maupun internasional, craft demonstrations, Craft Exploration, International Fashion Show, International Sourcing Programme, serta berbagai aktivitas untuk pengunjung.
Bisa. Terutama untuk anak yang tertarik pada seni, warna, proses pembuatan benda, dan aktivitas kreatif. Namun tidak perlu memaksakan anak melihat seluruh pameran. Pilih beberapa aktivitas yang paling menarik agar kunjungan tetap menyenangkan.
Untuk family trip, sekitar 2–3 jam bisa menjadi estimasi awal, bukan aturan baku. Kalau keluarga menyukai seni dan kerajinan atau ingin mengikuti program tertentu, tentu bisa menyediakan waktu lebih lama.
Kunjungan bisa dikombinasikan dengan area KLCC, Petronas Twin Towers, atau Bukit Bintang. Untuk keluarga dengan anak, sebaiknya pilih satu atau dua tempat tambahan saja agar jadwal tidak terlalu padat.
Tidak selalu. Namun untuk keluarga yang membawa anak, stroller, lansia, banyak barang, atau ingin mengunjungi beberapa destinasi dalam sehari, mobil atau van dengan sopir bisa membuat perjalanan lebih fleksibel.
Ada banyak cara menikmati Kuala Lumpur.
Ada yang datang untuk kuliner. Ada yang senang belanja. Ada yang ingin mengejar sebanyak mungkin tempat wisata.
Tapi sesekali, menyisihkan beberapa jam untuk melihat sesuatu yang berbeda justru bisa menjadi bagian perjalanan yang paling diingat.
Mungkin anak akan jatuh cinta pada satu karya yang dilihatnya.
Mungkin Anda menemukan kerajinan kecil untuk dibawa pulang.
Atau mungkin keluarga hanya berjalan santai, melihat-lihat, lalu mengobrol tentang hal-hal baru yang ditemukan hari itu.
Tidak harus menjadi momen besar.
Karena dalam perjalanan keluarga, sering kali justru momen-momen kecil seperti itulah yang akhirnya paling lama kita ingat.
Saat ini belum ada komentar