
Bayangkan sore mulai turun di tengah hijaunya hutan hujan Sabah. Udara terasa lebih sejuk, suasana perlahan berubah, lalu musik mulai terdengar di antara pepohonan.
Bukan di ballroom hotel. Bukan pula di tengah gedung-gedung kota.
Inilah pengalaman yang membuat Sepilok Jazz Festival 2026 terasa berbeda.
Festival yang berlangsung di Sepilok, Sandakan, Sabah ini menarik bukan hanya karena deretan musisi yang tampil. Lokasinya di Rainforest Discovery Centre membuat alam ikut menjadi bagian dari suasana festival.
Buat keluarga Indonesia, perjalanan ke sini juga bisa menjadi kesempatan untuk mengenalkan anak pada sisi lain Malaysia.
Pagi hari melihat orangutan dan mengenal konservasi satwa, siang beristirahat bersama keluarga, lalu sore hingga malam menikmati musik di tengah suasana rainforest.
Jadi, kalau memang ingin datang ke Sepilok Jazz Festival 2026, sayang rasanya kalau hanya datang untuk festival lalu langsung pulang.
Sekalian saja beri waktu beberapa hari untuk menikmati Sepilok dan Sandakan dengan ritme yang lebih santai.
Sepilok Jazz juga bisa dimasukkan ke daftar event Malaysia September 2026 jika Anda sedang mencari pengalaman liburan yang tidak hanya berpusat di Kuala Lumpur.
Sepilok Jazz Festival 2026 berlangsung pada 4–5 September 2026 di Rainforest Discovery Centre (RDC), Sepilok, Sandakan, Sabah, Malaysia. Festival edisi kelima ini memadukan pertunjukan musik dengan suasana rainforest dan bisa dikombinasikan dengan wisata alam serta perjalanan keluarga di Sepilok.
Berikut informasi singkatnya:
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Event | Sepilok Jazz Festival 5th Edition |
| Tanggal | 4–5 September 2026 |
| Lokasi | Rainforest Discovery Centre (RDC) |
| Area | Sepilok, Sandakan |
| Negara Bagian | Sabah |
| Negara | Malaysia |
| Jenis event | Festival musik |
| Organizer | FOSTER |
| Cocok dikombinasikan dengan | Wisata alam, wildlife, dan family trip |
Sepilok Jazz Festival edisi kelima juga masuk dalam kalender resmi event Sabah 2026.

Kalau mendengar kata jazz festival, mungkin yang terbayang adalah panggung besar di pusat kota, gedung pertunjukan, atau ballroom hotel.
Sepilok Jazz punya karakter yang berbeda.
Festival ini berlangsung di Rainforest Discovery Centre, Sepilok. Karena itu, suasana hutan hujan tropis bukan sekadar dekorasi di belakang panggung. Lingkungan alam justru menjadi bagian dari pengalaman menikmati musik.
Dan menurut saya, justru di situlah daya tarik terbesarnya.
Anda tidak harus menjadi penggemar jazz berat untuk tertarik datang.
Bisa saja orang tua datang karena ingin menikmati musik, sementara anak-anak justru paling senang karena sebelumnya sempat melihat orangutan atau menjelajahi suasana hijau Sepilok.
Satu perjalanan, tetapi setiap anggota keluarga punya cerita favoritnya sendiri.
Rainforest Discovery Centre berada di Sepilok, salah satu kawasan yang cukup dikenal untuk wisata alam dan konservasi di Sabah.
Lokasi seperti ini sebenarnya sangat menarik untuk keluarga.
Kenapa?
Karena kita tidak perlu membuat perjalanan hanya berputar di sekitar festival.
Sebelum acara dimulai, masih ada kesempatan menikmati beberapa destinasi alam di sekitar Sepilok. Setelah itu, beri waktu anak untuk makan dan beristirahat sebelum kembali keluar menikmati festival.
Ritmenya terasa lebih masuk akal daripada mengejar banyak tempat sekaligus.
Kalau perjalanan Malaysia Anda juga mencakup Kuala Lumpur atau Genting Highlands, urusan transportasi sebaiknya mulai dipikirkan sebelum berangkat.
Apalagi kalau pergi bersama anak, orang tua, membawa stroller, atau koper yang cukup banyak.
Travelincheck melayani rental mobil dan van dengan sopir serta private charter sesuai area layanan di Kuala Lumpur dan Genting Highlands.
Tidak perlu buru-buru menentukan jenis kendaraan. Anda bisa mengirim jumlah penumpang dan gambaran itinerary terlebih dahulu agar kebutuhan transportasi lebih mudah disesuaikan.
WhatsApp Travelincheck: 0822 8822 2920
Kalau hanya membaca namanya, Sepilok Jazz mungkin terlihat seperti festival musik biasa.
Begitu melihat lokasinya, ceritanya menjadi berbeda.
Coba bayangkan harinya seperti ini.
Pagi digunakan untuk menikmati alam Sepilok. Setelah makan siang, keluarga kembali ke penginapan. Anak-anak bisa mandi atau tidur sebentar. Orang tua juga punya waktu untuk santai.
Menjelang sore, baru bersiap menuju festival.
Saat suasana mulai gelap, musik dimainkan dengan lingkungan rainforest di sekelilingnya.
Pengalaman seperti ini tentu berbeda dengan menonton pertunjukan di pusat kota.
Situs resmi Sepilok Jazz juga menempatkan pengalaman musik berlatar rainforest sebagai salah satu karakter festival. Pada 2026, venue menggunakan layout baru yang dibuat lebih terbuka untuk menikmati pertunjukan.
Bagi keluarga yang sudah beberapa kali berlibur ke Malaysia, pengalaman seperti ini bisa memberikan warna baru.
Kalau waktunya memungkinkan, saya tidak menyarankan terbang ke Sandakan, menonton festival, lalu langsung pulang.
Sayang sekali.
Lebih menarik kalau Sepilok Jazz dijadikan bagian dari perjalanan yang lebih besar.
Misalnya:
Sandakan → Sepilok → wildlife → istirahat → Sepilok Jazz Festival.
Dengan pola seperti ini, perjalanan tidak hanya menyenangkan untuk orang tua.
Anak-anak juga punya pengalaman sendiri.
Mereka bisa melihat satwa, mengenal rainforest, menikmati waktu bersama keluarga, kemudian merasakan suasana festival pada sore atau malam hari.
Bicara tentang Sabah, banyak wisatawan Indonesia mungkin lebih familiar dengan Kota Kinabalu.
Padahal Sabah punya banyak wajah.
Sandakan dan Sepilok menawarkan pengalaman yang lebih dekat dengan alam dan wildlife.
Untuk keluarga yang sudah bosan dengan itinerary berisi mal, pusat kota, foto sebentar lalu pindah lagi, beberapa hari di Sepilok bisa terasa menyegarkan.
Tidak harus melakukan banyak hal.
Kadang perjalanan yang paling berkesan justru terjadi ketika kita memberi waktu lebih banyak pada satu tempat.
Sepilok Jazz juga punya hubungan dengan kegiatan konservasi.
Festival edisi kelima membawa pengalaman jazz dengan sentuhan lokal sekaligus dukungan terhadap konservasi penyu laut Sabah. Penyelenggaranya, FOSTER, merupakan organisasi yang berkaitan dengan konservasi penyu di Sabah.
Ini membuat karakter festival terasa cukup menyatu dengan destinasi tempat acara berlangsung.
Bukan sekadar datang, menonton musik, lalu pulang.
Ada konteks alam yang ikut membentuk pengalaman.
Tentu, festival musik tetap tidak lengkap tanpa membicarakan lineup.
Untuk Sepilok Jazz Festival 2026, daftar performer yang diumumkan mencakup Shila Amzah, Janet Lee & WVC Quartet, JASSYO, Class Act 80s dari Indonesia, mEZZOTONO, Yap Ling String Quartet, Roger Wang Trio, Ivan Hii Trio & Sidequest, LA VIVA, Appy & The Cosmic Soul, iMPROVIBES, Rhythm Stroller, Amado & Chivalry Co., Luqman, Trinity Jazz Band, dan 4 jAZZER.
Ada.
Salah satu nama yang cukup menarik untuk pengunjung Indonesia adalah Class Act 80s dari Indonesia, yang masuk dalam daftar performer Sepilok Jazz Festival 2026.
Kehadiran musisi Indonesia tentu memberi sedikit rasa familiar di tengah perjalanan ke Sabah.
Meski begitu, karena lineup sebuah festival masih bisa mengalami penyesuaian, biasakan mengecek kembali informasi resmi penyelenggara sebelum hari keberangkatan.
Berdasarkan harga reguler yang tercantum untuk Sepilok Jazz Festival 2026, pilihan tiketnya adalah:
| Tiket | Harga Reguler |
|---|---|
| 1-Day Festival Pass | RM100 |
| 2-Day Festival Pass | RM150 |
| VIP Day Pass | RM800 |
Kalau hanya ingin datang pada salah satu hari, 1-Day Festival Pass bisa digunakan untuk tanggal 4 atau 5 September 2026.
Kalau ingin menikmati festival selama dua hari, tersedia 2-Day Festival Pass.
Sementara VIP Day Pass menawarkan fasilitas tambahan dan jumlahnya terbatas.
Harga dan ketersediaan tiket sebaiknya tetap diperiksa kembali melalui kanal resmi sebelum membeli.
Nah, ini bagian yang menurut saya jauh lebih penting daripada sekadar melihat harga tiket.
Kalau datang bersama anak, coba tanyakan:
Apakah anak terbiasa tidur malam?
Apakah mereka nyaman berada cukup lama di acara outdoor?
Bagaimana kondisi mereka setelah seharian berjalan?
Apakah besok paginya masih ada agenda lain?
Setiap anak berbeda.
Ada yang bisa menikmati musik sampai malam tanpa masalah. Ada juga yang pukul delapan malam sudah mulai mengantuk dan minta pulang.
Tidak ada yang salah dengan keduanya.
Karena itu, jangan merasa harus mengikuti seluruh acara hanya karena sudah membeli tiket.
Dalam family trip, fleksibilitas sering kali jauh lebih penting daripada mengejar semua agenda.

Sepilok Jazz Festival 2026 bisa menjadi pilihan menarik untuk keluarga yang menyukai musik, alam, dan wildlife. Namun, orang tua tetap perlu mempertimbangkan usia anak, jam acara, kondisi outdoor, cuaca, serta waktu istirahat agar perjalanan tetap nyaman.
Jadi jawabannya bukan sekadar “cocok” atau “tidak cocok”.
Lebih tepatnya: tergantung cara Anda menyusun perjalanannya.
Kalau anak senang melihat satwa atau penasaran dengan alam, Sepilok punya banyak hal yang bisa membuat perjalanan terasa hidup.
Pagi bisa digunakan untuk aktivitas wildlife.
Siang makan dan kembali ke penginapan.
Anak bisa tidur sebentar.
Menjelang sore, baru berangkat ke festival.
Sederhana, tetapi justru ritme seperti ini yang biasanya membuat perjalanan keluarga lebih nyaman.
Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi saat liburan adalah membuat jadwal anak seperti jadwal orang dewasa.
Pagi keluar.
Siang lanjut.
Sore pindah tempat.
Malam masih harus menonton acara.
Hari pertama mungkin masih semangat. Hari berikutnya mulai terasa.
Kalau anak masih kecil, tidak masalah memilih bagian festival yang paling ingin dinikmati kemudian pulang lebih awal.
Anak nyaman, orang tua pun bisa menikmati perjalanan tanpa drama karena semua sudah kelelahan.
Di Google Maps, semua terlihat dekat dan mudah.
Di perjalanan nyata, ada waktu menunggu, mencari toilet, anak lapar, hujan tiba-tiba turun, salah satu anggota keluarga ingin istirahat, dan berbagai hal kecil lainnya.
Karena itu, jangan membuat itinerary berdasarkan pertanyaan:
“Berapa banyak tempat yang bisa dikunjungi hari ini?”
Lebih baik tanyakan:
“Berapa banyak tempat yang masih bisa dinikmati dengan nyaman?”
Bedanya terasa kecil, tetapi hasil liburannya bisa sangat berbeda.
Saya lebih suka melihat perjalanan ini sebagai:
festival + wildlife + rainforest + waktu bersama keluarga.
Bukan sekadar datang untuk menonton konser.
Dengan cara seperti ini, semua anggota keluarga punya alasan untuk menikmati perjalanan.
Orang tua mungkin paling menunggu pertunjukan malamnya.
Anak-anak mungkin justru paling ingat saat pertama kali melihat orangutan.
Dan itu tidak masalah.
Salah satu keuntungan datang ke Sepilok adalah Anda tidak kehabisan pilihan wisata alam.
Beberapa tempat yang bisa dipertimbangkan antara lain:
Tapi ingat, daftar ini bukan checklist yang harus diselesaikan dalam sehari.
Pilih sesuai waktu dan energi keluarga.
Kalau datang bersama anak, ini mungkin salah satu pengalaman yang paling mereka tunggu.
Melihat orangutan secara langsung tentu berbeda dengan melihatnya dari video atau buku.
Namun, jangan hanya datang dengan tujuan “lihat orangutan lalu foto”.
Gunakan kesempatan ini untuk mengajak anak memahami bahwa satwa liar dan habitatnya perlu dilindungi.
Tidak perlu memberikan penjelasan seperti sedang mengajar di kelas.
Kadang cukup membiarkan mereka melihat, bertanya, dan penasaran.
Justru dari situ pengalaman belajarnya terasa lebih natural.
Tempat lain yang menarik adalah Bornean Sun Bear Conservation Centre.
Untuk anak usia sekolah, pengalaman seperti ini bisa menjadi bentuk belajar yang menyenangkan.
Mereka melihat satwa secara langsung dan mulai memahami bahwa hutan Borneo memiliki kehidupan yang jauh lebih kompleks daripada yang terlihat dari luar.
Rainforest Discovery Centre bukan hanya venue Sepilok Jazz Festival.
Kawasan ini sendiri menjadi bagian dari pengalaman menikmati alam Sepilok.
Karena itu, kalau waktunya cukup, jangan datang hanya saat festival dimulai lalu langsung pergi setelah acara selesai.
Sisakan waktu untuk menikmati sisi rainforest-nya juga.
Kalau punya tiga atau empat hari, perjalanan tidak harus terus berada di Sepilok.
Luangkan waktu melihat Sandakan.
Perubahan suasana dari rainforest ke kota membuat itinerary terasa lebih bervariasi tanpa harus memaksakan terlalu banyak destinasi dalam sehari.
Untuk keluarga, 3 hari 2 malam bisa dijadikan titik awal.
Kalau tidak suka perjalanan yang terburu-buru, empat hari tentu lebih nyaman.
Setelah penerbangan, jangan langsung merasa harus pergi ke mana-mana.
Menuju hotel, check-in, makan, kemudian istirahat sudah cukup.
Kalau anak masih punya energi, jalan-jalan ringan di sekitar penginapan bisa menjadi bonus.
Hari pertama tidak harus produktif.
Yang lebih penting, semua anggota keluarga bangun dengan energi yang cukup keesokan paginya.
Hari kedua menjadi hari utama.
Pagi:
Kunjungi satu atau dua destinasi wildlife di Sepilok.
Siang:
Makan lalu kembali ke penginapan.
Jangan takut memasukkan “tidur siang” ke itinerary.
Serius.
Kalau malamnya akan menikmati festival, dua jam santai di hotel bisa jauh lebih berguna daripada memaksakan satu destinasi tambahan.
Sore–malam:
Bersiap menuju Rainforest Discovery Centre dan menikmati Sepilok Jazz Festival.
Dengan ritme seperti ini, anak tidak datang ke festival dalam kondisi sudah kelelahan.
Hari terakhir tinggal menyesuaikan jadwal penerbangan.
Kalau penerbangan masih sore atau malam, Anda punya kesempatan menikmati Sandakan.
Kalau penerbangan pagi atau siang, sarapan santai lalu menuju bandara juga tidak masalah.
Tidak semua menit liburan harus diisi aktivitas.
Sepilok bukan city trip biasa.
Karena banyak aktivitas berhubungan dengan alam dan kondisi outdoor, ada beberapa hal sederhana yang sebaiknya dipikirkan sebelum berangkat.
Amankan tiket lebih awal dan periksa kembali ketentuan masuk menjelang acara.
Jangan hanya mengandalkan screenshot informasi yang disimpan beberapa bulan sebelumnya.
Event bisa mengalami perubahan.
Secara sederhana, ada dua pendekatan.
Menginap di sekitar Sepilok jika fokus perjalanan Anda adalah wildlife, rainforest, dan festival.
Menginap di Sandakan kalau ingin lebih banyak menggabungkan perjalanan dengan aktivitas kota.
Jangan memilih hotel hanya karena harga kamar terlihat lebih murah.
Hitung juga waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk bolak-balik.
Apalagi kalau membawa anak.
Pertimbangkan membawa:
Tidak perlu membawa setengah isi koper ke venue.
Semakin ringan barang yang dibawa, biasanya semakin mudah bergerak bersama anak.
Ini perjalanan ke kawasan tropis.
Jadi jangan membuat itinerary yang hanya bisa berjalan kalau matahari bersinar sempurna dari pagi sampai malam.
Sisakan ruang untuk perubahan.
Kalau hujan membuat agenda pagi bergeser, setidaknya seluruh hari tidak langsung terasa gagal.
Sepilok berada di kawasan Sandakan, Sabah.
Kalau ini perjalanan pertama Anda ke sana, urusan transportasi sebaiknya sudah dipikirkan sebelum hari festival.
Bukan hanya bagaimana cara datang.
Pikirkan juga bagaimana cara pulang.
Setelah tiba di Sandakan, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menuju area Sepilok.
Sebelum berangkat, cek:
Hal-hal seperti ini terlihat sepele sampai kita tiba dengan beberapa koper dan anak yang sudah lelah setelah penerbangan.
Kalau memilih hotel di Sandakan, perhitungkan perjalanan bolak-balik menuju Sepilok.
Terutama pada malam festival.
Setelah beberapa jam berada di acara, anak mungkin sudah tertidur atau sangat lelah.
Saat seperti itu, hal terakhir yang ingin dilakukan orang tua biasanya adalah berdiri sambil mencari tahu:
“Sekarang kita pulangnya bagaimana?”
Jadi, selesaikan urusan itu sebelumnya.
Saat solo traveling, perubahan rencana mendadak kadang malah terasa seru.
Saat bepergian berempat dengan dua anak dan beberapa koper, ceritanya sedikit berbeda.
Ada waktu makan.
Ada waktu tidur.
Ada barang bawaan.
Ada anak yang mungkin tiba-tiba bilang ingin ke toilet lima menit setelah perjalanan dimulai.
Itulah kenapa transportasi dalam family trip bukan sekadar soal berpindah dari A ke B.
Transportasi ikut menentukan ritme perjalanan.
Untuk keluarga Indonesia yang ingin menggabungkan Sepilok Jazz Festival dengan wisata alam, sekitar 3–4 hari bisa menjadi durasi yang nyaman. Namun, tetap sesuaikan dengan jadwal penerbangan, usia anak, jumlah destinasi, dan gaya perjalanan keluarga.
Bisa dilakukan kalau waktu sangat terbatas.
Tapi kesempatan menikmati Sepilok tentu lebih sedikit.
Ini terasa lebih seimbang.
Ada waktu untuk tiba, menikmati wildlife, beristirahat, datang ke festival, lalu pulang tanpa semuanya terasa terlalu padat.
Kalau bepergian bersama anak, pilihan ini lebih santai.
Ada ruang untuk perubahan jadwal.
Ada waktu untuk istirahat.
Dan yang paling penting, Anda tidak merasa harus melihat jam setiap beberapa menit.
Kalau keluarga Anda menyukai perjalanan yang tidak hanya berisi pusat perbelanjaan dan wisata kota, Sepilok Jazz Festival 2026 layak dipertimbangkan.
Terutama kalau Anda ingin:
Festivalnya memang hanya berlangsung dua hari.
Tapi cerita perjalanannya bisa jauh lebih panjang.
Dan mungkin beberapa tahun dari sekarang, anak-anak tidak lagi ingat persis lagu apa yang dimainkan malam itu.
Mereka mungkin justru ingat pagi ketika melihat orangutan.
Mereka ingat berjalan bersama ayah dan ibu di tengah hijaunya Sepilok.
Mereka ingat makan bersama setelah seharian jalan.
Lalu malamnya, ada musik yang terdengar di tengah suasana rainforest.
Buat saya, justru momen-momen kecil seperti itu yang membuat perjalanan keluarga terasa berharga.
Bukan karena kita berhasil mengunjungi sebanyak mungkin tempat.
Tapi karena kita benar-benar punya waktu untuk menikmatinya bersama.
Family trip biasanya jauh lebih nyaman kalau urusan transportasi sudah selesai sebelum hari keberangkatan.
Kalau itinerary Malaysia Anda juga mencakup Kuala Lumpur atau Genting Highlands, Travelincheck dapat membantu kebutuhan rental mobil dengan sopir, rental van dengan sopir, private charter, dan transfer sesuai area layanan.
Tidak perlu bingung menentukan kendaraan sendiri.
Cukup ceritakan:
Dari informasi tersebut, kebutuhan kendaraan bisa lebih mudah disesuaikan dengan perjalanan keluarga Anda.
Konsultasi melalui WhatsApp Travelincheck: 0822 8822 2920

Sepilok Jazz Festival 2026 berlangsung pada 4–5 September 2026 dan merupakan edisi kelima festival.
Festival berlangsung di Rainforest Discovery Centre (RDC), Sepilok, Sandakan, Sabah, Malaysia.
Harga reguler yang diumumkan adalah RM100 untuk 1-Day Festival Pass, RM150 untuk 2-Day Festival Pass, dan RM800 untuk VIP Day Pass. Tetap periksa harga dan ketersediaan terbaru melalui kanal resmi sebelum membeli.
Lineup Sepilok Jazz Festival 2026 mencakup sejumlah performer Malaysia dan internasional, termasuk Shila Amzah, Janet Lee & WVC Quartet, Roger Wang Trio, serta Class Act 80s dari Indonesia, bersama sejumlah musisi lainnya.
Bisa, terutama untuk keluarga yang menyukai musik dan wisata alam. Namun, pertimbangkan usia anak, jam pertunjukan, kondisi outdoor, cuaca, dan waktu istirahat. Tidak perlu memaksakan anak mengikuti seluruh acara apabila mereka sudah lelah.
Beberapa tempat yang bisa dipertimbangkan adalah Sepilok Orangutan Rehabilitation Centre, Bornean Sun Bear Conservation Centre, dan Rainforest Discovery Centre. Jika punya waktu lebih panjang, perjalanan juga bisa dilanjutkan dengan eksplorasi Sandakan.
Sekitar 3–4 hari bisa menjadi durasi yang nyaman untuk keluarga yang ingin menggabungkan festival dengan wisata alam Sepilok dan Sandakan. Durasi sebenarnya tetap perlu disesuaikan dengan jadwal penerbangan dan usia anak.
Pertimbangkan membawa pakaian nyaman, alas kaki yang sesuai, perlindungan hujan, mosquito repellent, obat pribadi, dan kebutuhan anak. Periksa juga aturan penyelenggara mengenai barang yang diperbolehkan masuk ke venue.
Informasi perjalanan dan shuttle menuju festival sebaiknya diperiksa melalui kanal resmi Sepilok Jazz menjelang hari acara karena jadwal dan ketentuannya dapat berubah.
Tidak. Lokasinya di Rainforest Discovery Centre membuat perjalanan bisa dikombinasikan dengan wildlife, rainforest, wisata Sepilok, dan eksplorasi Sandakan. Karena itu, festival ini tetap menarik sebagai bagian dari liburan keluarga meskipun tidak semua anggota keluarga merupakan penggemar jazz.
Saat ini belum ada komentar