Temukan 7 hidden gem Singapore — dari pulau tenang hingga kampung heritage — ideal untuk petualang. Yuk jelajah dengan TravelinCheck!
7 Spot Hidden Singapore
Singapura identik dengan landmark ikonik seperti Marina Bay Sands, Gardens by the Bay, atau Sentosa. Tapi, bagi petualang sejati, ada sisi lain dari kota ini — sisi yang jarang dikunjungi, penuh nuansa lokal dan pengalaman otentik. Artikel ini bakal mengajak kamu mengeksplor 7 spot “hidden gem Singapore” yang cocok untuk traveller yang ingin lebih dari sekadar foto di spot mainstream. Dan tentu saja, dengan kemudahan transportasi & supir dari TravelinCheck.com, perjalanan kamu bisa makin praktis — tinggal tunjuk tujuan, kami antar.
7 Hidden Gem di Singapura untuk Petualang
Pulau Ubin — Island vibes & kampung tempo dulu
Pulau Ubin memberikan sensasi berbeda: suasana pedesaan tempo dulu, rumah kayu, jalan berbatu, hutan, mangrove — jauh dari hiruk-pikuk kota.
Kamu bisa menyewa sepeda, menjelajahi jalur alami, melihat flora-fauna khas, dan merasakan kedamaian yang sulit ditemui di pusat kota.
Untuk kamu yang lelah dengan keramaian kota, Pulau Ubin adalah “pelarian” sempurna.
Bukit Batok Town Park / “Little Guilin” — Quarry lama berubah memesona
Bukit Batok Town Park dulunya adalah quarry granit — sekarang berubah menjadi taman hijau dengan danau yang memesona. Banyak wisatawan memanggilnya “Little Guilin”.
Spot ini populer di kalangan fotografer dan pasangan yang ingin menikmati suasana tenang sambil menikmati panorama alam yang dramatis terutama saat matahari terbit atau terbenam.
Tempat seperti ini menunjukkan bahwa Singapura tidak melulu gedung dan beton — ada sisi alam dan relaksasi menunggu untuk ditemukan.
Kampong Lorong Buangkok — Kampung tradisional di tengah modernitas
Kampong Lorong Buangkok dikenal sebagai “kampung terakhir” di Singapura—sebuah oase nostalgia di tengah modernitas.
Di sini kamu bisa melihat rumah kayu tradisional, jalan sempit, suasana tenang — sensasi yang sangat berbeda dari gedung-gedung tinggi dan MRT padat kota.
Bagi traveller yang ingin merasakan sisi “asli” Singapura sebelum urbanisasi total — tempat ini wajib masuk itinerary.
Haw Par Villa — Taman budaya & legenda penuh warna
Haw Par Villa adalah taman budaya yang unik — penuh dengan ratusan patung & diorama yang menggambarkan cerita mitologi, legenda, serta nilai moral Buddhis/Taois.
Mengunjungi Haw Par Villa serasa berada di dunia lain: satunya surreal, satunya edukatif — cocok bagi kamu yang suka pengalaman berbeda.
Untuk traveller yang penasaran dengan sejarah, mitos, dan sisi spiritual Singapura — ini bisa jadi destinasi yang mengejutkan tapi menarik.
Tiong Bahru menawarkan nuansa berbeda: kombinasi arsitektur lama (Art Deco), kafe & coffee shop kekinian, toko buku indie, dan atmosfer santai khas area perumahan tua.
Bagi traveller yang suka slow-travel, ngopi santai, atau menikmati suasana urban tapi tidak ramai turis — Tiong Bahru ideal.
Tempat ini menunjukkan sisi lain Singapura: bukan hanya gedung modern, tapi juga sejarah, komunitas lokal, dan kehidupan sehari-hari yang penuh karakter.
The Southern Ridges — Trekking & panorama hijau di kota metropolitan
The Southern Ridges adalah jalur hijau sepanjang puluhan kilometer yang menghubungkan beberapa taman/area alam — cocok untuk hiking ringan, menikmati udara segar, dan melihat panorama kota dari atas.
Untuk kamu yang ingin sedikit bergerak, lari pagi atau sekadar stroll sambil lari dari beton dan aspal — ini alternatif sempurna.
Spot ini menunjukkan bahwa meski Singapura padat, masih ada area hijau dan ruang untuk bernafas.
Lazarus Island — Beach getaway tenang, jauh dari keramaian Sentosa
Lazarus Island menawarkan pantai & suasana pulau yang tenang — cocok untuk kamu yang ingin melarikan diri dari keramaian dan menikmati laut, pasir, dan sun-set dalam suasana santai.
Tidak seperti pantai populer atau pulau komersial, Lazarus menawarkan ketenangan dan privasi: cocok untuk hari santai atau quality time.
Untuk petualang yang ingin kombinasi kota + alam + laut — kombinasi Hidden Gem + beach day.
Kenapa Kamu Butuh Supir & Layanan dari TravelinCheck
Dengan banyak spot tersebar — dari pulau, kampung, taman kota, hingga pulau terpencil — menggunakan layanan transportasi dan supir dari TravelinCheck akan membuat perjalananmu lebih efisien dan bebas stres. Kamu bisa langsung tunjuk tujuan, lalu duduk santai sambil menikmati perjalanan. Apalagi untuk spot seperti Pulau Ubin atau Lazarus Island — akses, ferry, transportasi darat bisa lebih mudah dengan layanan kami.
Kalau kamu dari luar Singapura, misalnya dari Jakarta, Bandung, Medan atau kota lainnya — tidak masalah. TravelinCheck siap fasilitasi supaya kamu punya pengalaman nyaman dari detik pertama turun dari pesawat sampai kembali lagi.
Q: Apakah hidden gem di Singapura sulit diakses kalau kita cuma naik transportasi umum? A: Sebagian memang bisa diakses transportasi umum — tapi dengan layanan supir & rental dari TravelinCheck, kamu bisa lebih hemat waktu, fleksibel, dan nyaman terutama kalau bawa banyak barang atau bepergian berkelompok.
Q: Apakah aman mengunjungi kampung seperti Kampong Lorong Buangkok sebagai wisatawan? A: Ya — kampung ini masih dihuni orang lokal, jadi penting untuk menghormati privasi mereka: tidak berisik, tidak merusak lingkungan, dan tetap sopan. Kalau datang pagi atau sore, suasana lebih tenang.
Q: Kalau cuma punya waktu 2 hari di Singapura, bisakah menjelajahi 2–3 hidden gem sekaligus? A: Sangat bisa — misalnya jalur pagi ke Pulau Ubin, siang ke Bukit Batok Town Park atau Tiong Bahru untuk makan & jalan-jalan, lalu sore ke Southern Ridges atau Lazarus Island (kalau jadwal ferry pas). Dengan supir dari TravelinCheck, itinerary seperti ini jadi lebih praktis.
Q: Apakah hidden gem cocok untuk traveller sendirian atau lebih baik berkelompok? A: Cocok untuk keduanya — kalau solo, kamu bisa menikmati ketenangan dan refleksi diri. Kalau bersama teman/keluarga, hidden gem bisa jadi pengalaman seru & berbeda, serta lebih hemat jika berbagi biaya transportasi.
Tiket sudah dibeli, hotel sudah dipilih, anak-anak pun mulai menghitung hari. Lalu muncul kabar kabut asap di Singapore. Wajar kalau orang tua langsung bertanya: perjalanan tetap lanjut, atau jadwal wisata perlu diubah? Saat menghadapi haze, yang paling membantu adalah informasi terbaru dan rencana perjalanan yang tidak terlalu padat. Dengan begitu, keluarga punya ruang untuk menyesuaikan […]
Liburan ke Singapore bersama anak memang menyenangkan. Tapi ada satu hal yang kadang membuat itinerary berubah di tengah jalan: cuaca yang panas, hujan, atau haze. Kalau pergi berdua mungkin masih mudah menyesuaikan. Tapi saat membawa anak kecil, stroller, atau orang tua, berjalan terlalu lama di luar bisa membuat semua cepat lelah. Anak mulai rewel, orang […]
Kalau jadwal liburan keluarga jatuh pada September 2026, Singapore dan Malaysia punya cukup banyak alasan untuk dilirik. Bukan hanya soal mengunjungi tempat wisata yang itu-itu lagi. September punya suasana yang sedikit berbeda. Di Singapore, nuansa Mid-Autumn Festival mulai terasa di beberapa kawasan. Sementara di Malaysia, pertengahan September bertepatan dengan Malaysia Day, lengkap dengan berbagai kegiatan […]
Kalau liburan ke Singapore atau Malaysia, urusan makanan hampir selalu masuk itinerary. Apalagi kalau pergi bersama keluarga—biasanya ada yang ingin mencoba makanan lokal, ada yang mencari menu familiar, dan anak-anak punya pilihan sendiri. Menariknya, kuliner Singapore dan Malaysia sekilas memang terlihat mirip. Nasi lemak, laksa, chicken rice, satay, hingga roti dengan kari bisa ditemukan di […]
Terakhir diperbarui: 14 September 2026.Apakah masih bisa liburan ke Singapore dan Malaysia sekarang? Secara umum, ya. Wisatawan Indonesia tetap dapat melakukan perjalanan ke Singapore maupun Malaysia selama memenuhi persyaratan masuk yang berlaku dan tidak ada gangguan khusus yang berdampak langsung pada perjalanan. Bagi keluarga yang sudah memiliki tiket dan hotel, tidak perlu buru-buru membatalkan rencana. […]
Liburan ke Singapore bersama anak yang sudah remaja itu ceritanya memang sedikit berbeda. Waktu mereka masih kecil, kita sebagai orang tua biasanya yang menentukan semuanya. Mau ke zoo, playground, theme park, atau sekadar melihat pertunjukan, mereka ikut saja. Begitu masuk usia SMP atau SMA, situasinya mulai berubah. Mereka sudah punya selera sendiri. Ada yang langsung […]
Saat ini belum ada komentar