
Festival Kraf Utara menjadi salah satu acara budaya yang menarik untuk dimasukkan ke dalam itinerary, terutama jika Anda ingin mengenal Malaysia dari sisi yang lebih autentik. Tidak hanya berbelanja oleh-oleh, Anda juga bisa melihat bagaimana berbagai kerajinan tradisional dibuat dengan penuh ketelitian oleh para pengrajin yang telah mewarisi keahlian tersebut selama bertahun-tahun.
Bagi keluarga Indonesia, festival seperti ini juga bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif. Anak-anak dapat melihat proses pembuatan kerajinan secara langsung, sementara orang tua punya banyak pilihan untuk berburu suvenir khas Malaysia yang tidak mudah ditemukan di toko biasa.
Sedang menyusun rencana liburan ke Malaysia? Jika ingin mengunjungi beberapa destinasi dalam satu perjalanan, menggunakan kendaraan pribadi dengan sopir bisa menjadi pilihan yang lebih praktis. Perjalanan terasa lebih santai, terutama saat membawa anak kecil atau pulang dengan banyak oleh-oleh. Anda dapat berkonsultasi dengan tim Travelincheck untuk memilih layanan transportasi yang sesuai dengan kebutuhan keluarga.

Jika ini pertama kalinya Anda mendengar nama Festival Kraf Utara, jangan khawatir. Festival ini memang belum sepopuler beberapa event besar di Kuala Lumpur, tetapi justru di situlah daya tariknya.
Festival Kraf Utara merupakan ajang yang mempertemukan para pengrajin dari berbagai wilayah Malaysia untuk memamerkan sekaligus menjual hasil karya terbaik mereka. Mulai dari batik, songket, anyaman rotan, ukiran kayu, hingga berbagai produk handmade modern, semuanya bisa ditemukan dalam satu lokasi.
Berbeda dengan berbelanja di mal, suasana di festival terasa jauh lebih hidup. Hampir setiap stan memiliki cerita sendiri. Tidak jarang pengunjung bisa berbincang langsung dengan pengrajin mengenai proses pembuatan, bahan yang digunakan, hingga filosofi di balik setiap produk yang mereka hasilkan.
Festival Kraf Utara 2026 dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli hingga 9 Agustus 2026. Waktunya bertepatan dengan musim liburan banyak wisatawan Indonesia, sehingga cukup mudah dimasukkan ke dalam agenda perjalanan ke Malaysia.
Karena berlangsung selama beberapa minggu, Anda memiliki keleluasaan memilih tanggal kunjungan tanpa harus terburu-buru.
Festival ini diselenggarakan di Perlis, negara bagian paling utara Malaysia yang terkenal dengan suasananya yang tenang dan masih kental dengan budaya lokal.
Meski namanya belum sepopuler Kuala Lumpur atau Penang, Perlis justru menawarkan pengalaman yang berbeda. Daerah ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi Malaysia yang lebih santai, jauh dari keramaian kota besar.
Jika memiliki waktu lebih, Anda juga bisa menggabungkan kunjungan ke Festival Kraf Utara dengan menjelajahi beberapa destinasi menarik di sekitar Perlis.
Festival ini diselenggarakan oleh Kraftangan Malaysia, lembaga yang aktif melestarikan sekaligus mempromosikan kerajinan tradisional Malaysia.
Melalui festival ini, para pengrajin lokal mendapat kesempatan memperkenalkan hasil karya mereka kepada masyarakat maupun wisatawan mancanegara. Bagi pengunjung, ini menjadi kesempatan langka untuk melihat secara langsung kekayaan budaya Malaysia yang masih dijaga hingga sekarang.
Banyak orang datang ke Malaysia untuk berbelanja atau menikmati wisata modern. Padahal, kalau ingin membawa pulang pengalaman yang berbeda, Festival Kraf Utara layak dipertimbangkan.
Bukan sekadar tempat membeli oleh-oleh, festival ini menawarkan pengalaman yang membuat Anda lebih dekat dengan budaya setempat.
Salah satu hal yang paling menarik dari festival ini adalah banyaknya produk buatan tangan yang dijual langsung oleh pengrajinnya.
Anda bisa menemukan kain batik dengan motif khas Malaysia, songket yang ditenun secara tradisional, tas anyaman rotan, ukiran kayu, hingga berbagai dekorasi rumah yang dibuat dalam jumlah terbatas.
Karena sebagian besar merupakan hasil karya handmade, setiap produk memiliki karakter yang berbeda. Inilah yang membuat oleh-oleh dari Festival Kraf Utara terasa lebih istimewa dibanding suvenir produksi massal.
Bagi saya, justru bagian ini yang paling menarik ketika mengunjungi festival budaya.
Melihat tangan-tangan terampil mengubah selembar kain menjadi batik, merangkai rotan menjadi keranjang, atau mengukir kayu dengan detail yang begitu rapi memberikan pengalaman yang tidak bisa didapatkan hanya dengan melihat barang jadinya.
Anak-anak biasanya juga sangat antusias menyaksikan proses tersebut. Tanpa terasa, mereka belajar bahwa setiap karya membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan kreativitas.
Festival Kraf Utara bukan hanya tentang belanja.
Selama berada di area festival, Anda bisa menikmati berbagai aktivitas seperti:
Karena aktivitasnya cukup beragam, orang tua maupun anak-anak biasanya sama-sama betah menghabiskan waktu di sini.
Ada perasaan berbeda ketika membeli produk langsung dari orang yang membuatnya.
Sering kali pengrajin akan menceritakan bagaimana proses pembuatannya, berapa lama waktu yang dibutuhkan, bahkan makna dari motif yang digunakan.
Cerita sederhana seperti inilah yang membuat sebuah suvenir terasa jauh lebih berharga dibanding sekadar barang yang dibeli di toko.
Setelah puas melihat proses pembuatannya, jangan lupa membaca rekomendasi oleh-oleh khas Malaysia agar tidak bingung memilih buah tangan terbaik.
Kalau tujuan Anda memang berburu oleh-oleh, Festival Kraf Utara hampir pasti tidak akan mengecewakan.
Beberapa produk yang paling banyak dicari wisatawan antara lain:
Pilihan harganya juga cukup beragam, sehingga bisa disesuaikan dengan anggaran masing-masing keluarga.
Yang menarik, Anda tidak hanya membawa pulang sebuah barang, tetapi juga kisah di balik pembuatannya. Hal sederhana seperti ini sering kali justru menjadi kenangan yang paling membekas setelah liburan selesai.
Belakangan ini semakin banyak keluarga Indonesia yang memilih liburan dengan pengalaman yang lebih bermakna, bukan hanya mengejar daftar tempat wisata populer.
Festival Kraf Utara menawarkan kombinasi yang lengkap. Dalam satu kunjungan, Anda bisa menikmati suasana budaya lokal, mencicipi kuliner khas, berbelanja oleh-oleh berkualitas, sekaligus mengajak anak mengenal tradisi Malaysia secara langsung.
Kalau Anda memang ingin melihat sisi Malaysia yang lebih autentik, festival ini layak masuk daftar destinasi yang dikunjungi.
Apalagi jika perjalanan digabungkan dengan wisata ke Penang atau destinasi lain di wilayah utara Malaysia. Liburan pun terasa lebih santai, lebih kaya pengalaman, dan tentunya lebih berkesan untuk seluruh keluarga.
Berburu kerajinan tangan biasanya sulit berhenti di satu atau dua barang. Semakin lama berkeliling, biasanya semakin banyak juga oleh-oleh yang ingin dibawa pulang.
Karena itu, banyak keluarga memilih menggunakan kendaraan pribadi dengan sopir agar perjalanan lebih fleksibel. Tidak perlu repot berpindah kendaraan sambil membawa banyak belanjaan, dan Anda bisa lebih leluasa mampir ke beberapa destinasi lain sebelum kembali ke hotel.
Pada bagian berikutnya, kita akan melihat lebih dekat berbagai kerajinan tangan khas Malaysia, aktivitas seru yang bisa dicoba selama festival, serta tips memilih oleh-oleh agar mendapatkan produk yang benar-benar berkualitas.
Salah satu hal yang paling saya sukai saat mengunjungi festival budaya adalah kesempatan melihat karya-karya lokal yang tidak mudah ditemukan di pusat perbelanjaan biasa. Begitu memasuki area Festival Kraf Utara, rasanya mata langsung dibuat sibuk. Hampir di setiap sudut ada stan yang menampilkan hasil karya pengrajin dari berbagai daerah di Malaysia.
Suasananya juga berbeda. Tidak terburu-buru seperti di mal, tetapi lebih santai. Anda bisa berhenti di setiap stan, mengobrol dengan pengrajin, melihat proses pembuatannya, lalu memutuskan apakah ingin membeli atau sekadar menikmati keindahan hasil karya mereka.
Kalau punya waktu, jangan langsung berbelanja di stan pertama yang Anda temui. Nikmati dulu suasananya. Semakin jauh berkeliling, biasanya semakin banyak produk unik yang membuat kita berkata, “Wah, ini lucu juga ya buat dibawa pulang.”
Sebagai orang Indonesia, kita tentu sudah akrab dengan batik. Tetapi saat melihat batik Malaysia secara langsung, Anda akan menemukan sentuhan yang berbeda.
Motifnya cenderung didominasi bunga, dedaunan, dan unsur alam dengan warna-warna yang lebih cerah. Desainnya terasa ringan sehingga mudah dipadukan untuk pakaian sehari-hari.
Di Festival Kraf Utara, pilihan produknya juga cukup beragam. Tidak hanya berupa kain, tetapi juga:
Yang paling menarik, beberapa pengrajin memperagakan proses membatik secara langsung. Melihat lilin panas digoreskan perlahan di atas kain membuat kita semakin menghargai setiap lembar batik yang selama ini mungkin hanya kita lihat sebagai produk jadi.
Kalau batik terasa lebih kasual, songket menghadirkan kesan mewah dan anggun.
Kain tenun dengan benang emas atau perak ini sejak dulu menjadi bagian dari budaya Melayu. Kini, banyak pengrajin menghadirkannya dalam bentuk yang lebih modern sehingga lebih mudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya:
Produk seperti ini cukup populer di kalangan wisatawan karena tetap membawa nuansa tradisional tanpa harus membeli kain songket berukuran besar.
Setiap kali melihat produk anyaman, saya selalu membayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya.
Satu per satu helai rotan disusun dengan rapi hingga menjadi tas, keranjang, atau dekorasi rumah yang cantik. Semuanya dikerjakan dengan tangan, bukan diproduksi secara massal.
Di Festival Kraf Utara, Anda akan menemukan berbagai pilihan seperti:
Selain tampil cantik, produk anyaman juga terkenal awet dan cocok dijadikan oleh-oleh karena desainnya cenderung tidak lekang oleh waktu.
Kalau beruntung, Anda bisa menyaksikan langsung pengrajin sedang mengukir kayu.
Bagi saya, ini salah satu atraksi yang paling menarik.
Dari sepotong kayu sederhana, perlahan muncul motif bunga, dedaunan, hingga ornamen khas Melayu yang begitu detail. Melihat prosesnya membuat kita sadar bahwa sebuah karya seni tidak lahir dalam hitungan menit.
Ukiran tersebut biasanya dijual dalam bentuk:
Produk seperti ini sangat cocok untuk Anda yang ingin membawa pulang kenangan yang benar-benar berbeda.
Kalau Anda menyukai dekorasi rumah, jangan lewatkan area keramik.
Di sini tersedia berbagai pilihan mulai dari cangkir, mangkuk, teko, piring, hingga vas bunga dengan motif khas Malaysia.
Beberapa pengrajin bahkan masih menggunakan teknik tradisional sehingga setiap produk memiliki sentuhan yang unik. Tidak ada dua produk yang benar-benar sama, dan justru di situlah letak daya tariknya.
Festival Kraf Utara juga berhasil memadukan tradisi dengan kreativitas generasi muda.
Selain kerajinan klasik, Anda akan menemukan banyak produk handmade bergaya modern seperti:
Desainnya kekinian, tetapi tetap memiliki sentuhan budaya Malaysia. Cocok untuk dijadikan hadiah maupun oleh-oleh bagi teman atau keluarga di rumah.

Walaupun dikenal sebagai festival kerajinan, sebenarnya ada banyak aktivitas yang membuat pengunjung betah berlama-lama di sini.
Bahkan, menurut saya, pengalaman yang paling berkesan justru bukan saat membeli barang, melainkan ketika menikmati seluruh suasana festival.
Ada sesuatu yang menenangkan saat melihat seseorang bekerja dengan penuh ketelitian.
Di beberapa stan, Anda bisa menyaksikan langsung proses membatik, menganyam rotan, menenun songket, hingga mengukir kayu.
Anak-anak biasanya juga sangat antusias melihat proses tersebut. Tanpa disadari, mereka belajar bahwa sebuah karya yang indah membutuhkan waktu, kesabaran, dan keterampilan.
Kalau ingin pengalaman yang lebih seru, sempatkan mengikuti workshop yang diselenggarakan selama festival.
Biasanya pengunjung diajak mencoba aktivitas sederhana seperti:
Walaupun hasilnya mungkin sederhana, pengalaman membuat sesuatu dengan tangan sendiri sering kali menjadi kenangan yang paling diingat setelah liburan selesai.
Sesekali, suara musik tradisional mulai terdengar dari panggung utama.
Pengunjung pun berkumpul untuk menikmati tarian Melayu, pertunjukan musik tradisional, hingga berbagai penampilan budaya dari komunitas lokal.
Momen seperti ini membuat suasana festival terasa semakin hidup. Tidak hanya melihat budaya dalam bentuk benda, tetapi juga menikmatinya melalui pertunjukan yang menghibur.
Setelah puas berkeliling, biasanya aroma makanan mulai menggoda.
Area kuliner menjadi tempat yang pas untuk beristirahat sambil menikmati hidangan khas Malaysia. Berbagai jajanan tradisional hingga makanan favorit lokal tersedia dengan pilihan yang cukup beragam.
Bagi keluarga, ini juga menjadi waktu yang menyenangkan untuk duduk bersama sambil berbagi cerita tentang stan-stan menarik yang baru saja dikunjungi.
Dari pengalaman mengunjungi berbagai festival budaya, ada beberapa hal sederhana yang selalu saya lakukan.
Datang lebih pagi. Suasana masih nyaman sehingga lebih leluasa melihat setiap stan.
Jangan terburu-buru membeli. Kelilingi seluruh area terlebih dahulu karena sering kali Anda menemukan produk yang lebih menarik di bagian dalam festival.
Tanyakan cerita di balik produk. Banyak pengrajin dengan senang hati menjelaskan proses pembuatannya. Percakapan singkat seperti ini justru membuat oleh-oleh terasa lebih berkesan.
Sisakan ruang di koper. Percayalah, sangat sulit pulang hanya membawa satu kantong belanja dari Festival Kraf Utara. Pilihan produknya terlalu banyak untuk dilewatkan.
Festival Kraf Utara biasanya tidak hanya menjadi satu-satunya tujuan wisata. Banyak keluarga memilih melanjutkan perjalanan ke Penang, Kedah, atau menikmati suasana tenang di Perlis.
Kalau bepergian bersama anak-anak atau orang tua, perjalanan yang nyaman tentu menjadi bagian penting dari pengalaman liburan.
Menggunakan kendaraan pribadi dengan sopir membuat perjalanan terasa lebih santai. Anda bisa berhenti kapan saja untuk berfoto, mampir menikmati kuliner lokal, atau mengunjungi tempat menarik yang dilewati di sepanjang perjalanan.
Yang tidak kalah penting, Anda juga tidak perlu repot membawa tas belanja berisi berbagai kerajinan tangan saat berpindah-pindah transportasi. Semua oleh-oleh bisa langsung disimpan di kendaraan sehingga Anda dapat menikmati festival dengan lebih leluasa.
Pada bagian berikutnya, kita akan menjelajahi destinasi menarik di sekitar Festival Kraf Utara, contoh itinerary satu hari, serta tips menyusun perjalanan agar liburan ke Malaysia semakin berkesan dan efisien.
Kalau sudah sampai di Perlis, jangan buru-buru kembali ke hotel. Memang, Festival Kraf Utara bisa menghabiskan waktu beberapa jam karena banyak sekali stan yang menarik untuk dijelajahi. Namun, masih ada beberapa tempat di sekitar Perlis yang sayang kalau dilewatkan.
Justru inilah enaknya berlibur di wilayah utara Malaysia. Suasananya jauh lebih santai dibanding kota-kota besar, lalu lintasnya tidak terlalu padat, dan banyak destinasi yang bisa dikunjungi tanpa harus terburu-buru.
Kalau waktu Anda memungkinkan, cobalah sisihkan satu hari penuh untuk menikmati Perlis. Pengalamannya akan terasa lebih lengkap.
Kalau keluarga Anda menyukai wisata alam, Gua Kelam bisa menjadi pilihan pertama setelah meninggalkan area festival.
Gua batu kapur ini memiliki jalur pejalan kaki yang membelah bagian dalam gua. Begitu masuk, suasananya langsung berubah. Udara terasa lebih sejuk, suara langkah kaki bergema pelan, dan cahaya yang masuk dari beberapa sisi menciptakan pemandangan yang cukup unik.
Anak-anak biasanya senang menjelajah tempat seperti ini karena terasa seperti sedang berpetualang.
Selain menikmati suasana gua, Anda juga bisa mengenal sedikit sejarah kawasan pertambangan yang pernah berkembang di daerah tersebut.
Kalau setelah seharian berkeliling festival Anda ingin mencari suasana yang lebih tenang, Wang Kelian bisa menjadi pilihan.
Perjalanan menuju kawasan ini justru menjadi bagian yang paling menyenangkan. Hamparan sawah, perbukitan hijau, dan jalan yang relatif lengang membuat perjalanan terasa santai.
Sesampainya di sana, Anda bisa menikmati udara yang lebih segar sambil melepas lelah sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Bagi keluarga yang ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kota, tempat seperti ini sering kali justru menjadi favorit.
Kalau membawa anak-anak, Anda bisa mempertimbangkan mampir ke Taman Ular Perlis.
Meskipun namanya terdengar sedikit menegangkan, tempat ini justru cukup menarik sebagai wisata edukasi.
Di sini pengunjung dapat mengenal berbagai jenis ular yang hidup di Malaysia, lengkap dengan informasi mengenai habitat dan karakteristiknya.
Anak-anak biasanya penasaran melihat koleksi reptil dari dekat, tentu saja dalam area yang aman dan diawasi dengan baik.
Setelah berjalan cukup jauh mengelilingi festival, biasanya perut mulai memberi tanda.
Untungnya, Perlis juga memiliki banyak pilihan makanan lokal yang layak dicoba.
Mulai dari hidangan Melayu hingga aneka jajanan tradisional bisa ditemukan di sekitar lokasi festival maupun di pusat kuliner setempat.
Menurut saya, menikmati makanan khas daerah selalu menjadi salah satu cara terbaik untuk mengenal budaya sebuah tempat. Kadang justru dari sepiring makanan sederhana kita bisa merasakan karakter masyarakat setempat.
Kalau Anda hanya memiliki waktu satu hari di Perlis, berikut gambaran itinerary yang cukup nyaman untuk keluarga.
| Waktu | Aktivitas |
|---|---|
| 08.30 | Berangkat menuju Festival Kraf Utara |
| 09.00–11.30 | Menjelajahi stan kerajinan tangan |
| 11.30–12.30 | Menonton demonstrasi pengrajin dan workshop |
| 12.30–13.30 | Makan siang di area kuliner festival |
| 13.30–15.00 | Berburu oleh-oleh khas Malaysia |
| 15.30–17.30 | Mengunjungi salah satu objek wisata di Perlis |
| Malam | Kembali ke hotel atau melanjutkan perjalanan |
Itinerary ini tentu masih bisa disesuaikan.
Kalau Anda datang bersama orang tua atau anak kecil, tidak ada salahnya mengurangi jumlah destinasi agar perjalanan tetap santai. Menurut pengalaman saya, liburan keluarga justru lebih menyenangkan ketika tidak terlalu padat.
Ada beberapa hal kecil yang sering kali membuat pengalaman liburan menjadi jauh lebih menyenangkan.
Festival ini cukup luas sehingga Anda akan banyak berjalan kaki.
Pilih pakaian yang ringan dan sepatu yang nyaman agar kaki tidak cepat lelah.
Kalau memungkinkan, datanglah sejak pagi.
Selain cuaca masih nyaman, Anda juga bisa menikmati suasana festival sebelum semakin ramai.
Biasanya ini juga menjadi waktu terbaik untuk melihat setiap stan dengan lebih leluasa.
Ini mungkin terdengar sepele.
Tetapi setelah beberapa jam berkeliling Festival Kraf Utara, biasanya daftar belanja bertambah tanpa terasa.
Awalnya hanya ingin membeli gantungan kunci, lalu melihat tas rotan yang cantik, menemukan batik yang unik, kemudian tergoda membeli keramik untuk oleh-oleh.
Akhirnya koper yang tadinya kosong perlahan mulai penuh.
Festival budaya bukan tempat yang cocok untuk dikejar waktu.
Sesekali berhentilah.
Lihat bagaimana seorang pengrajin menyelesaikan anyamannya.
Duduk sebentar menikmati pertunjukan budaya.
Atau sekadar mengobrol dengan penjual tentang cerita di balik produk yang mereka buat.
Percakapan sederhana seperti ini sering kali menjadi kenangan yang paling diingat setelah pulang dari liburan.
Setelah melihat berbagai aktivitas yang ditawarkan, rasanya tidak berlebihan kalau Festival Kraf Utara disebut sebagai salah satu festival budaya yang layak dikunjungi saat berada di Malaysia.
Di sini Anda bukan hanya menjadi pembeli, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman budaya itu sendiri.
Melihat tangan-tangan terampil membuat kerajinan, mendengar cerita dari para pengrajin, mencicipi makanan lokal, hingga membawa pulang oleh-oleh yang memiliki nilai budaya membuat perjalanan terasa jauh lebih bermakna.
Pengalaman seperti ini sulit ditemukan di pusat perbelanjaan modern.
Karena itulah Festival Kraf Utara cocok bagi keluarga Indonesia yang ingin menikmati sisi lain Malaysia yang lebih autentik.
Kalau Anda berencana menggabungkan Festival Kraf Utara dengan destinasi lain seperti Penang, Kedah, atau kota-kota di wilayah utara Malaysia, ada baiknya itinerary disusun sejak awal.
Dengan perencanaan yang rapi, Anda tidak perlu terburu-buru berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Waktu liburan pun bisa dimanfaatkan lebih maksimal.
Apalagi jika bepergian bersama anak-anak atau orang tua. Perjalanan yang nyaman sering kali jauh lebih berharga daripada mengejar terlalu banyak destinasi dalam satu hari.
Banyak wisatawan Indonesia memilih menggunakan private charter dengan sopir karena lebih fleksibel. Anda bisa berhenti kapan saja untuk berfoto, mampir menikmati kuliner lokal, atau menyimpan hasil belanja tanpa harus repot berpindah kendaraan.
Jika masih bingung menyusun rute perjalanan selama berada di Malaysia, Anda bisa berkonsultasi dengan tim Travelincheck. Dengan begitu, Anda dapat menikmati perjalanan yang lebih santai sekaligus menyesuaikan destinasi sesuai kebutuhan keluarga.

Festival Kraf Utara 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 23 Juli hingga 9 Agustus 2026, sehingga menjadi pilihan menarik untuk mengisi musim liburan keluarga.
Festival ini diselenggarakan di Perlis, Malaysia, negara bagian paling utara yang terkenal dengan suasana alamnya yang tenang dan kekayaan budaya lokal.
Pengunjung dapat menemukan berbagai kerajinan tangan seperti batik Malaysia, songket, anyaman rotan, ukiran kayu, keramik tradisional, aksesori handmade, hingga beragam suvenir khas Malaysia.
Sangat cocok. Selain berburu oleh-oleh, keluarga juga bisa menikmati pertunjukan budaya, melihat demonstrasi para pengrajin, mengikuti workshop, dan mencicipi kuliner lokal.
Sekitar 3 hingga 5 jam sudah cukup untuk berkeliling, berbelanja, menikmati pertunjukan, dan beristirahat di area kuliner.
Kadang, pengalaman liburan yang paling berkesan bukan berasal dari tempat yang paling ramai atau paling terkenal.
Festival Kraf Utara justru menawarkan sesuatu yang lebih sederhana, tetapi terasa lebih dekat. Anda bisa melihat bagaimana sebuah karya dibuat dengan penuh ketelitian, berbincang langsung dengan para pengrajin, menikmati makanan khas daerah, lalu membawa pulang oleh-oleh yang memiliki cerita.
Kalau suatu saat Anda merencanakan liburan keluarga ke Malaysia, sempatkanlah memasukkan Festival Kraf Utara ke dalam itinerary.
Siapa tahu, justru momen berjalan santai di antara stan-stan kerajinan, menikmati senyum para pengrajin, dan menemukan oleh-oleh yang unik menjadi kenangan yang paling sering Anda ceritakan ketika kembali ke Indonesia.
Saat ini belum ada komentar